IIPE 2026: Panggung Penjualan Coucou di Tengah Lonjakan Pengunjung
IIPE 2026 pameran adalah ajang pet expo Indonesia yang mempertemukan pelaku industri, pemilik hewan peliharaan, komunitas, serta penyedia produk dan layanan anabul, yang menjadikannya panggung strategis bagi merek pakan hewan lokal seperti Coucou untuk mendorong penjualan sekaligus memperkenalkan inovasi produk kepada pasar yang sedang tumbuh cepat. Di ICE BSD, Tangerang, gelaran 4–6 September ini bukan sekadar temu kangen pencinta anabul, tetapi medan uji keberanian strategi dagang. Lonjakan pengunjung dibanding tahun sebelumnya memberi sinyal jelas: siapa yang berani ambil risiko, berpeluang merebut dompet para pemilik anabul yang haus pilihan baru. Coucou membaca momentum itu secara agresif, menjadikan keramaian sebagai bahan bakar untuk target penjualan besar, alih-alih hanya puas memajang produk di booth. Di tengah ratusan exhibitor, mereka memilih tampil sebagai pemain yang berani pasang target, bukan sekadar ikut ramai.

Diskon 10–30 Persen: Senjata Utama Coucou Menggiring Transaksi
Keberanian Coucou terlihat jelas dari strategi diskon pakan hewan yang tidak setengah hati. Selama IIPE 2026 pameran, mereka menebar potongan harga 10–30 persen untuk berbagai produk Coucou pakan hewan, ditambah hadiah langsung dan beragam gimmick demi mengunci keputusan belanja di tempat. Ini bukan promosi manis di permukaan; ini taktik untuk mengubah booth menjadi titik transaksi padat, bukan sekadar tempat foto-foto. Pengunjung seperti Zainab terang-terangan menyebut, "Saya suka produk Coucou, apalagi saat pameran ini ada diskon 10 hingga 30 persen," menunjukkan bahwa kebijakan harga agresif memang bekerja di level konsumen. Di pet expo Indonesia yang penuh merek dan opsi, diskon agresif menjadi pembeda nyata. Coucou mengambil posisi jelas: kalau ingin menang di lantai pameran, jangan ragu menggoda dompet pemilik anabul dengan nilai yang terasa saat itu juga.
Target Rp1 Miliar dan Keyakinan Coucou yang Tidak Sekadar Gimmick
Coucou tidak datang ke IIPE 2026 dengan mental “lihat-lihat dulu”. Mereka masuk dengan target penjualan Rp1 miliar selama tiga hari pameran dan menyatakannya secara terbuka, lalu mengikat target itu dengan sistem penjualan langsung ke pemakai, bukan ke toko. Artinya, setiap transaksi di booth adalah hubungan yang dibangun dengan pemilik hewan, bukan sekadar distribusi barang. Optimisme Coucou soal tercapainya target bukan kosong; pada hari pertama saja, jumlah pengunjung disebut meningkat 300 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan estimasi total yang bisa tembus lebih dari 3.000 orang. Di tengah traffic sebesar itu, target Rp1 miliar terdengar ambisius tetapi logis, selama diskon pakan hewan dan rangkaian produk Coucou pakan hewan betul-betul dikemas sebagai solusi lengkap untuk anabul. Ini cara pandang yang lebih berani daripada sekadar “branding presence”.
Produk Lengkap dan Fokus Kucing: Strategi Memanfaatkan Karakter Pasar
Yang membuat pendekatan Coucou menarik adalah keberanian memanfaatkan karakter pasar alih-alih melawannya. Dari sisi penjualan, mereka mengakui pasar masih didominasi pemilik kucing, dengan rasio kucing terhadap anjing yang diperkirakan 1:4 atau 1:5. Alih-alih memaksa menyeimbangkan porsi, Coucou memantapkan lini produk yang ramah kucing: makanan kering dan basah, multivitamin, sampo, camilan, parfum, hingga produk terbaru berupa susu kambing rendah asam lemak yang dirancang sesuai pencernaan hewan, terutama kucing. Di pet expo Indonesia yang menghadirkan 295 exhibitor, strategi ini penting: jangan sekadar ikut tren, tetapi fokus di segmen yang secara statistik paling ramai. Ketika pengunjung seperti Winnie menyebut tertarik pada susu kambing Coucou untuk kucing peliharaannya, terlihat bahwa fokus tersebut bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan pilihan produk yang terasa relevan di lantai pameran.
IIPE sebagai Laboratorium Pasar dan Loncatan Merek Lokal
Di balik semua diskon dan gimmick, inti pentingnya IIPE 2026 pameran bagi Coucou dan produsen pakan hewan lain adalah perannya sebagai laboratorium pasar. Ajang ini mempertemukan pelaku industri, pemilik hewan peliharaan, komunitas, hingga penyedia produk dan layanan dalam satu ruang interaksi intensif, menciptakan potensi pasar besar yang sulit ditandingi kanal penjualan biasa. Bagi produsen makanan hewan seperti Coucou, ribuan pengunjung dan kehadiran 295 exhibitor adalah peluang untuk memperkenalkan produk terbaru secara langsung, menguji respons terhadap inovasi seperti susu kambing, serta membaca tren kebutuhan pemilik anabul yang terus bergeser. Di pameran pet terbesar ini, Coucou menunjukkan bagaimana merek lokal bisa naik kelas: gabungkan keberanian pasang target, diskon agresif, dan pemahaman karakter pasar. Kesimpulannya tegas: tanpa strategi menyerang, keramaian expo hanya akan lewat begitu saja; dengan taktik seperti Coucou, keramaian itu berubah menjadi lonjakan penjualan dan fondasi loyalitas jangka panjang.






