Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Masakpora Pestapora: Surga Workshop Memasak Interaktif di JIEXPO

Masakpora Pestapora: Surga Workshop Memasak Interaktif di JIEXPO
Minat|Teknik Memasak

Masakpora: Jantung Pengalaman Kuliner Hands-on di Pestapora

Masakpora adalah sebuah pengalaman kuliner interaktif di sebuah festival kuliner Jakarta yang menggabungkan live cooking demonstration, workshop memasak interaktif, dan permainan kuliner agar pengunjung belajar sambil mempraktikkan teknik memasak secara langsung bersama para kreator makanan.

Esensi Masakpora terasa jelas begitu memasuki area Pasar-Pasaran di JIEXPO Kemayoran: dapur terbuka, stan penuh aktivitas, dan penonton yang tidak hanya menonton, tetapi diajak ikut mengaduk, memotong, hingga mencicipi. Diselenggarakan pada 25–27 September 2026, program ini membuktikan bahwa festival kuliner Jakarta bisa lebih dari sekadar antre makanan, melainkan ruang belajar rasa dan teknik memasak secara langsung. Fokusnya tegas: pengalaman kuliner hands-on untuk pengunjung yang ingin naik level dari sekadar penikmat menjadi pelaku. Kesan utama yang tertinggal bukan “aku pernah lihat”, melainkan “aku pernah bikin”. Bagi generasi muda yang haus eksplorasi, format seperti ini terasa jauh lebih relevan dibanding sekadar menonton dari jauh.

Masakpora Pestapora: Surga Workshop Memasak Interaktif di JIEXPO

Tiga Program Utama: Dapur MBY, KBBI, dan TTM

Pengalaman Masakpora dirangkai rapi dalam tiga program utama: Dapur MBY “Masak Besar Yummy”, KBBI (Kegiatan Bebikinan Bareng Inih), dan TTM (Tiba Tiba Main). Dapur MBY berfungsi sebagai panggung besar live food experience, tempat pengunjung menyaksikan proses memasak dari awal hingga akhir sembari menyerap trik dan ritme kerja dapur profesional. Di sisi lain, KBBI menjadi ruang paling intim untuk workshop memasak interaktif, karena peserta duduk dekat dengan kreator, memegang alat, dan ikut mengolah bahan sendiri.

TTM menjadi jembatan antara hiburan dan edukasi. Menurut Riandika Winandatama, kehadiran Masakpora “menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman melalui kuliner” karena menyatukan makanan, kreator, dan pengunjung dalam format interaktif. Dengan pembagian peran yang jelas, ketiga program ini memastikan bahwa siapa pun—baik yang ingin menonton, belajar serius, maupun sekadar bermain—punya tempat dan pengalaman yang relevan.

Live Cooking Demonstration: Belajar Teknik dari Garis Depan Dapur

Live cooking demonstration di Masakpora bukan suguhan pelengkap; ia menjadi tulang punggung cara belajar yang paling efektif di tengah festival kuliner Jakarta. Dari sudut Dapur MBY, pengunjung diajak menyaksikan bagaimana sebuah resep diurai menjadi langkah-langkah logis: menyiapkan bahan, mengatur timing, hingga menyajikan hidangan secara estetis. Format live ini membuat proses memasak yang sering tampak rumit di layar digital terasa lebih terjangkau karena penonton bisa langsung melihat tekstur, konsistensi, dan warna pada setiap tahap.

Yang membuat sesi ini penting adalah keterlibatan audiens. Masakpora sejak awal dirancang sebagai live food experience yang menggabungkan proses memasak, kreativitas kreator, dan keterlibatan langsung penonton. Penonton tidak hanya bersorak ketika hidangan jadi, tetapi juga didorong untuk bertanya, mencatat, dan kadang diminta membantu langkah-langkah ringan. Format ini mengubah dapur festival dari panggung satu arah menjadi kelas terbuka, sebuah cara yang jauh lebih efektif untuk menanamkan kepercayaan diri memasak di rumah.

Permainan TTM: Saat Tebak Rempah dan Ludo Menjadi Kelas Rasa

Banyak festival kuliner berhenti di titik “makan dan pulang”, tetapi Masakpora menambahkan lapisan edukasi lewat permainan interaktif. Program TTM (Tiba Tiba Main) dibagi menjadi dua sesi: Tiba-Tiba Main Tebak-Tebakan dan Tiba-Tiba Main Ludo. Tebak-tebakan ini membuka ruang untuk mengenal bahan dan rempah, sementara format ludo memberi konteks permainan yang ringan namun tetap mengasah pengetahuan kuliner pesertanya.

Sesi TTM dibuka pada pukul 19.00 dan 21.30, sehingga terasa seperti “kelas malam” yang santai namun informatif bagi pengunjung yang sudah lelah berkeliling namun belum ingin pulang. Di sinilah Masakpora menunjukkan bahwa belajar kuliner tidak harus kaku. Mengingat bahan, teknik, atau istilah bisa jauh lebih melekat ketika dibungkus permainan. Ditambah kesempatan menikmati es dan kacang rebus gratis selama persediaan masih ada, pengalaman ini menegaskan bahwa edukasi kuliner bisa hangat, inklusif, dan menular.

Mengapa Format Interaktif Masakpora Layak Jadi Standar Baru

Masakpora lahir dari semangat membawa pengalaman kuliner lebih dekat dengan keseharian dan minat generasi muda, terutama mereka yang terbiasa belajar lewat layar. Menurut Bellinna Puteri Alfine, tujuan program ini adalah mengalihkan pengalaman konten kuliner dari sekadar tontonan digital menjadi interaksi langsung yang bisa dirasakan. Tiga hari di JIEXPO Kemayoran membuktikan satu hal penting: ketika penonton diberi kesempatan menyentuh bahan, mengaduk adonan, dan ikut bermain, hubungan mereka dengan makanan menjadi jauh lebih personal.

Kombinasi workshop memasak interaktif, live cooking demonstration, dan permainan seperti TTM menjadikan Masakpora lebih dari sebuah stan di festival kuliner Jakarta; ia terasa seperti laboratorium rasa untuk publik. Dalam ekosistem F&B yang makin padat, format hands-on seperti ini layak menjadi standar baru. Pengunjung pulang bukan hanya dengan foto, tetapi dengan skill, memori rasa, dan keberanian untuk bereksperimen di dapur masing-masing. Bila festival lain ingin relevan bagi generasi yang gemar mencoba, Masakpora memberi contoh konkret bagaimana caranya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!