Roster menjadi awal kerja, bukan garis finis
Roster IESF 2026 adalah susunan atlet dan pelatih yang dipilih untuk mewakili Indonesia di IESF World Esports Championship 2026, sekaligus menjadi dasar pembinaan menuju kompetisi dunia. PB ESI melalui Badan Tim Nasional (BTN) mengumumkan roster timnas esports Indonesia untuk WEC26 pada Kamis, 29 Oktober, menjelang turnamen yang berlangsung di Banten pada 15–20 Desember 2026. Pengumuman ini patut dibaca sebagai titik mula, bukan tanda bahwa pekerjaan seleksi telah selesai. Tantangan berikutnya adalah mengubah nama-nama terpilih menjadi tim yang siap bertanding bersama. Kepala BTN Canka Adzana Jagad Subiyanto menyebut fokus selanjutnya ialah memastikan persiapan dan pembinaan berjalan optimal. Artinya, mutu keputusan ini pada akhirnya akan terlihat dari proses latihan, kekompakan, dan kesiapan atlet saat menghadapi lawan internasional.
Tujuh nomor, dengan pilihan pemain yang beragam
Sebagai tuan rumah, Indonesia akan turun di tujuh nomor: MLBB putra dan putri, PUBG Mobile, Counter-Strike 2 putra dan putri, Dota 2, serta eFootball. Pilihan pemain WEC26 mencakup nama-nama seperti Aldhia Fahmi Aranda dan Yonathan Cin di MLBB putra, Cindy Laurent Siswanto dan Michelle Denise Siswanto di MLBB putri, serta Alan Raynold Kumaseh dan Christophe Javier Lionel Umboh di PUBG Mobile. Roster juga memuat Achmad Rismana Handachnie untuk Counter-Strike 2 putra dan Risalma Agnia Lukman untuk Counter-Strike 2 putri. Untuk Dota 2, daftar mencantumkan Musthofa Dzikry Pamungkas; sementara Elga Cahya Putra terpilih di eFootball. Cakupan tujuh nomor memberi tim nasional peluang tampil luas, tetapi juga menuntut persiapan yang sesuai dengan kebutuhan tiap gim.
- MLBB putra: Aldhia Fahmi Aranda, Yonathan Cin, Andric Alfayyadh, Muhammad Rio Adiwijaya, dan Julio Keven; pelatih Indra Wijaya.
- MLBB putri: Cindy Laurent Siswanto, Michelle Denise Siswanto, Venny Lim, Vivi Indrawaty, dan Viorelle Valencia Chen; pelatih Ilyas Rahmanda.
- PUBG Mobile: Alan Raynold Kumaseh, Christophe Javier Lionel Umboh, Kelvin Brilliant Embran, dan Jouaqueen Matthew Walukow; pelatih Christie Albertos Berie Onibala.
- Counter-Strike 2 putra: Achmad Rismana Handachnie, Andre Yosua, Al Furqan, Jovan Farrel Briliant, dan Muhammad Sulaiman Saefulloh; pelatih Baskoro Dwi Putra.
- Counter-Strike 2 putri: Risalma Agnia Lukman, Dhammamitta Marvella, Aulia Brillian Putri Hac, Monica Chavela, dan Daltha Amellia Wiguna; pelatih Iqbal Mauldhan Yusup.
- Dota 2: Musthofa Dzikry Pamungkas, Rafli Fathurrahman, Muhammad Saieful Ilham, dan Tri Kuncoro; pelatih Matthew Filemon Gregorius.
- eFootball: Elga Cahya Putra.

Seleksi sudah ditetapkan; pembinaan kini diuji
PB ESI menetapkan roster lewat penunjukan langsung dengan mempertimbangkan performa terkini, rekam jejak internasional, mentalitas bertanding, komitmen, serta proyeksi medali. Dasar pertimbangannya mencakup faktor kompetitif dan nonteknis, tetapi pengumuman belum merinci jadwal latihan, bentuk pemusatan latihan, atau tahapan evaluasi. Karena itu, publik sebaiknya menilai langkah ini sebagai awal yang menjanjikan, bukan jaminan hasil. Canka menyatakan pembinaan berikutnya ditujukan untuk membantu atlet memaksimalkan potensi dan mencapai performa puncak sebelum pertandingan utama. Sebagai tuan rumah, Indonesia juga memiliki kesempatan memperlihatkan perkembangan ekosistem esports dan memberi dukungan langsung kepada atlet. Dukungan masyarakat dapat menjadi dorongan, sementara ukuran utamanya tetap persiapan yang terarah dan kerja sama antarpemain.
Kesimpulan: dukung roster, tuntut persiapan nyata
Pengumuman roster memberi timnas esports Indonesia pijakan untuk mulai membangun kesiapan menuju WEC26, dengan wakil di tujuh nomor pertandingan. Namun, daftar atlet hanyalah rancangan awal: konsistensi pembinaan dan kemampuan menyatukan pemain dari latar kompetitif berbeda akan menentukan daya saing di panggung dunia. PB ESI mengajak masyarakat mendukung seluruh atlet yang akan bertanding. Dukungan itu paling berarti bila disertai perhatian pada proses, bukan hanya ekspektasi medali. Menjelang kejuaraan di Banten pada 15–20 Desember 2026, fokus berikutnya harus jelas: latihan optimal, evaluasi berkala, dan kesiapan menghadapi lawan dari berbagai negara. Roster sudah diumumkan; sekarang waktunya membuktikan bahwa pilihan tersebut dapat berkembang menjadi tim yang kompetitif.






