Lima kota, banyak tafsir modifikasi
CustoMAXI adalah kontes modifikasi skutik MAXI Yamaha yang mempertemukan kreasi pemilik dan modifikator dalam sejumlah kelas, dari karya ekstrem hingga ekspresi personal. Edisi 2026 paling menarik bukan karena satu gaya mendominasi, melainkan karena tiap kota menawarkan cara berbeda untuk mengubah karakter motor. Rangkaian regional berlangsung di Semarang, Bandung, Makassar, Bali, dan Pekanbaru selama lebih dari dua bulan, dengan lebih dari 800 modifikator ikut berpartisipasi. Model yang dimodifikasi mencakup NMAX, Lexi, XMAX, dan TMAX; jajaran yang lebih luas juga mencakup Aerox. Kompetisi terbagi menjadi Master MAXI, Super MAXI, Street MAXI, dan Meet Up MAXI. Kehadiran 26 kategori apresiasi di kelas Meet Up MAXI membuat ajang ini terbuka pula bagi peserta dengan tingkat pengalaman berbeda. Rekap lima kota itu memberi gambaran bahwa modifikasi skutik MAXI tak punya satu resep: ada yang mengutamakan teknik, ada yang mengejar identitas visual.

Batman jadi pusat perhatian di Bandung
Di Bandung, Yamaha XMAX Batman membawa tema superhero ke bentuk yang lebih agresif: XMAX 250 diubah secara ekstrem menjadi motor tempur Batman. Kreasi garapan MWM Custom Jakarta ini disebut memiliki hampir 95 persen bagian hasil pengerjaan khusus secara handmade. Dalam ulasan kompetisi, karya MWM Motorworks itu digambarkan dengan tampilan futuristik dan detail rumit, lalu meraih kemenangan di kelas Master MAXI. Daya tariknya bukan sekadar menempelkan identitas tokoh pada bodi; skala pengerjaan dan keberanian mengubah siluet membuat konsepnya terasa utuh. Inilah contoh modifikasi Yamaha XMAX yang menjadikan motor sebagai objek desain, bukan hanya kendaraan dengan aksesori tambahan. Karya tersebut juga pernah dibawa ke kompetisi modifikasi internasional di Dubai. Di antara pendekatan peserta lain yang bermain pada material dan teknologi, tema Batman memberi kontes CustoMAXI salah satu visual paling mudah dikenali.

Titanium, drag, dan karakter kota
Jika XMAX Batman mengandalkan bahasa visual, karya Udin El dari Semarang menonjol lewat perubahan struktur. XMAX bergaya drag race miliknya menggunakan rangka titanium, mengubah skutik berdimensi besar menjadi lebih ramping menyerupai motor drag. Pendekatan ekstrem ini mengantarkannya menjadi pemenang Master MAXI dan lolos ke Grand Final. Di Makassar, XMAX Haji Usman Vhendrank memadukan konfigurasi garpu depan tunggal dengan airbrush Sultan Hasanuddin dan simbol Ayam Jantan dari Timur. Bali menghadirkan eksperimen teknologi: sejumlah motor memakai komponen bermotor yang dapat dioperasikan melalui ponsel atau stik PlayStation. Ragam ini memperlihatkan bahwa kreativitas peserta tidak berhenti pada tampilan mewah dan detail, tren yang juga terlihat pada pengguna XMAX. Material tak biasa, teknologi, dan budaya lokal memberi tiap kreasi alasan tersendiri untuk diperhatikan.
Variasi yang mengarah ke babak final
Rekap dari Semarang, Bandung, Makassar, Bali, dan Pekanbaru menunjukkan kontes ini lebih kaya daripada parade motor dengan cat dan aksesori berbeda. Ada XMAX yang dibentuk sebagai motor tempur Batman, ada yang beralih ke rangka titanium, dan ada pula kreasi yang mengangkat identitas daerah atau mengandalkan pengoperasian berbasis teknologi. Perbedaan tersebut menjadi kekuatan utama CustoMAXI: peserta tidak dipaksa mengikuti satu selera modifikasi. Karya terbaik dari lima kota akan bertemu dalam Grand Final di booth Yamaha pada IMOS 2026, di ICE BSD, Tangerang, pada akhir November. Babak final akan mempertemukan pendekatan yang kontras sekaligus memberi ukuran lebih jelas tentang arah kreativitas skutik MAXI. Kesimpulannya, edisi ini menarik justru karena ekstrem punya banyak wajah—dan XMAX Batman hanya salah satu penanda paling mencolok di antara semuanya.






