Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Biaya Kepemilikan Wuling Eksion Setelah 2 Bulan: Hemat atau Biasa Saja?

Biaya Kepemilikan Wuling Eksion Setelah 2 Bulan: Hemat atau Biasa Saja?
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Apa Itu Biaya Kepemilikan Wuling Eksion dan Mengapa Penting Dihitung?

Biaya kepemilikan Wuling Eksion adalah total pengeluaran nyata yang dikeluarkan pemilik untuk menggunakan SUV listrik tiga baris ini, meliputi biaya isi daya listrik, pajak mobil listrik, serta pengeluaran rutin lain selama periode penggunaan tertentu, sehingga calon pemilik bisa menilai seberapa besar efisiensi dan penghematan yang ditawarkan dibanding mobil konvensional atau pilihan SUV lain yang sekelas.

Dalam hampir dua bulan pemakaian, Vemri Ardhika Handoyo mencatat jarak tempuh sekitar 1.500 kilometer dengan Wuling Eksion miliknya. Artinya, kita sudah punya sampel penggunaan harian plus perjalanan luar kota yang cukup untuk menilai biaya kepemilikan Wuling Eksion secara lebih jujur, bukan sekadar klaim brosur. Ini relevan bagi konsumen yang ingin menekan biaya operasional kendaraan sehari-hari dengan beralih ke mobil listrik.

Biaya Kepemilikan Wuling Eksion Setelah 2 Bulan: Hemat atau Biasa Saja?

Biaya Isi Daya Listrik dan Pajak: Angka Sebenarnya

Dari sisi energi, angka yang dilaporkan pengguna cukup gamblang: Vemri mengeluarkan sekitar Rp 120.000 per minggu untuk biaya isi daya listrik Wuling Eksion. Dalam kurun sekitar delapan minggu, totalnya kurang lebih Rp 960.000. Kalimat yang layak dikutip di sini adalah: “Sekarang Rp 120.000 per minggu. Kalau dulu pakai Fortuner Rp 400.000 per minggu isi solar, dan Rp 1 juta per minggu isi Dex atau Dexlite”. Ini menunjukkan selisih biaya operasional yang sangat terasa di kantong pengguna diesel.

Untuk pajak mobil listrik, Eksion memberikan kejutan menyenangkan: Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dibayarkan sebesar Rp 0. Pemilik tetap wajib membayar SWDKLLJ sebesar Rp 143.000, biaya administrasi STNK Rp 200.000, dan TNKB Rp 100.000. Total pajak dan administrasi tahunan pun hanya Rp 443.000. Secara opini, ini membuat komponen pajak dalam biaya kepemilikan Wuling Eksion terasa sangat ringan dibanding mobil bermesin konvensional di kelas serupa.

Biaya Kepemilikan Wuling Eksion Setelah 2 Bulan: Hemat atau Biasa Saja?

Dari Diesel ke Listrik: Penghematan dan Motif Beralih

Keputusan pindah dari SUV diesel ke Wuling Eksion jelas bukan sekadar ikut tren. Vemri sebelumnya menggunakan Fortuner dan mengaku saat itu harus mengeluarkan Rp 400.000 per minggu untuk solar, atau hingga Rp 1 juta per minggu jika memakai Dex atau Dexlite. Dibandingkan Rp 120.000 per minggu untuk isi daya Eksion, penghematan operasionalnya sulit diabaikan. Ini bentuk efisiensi yang terasa langsung tiap kali gaji masuk dan tagihan bulanan datang.

Namun biaya bukan satu-satunya alasan. Vemri menyebut faktor ramah lingkungan dan penghematan biaya sebagai alasan utama memilih kendaraan listrik, di samping ketertarikan pada mobil listrik yang sudah muncul sebelum memilih Wuling Eksion. Ia membutuhkan kendaraan tiga baris, sehingga Eksion menjadi kompromi yang logis: kapasitas keluarga terpenuhi, emisi berkurang, dan biaya kepemilikan Wuling Eksion tetap rendah. Dari sudut pandang pemilik diesel, perpaduan ini memberikan rasionalitas kuat untuk beralih.

Kenyamanan, Grip Ban, dan ADAS Setelah 1.500 km

Setelah hampir dua bulan pemakaian dan sekitar 1.500 km, karakter berkendara Eksion mulai terlihat utuh. Kenyamanan kabin menjadi salah satu nilai plus utama; pengguna menilai Wuling Eksion mampu menunjang aktivitas harian maupun perjalanan luar kota, termasuk rute menuju kawasan Puncak. Secara umum, performa tenaganya dinilai masih memadai untuk berbagai kebutuhan perjalanan, sejalan dengan konsepnya sebagai SUV keluarga tujuh penumpang.

Namun tidak semua aspek mulus. Pengguna memberi catatan pada traksi ban, konektivitas, suara kolong, dan sistem ADAS yang dinilai perlu perhatian lebih. Dari sudut pandang editorial, ini berarti calon pemilik harus sadar bahwa biaya kepemilikan bukan hanya listrik dan pajak; ada potensi kebutuhan upgrade ban atau penyesuaian terhadap karakter ADAS dan suara kabin. Eksion nyaman, tetapi belum bebas kompromi, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap grip ban dan kualitas peredaman suara.

EV vs PHEV dan Siapa yang Paling Cocok dengan Eksion

Eksion ditawarkan dalam dua pilihan utama, yakni EV dan PHEV. Bagi konsumen yang fokus pada biaya isi daya listrik rendah dan pajak mobil listrik yang ringan, varian EV jelas menggoda. Pengalaman Vemri sebagai pengguna EV memperlihatkan bahwa, dengan pola penggunaan harian dan perjalanan keluarga, biaya energi total selama hampir dua bulan hanya sekitar Rp 960.000. Ini memberi gambaran seberapa hemat sebuah SUV listrik tiga baris bisa beroperasi dalam skenario nyata.

Meski begitu, Eksion bukan untuk semua orang. Mobil ini paling masuk akal untuk keluarga yang butuh SUV tujuh penumpang, ingin menekan biaya operasional, dan siap menerima catatan pada grip ban, konektivitas, suara kolong, serta karakter ADAS. Bagi mereka, biaya kepemilikan Wuling Eksion yang rendah menjadi kompensasi kuat. Namun bagi pengemudi yang lebih mengutamakan rasa berkendara senyap total dan traksi ban maksimal dari pabrik, mungkin perlu menyiapkan budget tambahan untuk penyesuaian setelah pembelian.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!