Pelatihan digital perlu berujung pada penjualan
Pelatihan digital marketing adalah kegiatan yang membekali pelaku usaha dengan cara memasarkan produk melalui platform daring, membangun merek, dan menjangkau pelanggan baru secara lebih terarah. Nilainya tidak diukur dari seberapa banyak materi disampaikan, melainkan dari apakah pengetahuan itu mengubah cara usaha ditemukan dan dibeli. Di Kediri, Lazismu Kabupaten Kediri bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat menggelar Workshop UMKM Naik Kelas dengan AI bertema “Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan” di Gedung Dakwah Muhammadiyah pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Sebanyak 41 pelaku UMKM dari beragam bidang mengikuti kegiatan yang didukung Rumah BUMN Blitar dan Danantara Indonesia. Inisiatif ini menjawab tantangan nyata: produk bermutu belum tentu dikenal jika pemasarannya tidak hadir di ruang digital. Karena itu, pemasaran digital UMKM harus diperlakukan sebagai bagian dari kerja usaha sehari-hari, bukan pengetahuan yang berhenti setelah lokakarya.

Konten dan kepercayaan menjadi pintu masuk pelanggan
Materi di Kediri menyoroti hal-hal praktis yang kerap menentukan apakah calon pembeli mau mengenal produk lebih jauh: unggahan yang konsisten, gambar atau video yang jelas, copywriting yang menerangkan manfaat, serta ulasan pelanggan. Peserta juga diajak mencoba aktivitas digital, termasuk memberi ulasan di Google Maps dan mengikuti akun media sosial Lazismu. Langkah-langkah ini bukan pengganti kualitas produk, tetapi membantu kualitas itu terlihat dan dipercaya. Strategi penjualan online juga perlu disesuaikan dengan kapasitas tiap usaha; reseller dan afiliator dapat memperluas distribusi, sementara kemasan dan identitas merek membuat produk lebih mudah dikenali. Dengan kata lain, branding produk UMKM bukan perkara tampilan semata. Ia membantu konsumen membedakan produk sekaligus membentuk kesan sebelum transaksi terjadi. Pelatihan menjadi berguna ketika peserta pulang dengan kebiasaan yang bisa dijalankan, bukan sekadar daftar platform.
Sungai Lumpur menghubungkan promosi dengan produk dan pembayaran
Di Sungai Lumpur, Pemerintah Kelurahan mengadakan pelatihan pemasaran digital sekaligus strategi pengembangan produk di Kantor Lurah, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada Selasa, 27 Oktober. Sebanyak 36 pelaku usaha dari sektor kuliner, perabotan, minuman, dan bidang lain mengikuti kegiatan tersebut. Penggabungan dua materi ini patut dicatat: promosi yang lebih luas tidak akan menyelesaikan masalah jika produk belum sesuai kebutuhan pembeli. Sekretaris Kecamatan Singkep, Agustiar, juga mengingatkan bahwa pemasaran lewat Facebook dan TikTok perlu diiringi pilihan pembayaran digital, seperti QRIS, agar transaksi lebih mudah bagi konsumen. Pendekatan ini lebih masuk akal daripada menganggap akun media sosial sebagai solusi tunggal. Jangkauan, kesiapan produk, dan kemudahan pembayaran harus bekerja bersama supaya calon pembeli dapat beralih dari melihat promosi menjadi melakukan pembelian.

Ukuran keberhasilan ada pada penerapan
Kedua program menunjukkan bahwa pelatihan pemasaran digital UMKM akan berdampak jika disertai tindak lanjut dan penerapan di lapangan. Di Kediri, Lazismu berharap peserta memakai pengetahuan yang didapat untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, dan memperkuat kemandirian ekonomi; kegiatan serupa juga diharapkan berlanjut dengan topik yang lebih luas, termasuk perpajakan. Di Sungai Lumpur, pelatihan muncul sebagai tindak lanjut aspirasi pelaku usaha yang ingin menambah pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan itu merupakan salah satu dari tiga program pemberdayaan kelurahan, dengan satu kegiatan lain masih akan menyusul. Pemerintah setempat berharap materi tidak berhenti sebagai teori, melainkan diterapkan dalam aktivitas usaha. Harapan tersebut seharusnya menjadi tolok ukur utama: apakah konten makin teratur, merek makin jelas, produk makin sesuai, dan transaksi makin mudah? Tanpa perubahan yang dapat dilihat, pelatihan hanya menjadi acara; dengan penerapan konsisten, ia dapat menjadi jalan nyata menuju pelanggan baru.






