Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Drama Medis Populer Dikritik Dokter: Akurasi vs Sensasi

Drama Medis Populer Dikritik Dokter: Akurasi vs Sensasi
Minat|Drama Korea

Ketika Rating Tinggi Berhadapan dengan Kritik Praktisi Kesehatan

Drama medis akurat adalah karya fiksi yang menampilkan dunia kedokteran dengan dramatisasi seperlunya, namun tetap menghormati fakta klinis, prosedur medis, dan etika profesi sehingga tidak menyesatkan penonton tentang cara kerja tenaga kesehatan dan penanganan pasien dalam kehidupan nyata. Di titik inilah Doctor X: The Era of the White Mafia mulai dipersoalkan. Series terbaru sebuah stasiun TV ini baru menayangkan 4 episode dan sudah meraih rating tertinggi 18,5 persen. Namun di balik kesuksesan itu, seorang dokter spesialis bedah ortopedi berinisial A melayangkan petisi resmi pada 13 Oktober 2026 agar penayangannya ditinjau ulang. Bukan sekadar tidak suka, A menuduh drama ini mendistorsi realitas medis, baik dari sisi tenaga kesehatan maupun prosedur penanganan pasien.

Drama Medis Populer Dikritik Dokter: Akurasi vs Sensasi

Prosedur Medis Drakor dan Risiko Persepsi Keliru Penonton

Inti kritik praktisi kesehatan terhadap Doctor X adalah kekhawatiran bahwa prosedur medis drakor yang ditampilkan terlalu jauh dari praktik nyata. A menyoroti bagaimana kunjungan dokter ke pasien (rounds) digambarkan seolah pekerjaan administratif yang tidak perlu, padahal dalam dunia medis, rounds adalah tulang punggung pemantauan kondisi pasien dan pengambilan keputusan klinis. Sejumlah adegan penanganan pasien juga dipertanyakan: hernia inguinalis yang langsung diarahkan ke operasi darurat, pasien kritis dengan tekanan darah tak terukur, hingga penggunaan kejut listrik 300 joule pada henti jantung. Ketika detail seperti ini diulang dari episode ke episode, penonton awam berpotensi menganggapnya sebagai standar penanganan yang benar. Menurut A, penggambaran yang terlalu jauh dari kenyataan dikhawatirkan membentuk persepsi keliru pada penonton dan masyarakat tentang dunia medis.

Tenaga Medis Sebagai Antagonis: Dramatisasi yang Berbalik Arah

Doctor X: Mafia in White mengikuti kisah Gye Su Jeong, dokter bedah jenius yang masuk ke rumah sakit universitas bergengsi dan menemukan lingkungan kerja penuh sikap tenaga medis yang tidak mencerminkan tanggung jawab serta profesionalisme. Dalam versi ini, banyak dokter digambarkan malas, mementingkan status, dan abai terhadap pasien. A menilai tenaga medis terlalu disederhanakan sebagai karakter antagonis yang tidak kompeten. Gambaran rounds sebagai hal remeh, dokter yang tampak lebih sibuk dengan intrik daripada pasien, dan keyakinan tokoh utama bahwa operasi selalu berhasil tanpa mempertimbangkan ketidakpastian klinis, menghapus kompleksitas dunia kedokteran. Di satu sisi, drama memang ingin mengkritik sikap yang merusak citra profesi medis. Di sisi lain, ketika hampir semua dokter selain tokoh utama digambarkan buruk, drama berisiko menanamkan ketidakpercayaan publik terhadap tenaga kesehatan secara umum.

Kasus Nyata yang Diseret ke Layar: Di Mana Batas Etisnya?

Menariknya, beberapa kasus dalam Doctor X tidak sepenuhnya fiktif. Salah satu insiden di episode 4 terinspirasi dari kasus ahli bedah Simon Bramhall yang mengukir inisial di permukaan hati dua pasien tanpa persetujuan mereka. Investigasi menyimpulkan bahwa inisial tersebut akan hilang seiring waktu dan tidak merusak fungsi organ, tetapi tindakan itu tetap memicu kritik luas dan menimbulkan masalah psikologis pada salah satu pasien. Lisensi Bramhall kemudian dicabut dan ia dikeluarkan dari registrasi medis oleh otoritas terkait. Drama medis sering menyisipkan kasus nyata untuk menambah efek dramatis dan kedekatan dengan penonton. Namun ketika kasus ekstrem ini digabung dengan penggambaran prosedur yang tidak akurat, garis antara edukasi dan sensasi menjadi kabur. Penonton mungkin mengira perilaku menyimpang adalah hal lazim di ruang operasi, padahal itu justru contoh pelanggaran berat.

Respons Stasiun TV dan Pelajaran untuk Masa Depan Drama Medis

Setelah kritik praktisi kesehatan disampaikan, A mengaku sudah menghubungi stasiun TV yang menayangkan Doctor X dan memprotes distorsi realitas serta penggambaran tenaga medis. Pihak stasiun menyatakan telah meneruskan kritik itu ke departemen terkait dan akan mempertimbangkannya dalam proses produksi ke depan. Namun, A meragukan akan ada perbaikan berarti karena tanggapan tersebut terasa terlalu umum dan dua episode awal sudah tayang tanpa koreksi. Kontroversi ini mengingatkan bahwa drama medis akurat bukan sekadar soal detail alat dan istilah, tetapi juga tanggung jawab terhadap persepsi publik. Fiksi tetap boleh dramatis, tetapi ketika menyentuh prosedur medis drakor dan etika dokter, produser perlu melibatkan konsultan medis secara serius. Tanpa itu, drama berisiko memperkuat miskonsepsi dan menggerus kepercayaan terhadap tenaga kesehatan yang bekerja di dunia nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!