Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Synchronize Fest Umumkan Lineup Final: Tiga Hari Penuh Musik di Jakarta

Synchronize Fest Umumkan Lineup Final: Tiga Hari Penuh Musik di Jakarta
Minat|Penyanyi/Band Pop

Synchronize Fest 2026: Festival Musik Jakarta yang Menyatukan Ratusan Musisi

Synchronize Fest 2026 adalah festival musik Jakarta berskala besar yang digelar selama tiga hari di Gambir Expo JIExpo Kemayoran pada 16, 17, dan 18 Oktober, dengan lineup artis festival lintas genre yang menghadirkan ratusan musisi, dari pop, rock, jazz, dangdut hingga skena bawah tanah, lengkap dengan empat panggung kurasi berkonsep berbeda untuk memberi pengalaman menonton yang beragam bagi penikmat musik kota ini. Pengumuman full lineup Synchronize Fest 2026 bukan sekadar jadwal tampil; ini pernyataan sikap bahwa festival musik Jakarta masih mampu merangkai ekosistem yang luas dalam satu perayaan di Gambir Expo Oktober. Ketika banyak festival memilih aman dengan genre seragam, Synchronize Fest memilih jalur berani: merangkul Afgan, Maliq & D’Essentials, Isyana Sarasvati, Geisha dengan Momo, hingga Ayu Ting Ting dalam satu paket yang padu.

Gambir Expo Oktober: Struktur Festival dan Empat Panggung Kurasi

Keputusan menggelar Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo JIExpo Kemayoran pada 16–18 Oktober mempertegas identitasnya sebagai festival yang menjadikan Jakarta pusat pertemuan skena musik nasional. Lebih menarik lagi, edisi kali ini hadir dengan empat panggung kurasi: Gigs Stage yang dikurasi @krapela.live, RedWhite Jazz Lounge oleh Indra Lesmana, Panggung Getarrr oleh @kobramusik, dan Oleng Upuk oleh @lamunairecords. Struktur ini menunjukkan ambisi jelas: penonton tidak sekadar datang untuk menonton idola, tetapi untuk menjelajahi ekosistem musik yang terorganisir, tertematis, dan menyentuh berbagai lapisan selera. Di tengah persaingan festival musik, langkah menggandeng kurator berbeda adalah cara cerdas menjaga identitas sekaligus memberikan pengalaman yang terasa dirancang serius, bukan acak. Harga tiket yang berkisar dari Rp 285.000 sampai Rp 900.000 untuk tiga hari menguatkan pesan bahwa festival ini bernilai kurasi, bukan sekadar deret nama artis.

Day 1: Afgan, Geisha with Momo dan Nostalgia yang Diposisikan Sebagai Pembuka

Hari pertama Synchronize Fest 2026 pada Jumat, 16 Oktober, diisi nama-nama yang sengaja ditata untuk menggabungkan kedalaman lirik dengan rasa nostalgia. Afgan membawa warna pop modern yang kuat, berdampingan dengan Efek Rumah Kaca yang selama ini identik dengan lirik reflektif dan sikap sosial. Namun salah satu langkah paling berani adalah menghadirkan Geisha "A Retrospective Journey" with Momo, Roby, Aan, Dhan, Nard, dan Regina; ini bukan sekadar reuni, melainkan penegasan bahwa cerita band bisa dibaca ulang di panggung besar. Kehadiran Perunggu, Potret, Project Pop, Rumah Sakit, Sukses Lancar Rezeki, The Changcuters dan banyak lagi memperkaya lapisan hari pertama dengan kombinasi nostalgia generasi 2000-an dan energi alternatif. Lineup seperti ini menunjukkan strategi: memulai festival dengan memori kolektif dan lirik kuat, agar penonton langsung merasa festival ini punya kedalaman emosional, bukan hanya pesta musik biasa.

Day 2: Ayu Ting Ting, Maliq, Hindia dan Lintas Genre yang Paling Ramai

Sabtu, 17 Oktober, tampak sengaja diposisikan sebagai hari paling ramai dan paling beragam genre. Menghadirkan Ayu Ting Ting di festival musik Jakarta seperti Synchronize Fest adalah pernyataan bahwa dangdut punya tempat setara di panggung besar, bukan sekadar selingan. Di sisi lain, kehadiran Hindia dan Bernadya melayani penonton yang mencari lirik kontemporer dan estetika pop alternatif. Maliq & D’Essentials tampil lewat format Konser Musikal "Senja Teduh Pelita" bersama Jakarta Movin, menandakan ambisi artistik yang melewati format konser biasa. Kekuatan hari kedua juga ada pada konsep Indonesian Girl Group yang mempertemukan Chibi Chibi, G String, PrincessTale, Super Girlies, 7ICONS dan para mantan personel Blink, lengkap dengan Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa dan Sivia dengan musik oleh Jebung. Ditambah Emo Revival, The Panturas, Seringai, Souljah, Wali, hingga Tribute to Warkop DKI oleh Indro Warkop, GJLS, Duo BahLul dan Orkes Nunung CS, hari kedua menjelma seperti katalog lintas memori pop, rock, komedi, dan skena bawah tanah dalam satu hari.

Day 3: Isyana, Dipha Barus dan Penutup yang Menekankan Spektrum Musik

Minggu, 18 Oktober, ditata sebagai penutup yang menekankan betapa lebar spektrum Synchronize Fest 2026. Nama-nama seperti Dipha Barus dan Basboi menghadirkan kombinasi elektronik, hip-hop dan budaya klub yang kuat. Di sisi lain, kehadiran Endank Soekamti, J-Rocks, The Adams, Vierratale dan The Brandals menyuguhkan rock, pop punk dan indie yang sudah lama tertanam di memori kolektif penikmat musik kota. Isyana Sarasvati, yang belakangan dikenal menggabungkan pop, klasik dan prog rock, menjadi titik penting hari terakhir: sebuah simbol bahwa eksplorasi musik yang tak mudah dikotakkan mendapat tempat pusat. Ditambah kehadiran Duo Maia, Nadhif Basalamah, Indra Lesmana, Reality Club, Sisitipsi, Teza Sumendra dan lainnya, penutup ini terasa seperti peta besar: dari jazz lounge sampai pop eksperimental. Pengumuman full lineup melalui akun resmi festival beberapa hari sebelum acara jelas memuaskan penantian panjang para pecinta musik yang menunggu susunan akhir nama-nama ini.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!