Zankore: Fondasi Baru Infrastruktur AI Asia Tenggara
Zankore by Indosat adalah platform infrastruktur kecerdasan buatan terintegrasi yang dirancang sebagai fondasi end-to-end untuk komputasi AI skala besar, memadukan AI Factory berbasis NVIDIA DSX, jaringan telekomunikasi AI-native, dan layanan enterprise cerdas guna mendukung adopsi teknologi AI lintas industri di pasar global dengan fokus awal Asia-Pasifik. Zankore bukan sekadar proyek teknologi; ini adalah pernyataan politik-ekonomi tentang siapa yang ingin memimpin gelombang berikutnya ekonomi digital Asia-Pasifik. Ketika AI berubah dari eksperimen menjadi tulang punggung layanan publik, finansial, dan industri, pertarungan utamanya adalah perebutan pusat data dan daya komputasi. Di titik itulah infrastruktur AI Asia Tenggara mulai bergeser, dan Zankore muncul sebagai kandidat utama hub AI regional dengan ambisi kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) melalui AI Factory NVIDIA DSX.

Mengapa Kolaborasi Indosat–Nokia–NVIDIA Mengubah Peta Kekuatan Digital
Peluncuran Zankore by Indosat pada 6 Agustus 2026, hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA, menargetkan pasar global dengan Asia-Pasifik sebagai titik awal pengembangan. Keputusan empat pemain besar ini bukan kebetulan; mereka merespons lonjakan permintaan komputasi masa depan yang aman dan berskala masif, di saat pemanfaatan AI bergeser dari tahap uji coba ke penerapan nyata di berbagai industri. Ooredoo Group menyuplai modal jangka panjang, Indosat membawa basis pelanggan dan infrastruktur digital, NVIDIA menyumbang accelerated computing dan reference architecture DSX, sementara Nokia menyediakan teknologi jaringan AI-native yang menjadi tulang punggung konektivitas data. Ketika semua lapisan ini dikunci dalam satu platform, konsumen dan pelaku usaha tidak lagi berhadapan dengan potongan-potongan solusi, melainkan ekosistem yang siap melayani agentic AI, enterprise AI, hingga aplikasi industri spesifik.
Skala 1 GW: Ambisi Besar dan Pertaruhan Ekonomi Digital Asia-Pasifik
Ambisi Zankore untuk membangun AI Factory NVIDIA DSX dengan kapasitas hingga 1 GW menandai babak baru persaingan infrastruktur AI Asia Tenggara. Target awal kapasitas sekitar 200 MW dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh pertama 2027, sepenuhnya ditenagai superkomputer NVIDIA GB300 NVL72 dan dioptimalkan fitur DSX MaxLPS yang diklaim mampu meningkatkan kapasitas komputasi hingga 40% tanpa tambahan daya listrik. Ini bukan sekadar angka teknis; kombinasi skala dan efisiensi daya menjadikan Zankore platform Zankore Indosat yang bisa menawarkan daya komputasi premium dengan biaya energi yang lebih terkendali, sebuah faktor kunci bagi kelayakan ekonomi pusat data modern. "Infrastruktur AI kini telah menjadi fondasi utama dalam ekonomi digital" kata Group CEO Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo, menegaskan bahwa investasi berskala besar yang datang lebih awal akan melahirkan peluang terbaik bagi pertumbuhan jangka panjang.
Dari Hub AI Regional ke Mesin Ekonomi Digital Asia-Pasifik
Proyek Zankore secara terang-terangan ditujukan untuk memperkuat posisi sebagai hub AI regional dan hub inovasi teknologi tingkat kawasan. Dengan fondasi AI end-to-end, mulai dari model seperti Sahabat-AI, AI Grid, hingga AI-RAN, platform ini dirancang untuk mempercepat adopsi AI skala besar dan mendukung transformasi digital lintas sektor. Pemerintah menyambut inisiatif ini sebagai cara memperkuat daya saing ekonomi digital dan memastikan manfaat AI dirasakan secara merata oleh bisnis dan masyarakat. Secara praktis, hal ini berarti lebih banyak investasi teknologi, lahirnya startup AI lokal, layanan publik yang lebih cerdas, hingga otomasi di manufaktur dan logistik. "AI factory merupakan infrastruktur esensial bagi setiap negara dan industri" ujar Senior Vice President of Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta, yang melihat infrastruktur ini akan mentransformasi berbagai industri dan menciptakan peluang baru di seluruh kawasan.
Risiko, Tanggung Jawab, dan Kesempatan yang Tak Boleh Disia-siakan
Melihat skala dan ambisi, Zankore adalah langkah berani yang datang dengan risiko nyata. Konsentrasi daya komputasi di satu hub AI regional akan mengundang persaingan geopolitik, tekanan regulasi, dan tuntutan tata kelola data yang ketat. Namun menghindari taruhan ini berarti menyerahkan arah ekonomi digital Asia-Pasifik kepada pemain lain. Inisiatif ini sudah diarahkan untuk membangun infrastruktur AI yang berdaulat, aman, scalable, dan tepercaya, dengan orkestrasi cerdas antara komputasi, konektivitas, dan kontrol di seluruh AI factory, pusat data, dan perangkat. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekosistem inovasi berkembang: talenta lokal yang terlatih, standar etika AI yang jelas, dan kebijakan yang memaksa platform Zankore Indosat membuka akses bagi pelaku usaha kecil, bukan hanya korporasi besar. Jika semua itu dipegang teguh, Zankore berpotensi menjadi mesin ekonomi digital Asia-Pasifik, bukan sekadar monumen teknologi.






