Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Busana Berakar, Perempuan Modern yang Menentukan Diri

Busana Berakar, Perempuan Modern yang Menentukan Diri
Minat|Pertunjukan Busana

Keanggunan yang tumbuh dari akar

Koleksi perempuan modern adalah rancangan busana yang memadukan kebutuhan hidup masa kini dengan nilai personal dan budaya, tanpa meminta perempuan memilih antara ketegasan, feminitas, dan identitas warisan. Di IN2MF 2026, Wening’s Line menerjemahkan gagasan itu lewat Rooted Grace, koleksi yang menempatkan tradisi sebagai pijakan untuk bertumbuh, bukan batas untuk berekspresi. Sebanyak 24 tampilan bergaya busana kerja memadukan sentuhan feminin elegan dan dramatis eksotis. Batik cap buatan tangan serta tenun lurik dari Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur hadir dalam bahasa desain urban, bersama motif kawung, akar, bunga, dan garis vertikal. Potongan longgar berstruktur, lapisan modern, dan teknik draperi yang serbaguna membuat gagasan itu terasa dapat dikenakan, bukan hanya dipamerkan. Koleksi ini juga meneruskan semangat karya sebelumnya dengan pendekatan yang lebih membumi dan tangguh, di tengah konsumen yang semakin cermat. Seperti disampaikan Wening Angga, “keanggunan sejati tidak lahir dari sesuatu yang instan”.

Busana Berakar, Perempuan Modern yang Menentukan Diri

Ketegasan tanpa kehilangan kelembutan

Di Jakarta Fashion Week 2027, VAIA memperkenalkan Femme Alignée dan melangkah dari alas kaki menuju pendekatan busana dari kepala hingga kaki untuk pertama kalinya. Langkah ini menandai sembilan tahun perjalanan merek yang didirikan Fanie Balqis dalam menemani perempuan Indonesia dengan karakter dan fase hidup yang beragam. Pesan koleksi ini jelas: perempuan berhak menentukan sendiri cara mereka tampil dan mendefinisikan diri. Karena itu, power dressing feminin di sini tidak harus berarti setelan kaku. Jaket berstruktur, kerah tinggi, dan unsur maskulin bertemu dengan kelembutan serta ekspresi personal; ketegasan tidak menghapus feminitas, dan feminitas tidak menuntut kerapuhan. Penyatuan busana dan alas kaki dalam satu narasi juga membuat sepatu lebih dari sekadar pelengkap: keduanya membangun karakter tampilan secara bersama. Gagasan ini terasa relevan dalam keseharian karena pakaian dapat memberi ruang bagi percaya diri tanpa memaksakan satu bentuk ideal perempuan.

Warisan bukan batas, gaya bukan seragam

Rooted Grace dan Femme Alignée menawarkan jawaban berbeda atas kebutuhan yang sama: perempuan ingin bergerak maju tanpa kehilangan hak untuk menentukan siapa dirinya. Wening’s Line menautkan identitas pada wastra dan simbol tradisi, sementara VAIA menempatkan kebebasan berekspresi sebagai pusat rancangan. Keduanya menolak anggapan bahwa perempuan harus memilih satu citra—tradisional atau modern, tegas atau lembut—agar dapat diterima. Itulah alasan fashion show identitas budaya penting: warisan dapat hadir dalam bentuk yang fungsional dan hidup, bukan sekadar menjadi ornamen nostalgia. Bagi desainer lokal internasional, tantangannya bukan hanya membawa unsur lokal ke panggung yang lebih luas, tetapi menjadikannya relevan tanpa menghapus makna asalnya. Kekuatan kedua koleksi ini terletak pada keberanian menyampaikan sikap melalui pakaian, sekaligus memberi pemakainya ruang untuk menafsirkan gaya itu sendiri. Kesimpulannya, busana yang paling meyakinkan bukan yang menetapkan aturan tentang perempuan, melainkan yang memberi mereka pijakan untuk menentukan arah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!