Dari Tabungan Pertama ke Investasi Cerdas: Peran Bank dan OJK di Ruang Kelas

Dari Tabungan Pertama ke Investasi Cerdas: Peran Bank dan OJK di Ruang Kelas
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Literasi Keuangan Siswa: Dari Teori ke Pengalaman Nyata di Cabang Bank

Literasi keuangan siswa adalah kemampuan anak sekolah memahami cara memperoleh, menyimpan, menggunakan, dan merencanakan uang secara bertanggung jawab, termasuk mengenali produk dan layanan keuangan, risiko, serta kebiasaan menabung yang sehat, melalui pengalaman belajar yang terarah, konsisten, dan dekat dengan keseharian mereka. Di tengah arus layanan keuangan digital dan godaan konsumsi instan, mendidik anak memahami uang sejak SD bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Program edukasi bank seperti Tour de Bank CIMB menjadi jembatan konkret antara buku pelajaran dan dunia nyata: siswa tidak hanya mendengar cerita tentang bank, mereka berjalan di lobi cabang, melihat teller bekerja, dan berdialog langsung dengan profesional keuangan. Pendekatan edukatif dan interaktif ini jelas lebih kuat daripada sekadar ceramah sekali setahun; ia menanam kebiasaan, bukan hanya menambah pengetahuan.

Tour de Bank CIMB dan AMDB: 112 Ribu Siswa, 77 Kota, Satu Pesan tentang Uang

Angka 112.461 siswa dari 1.216 sekolah di 77 kota bukan sekadar statistik; itu adalah generasi yang mulai melihat uang dengan cara baru. Sejak 2011, Tour de Bank CIMB untuk siswa SD dan program Ayo Menabung dan Berbagi (AMDB) untuk siswa SMP menanamkan kebiasaan menabung dan mengelola uang secara bijak melalui kunjungan langsung ke cabang bank dan aktivitas yang melibatkan direktur serta staf profesional. "Sejak 2011 hingga Juni 2026, Program AMDB dan Tour de Bank telah menjangkau 112.461 siswa dari 1.216 sekolah". Pada 2026 saja, 5.162 siswa dari 62 sekolah ikut serta, menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan acara simbolik, melainkan gerakan yang terus bertambah jangkauannya. Ketika anak SD memegang buku tabungan pertamanya dan siswa SMP berdiskusi tentang tujuan menabung, pesan yang tertanam jelas: uang harus dikelola, bukan dihabiskan tanpa rencana.

Bulan Literasi Keuangan OJK: Strategi Nasional yang Turun ke Level Sekolah

Kampanye Bulan Literasi Keuangan (BLK) OJK bukan sekadar serangkaian seminar; ia adalah kerangka nasional yang menuntut aksi nyata di lapangan. Program Tour de Bank yang digelar di Kantor Cabang Graha CIMB Niaga pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dilakukan sebagai dukungan langsung terhadap puncak BLK OJK dengan tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”. Artinya, literasi keuangan siswa ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan proyek CSR sesaat. Melibatkan pelaku industri jasa keuangan dan PPATK, kampanye ini membuka ruang kolaborasi agar materi tentang tabungan, transaksi digital, dan keamanan finansial masuk ke kelas dan cabang bank secara terstruktur. Menunggu anak belajar uang sendiri dari media sosial adalah resep gagal; memulai dari SD dan SMP lewat program edukasi bank yang terarah jauh lebih realistis untuk membentuk generasi yang cakap finansial.

Edukasi Interaktif di Cabang: Mengapa Sentuhan Langsung Mengalahkan Ceramah

Kekuatan Tour de Bank CIMB terletak pada pengalaman langsung: siswa SD diajak ke kantor cabang, menyaksikan proses perbankan, mengajukan pertanyaan, dan mencoba simulasi transaksi dalam format permainan edukatif. Ini bukan promosi produk, melainkan laboratorium keuangan mini yang memecah stereotip bahwa bank adalah tempat orang dewasa yang rumit. Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menegaskan bahwa literasi keuangan adalah keterampilan penting yang harus dibangun sejak dini, terutama karena layanan keuangan digital memberi kemudahan sekaligus risiko jika digunakan tanpa pemahaman. Melalui pendekatan edukasi yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan, Tour de Bank dan AMDB diarahkan untuk membangun pemahaman dasar tentang perencanaan, pengelolaan uang, dan pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab. Anak yang pernah mengalami sendiri proses membuka rekening akan lebih kritis terhadap tawaran keuangan apa pun di masa depan.

Menuju Generasi Cakap Finansial: Tantangan Lanjutan dan Peran Sekolah

CIMB Niaga berencana melanjutkan program literasi keuangan hingga akhir tahun di kota-kota seperti Banjarmasin, Balikpapan, Mataram, dan Denpasar. Langkah ini penting, tetapi belum cukup. Jika literasi keuangan siswa ingin berbuah menjadi perilaku finansial yang sehat, sekolah perlu memasukkan materi pengelolaan uang ke dalam kurikulum dan menjadikannya bagian dari proyek kelas, bukan hanya kunjungan tahunan. Program edukasi bank dapat menjadi mitra, menyediakan praktik nyata dan narasumber profesional, sementara guru memastikan konsep dasar seperti menabung, anggaran, dan tujuan finansial diulang dan diperdalam. Program Ayo Menabung dan Berbagi menunjukkan bahwa siswa SMP siap diajak berdiskusi tentang dampak keputusan finansial, bukan hanya diajak menabung. Jika kolaborasi bank, OJK, dan sekolah dijalankan konsisten, generasi muda akan tumbuh bukan sebagai konsumen impulsif, melainkan sebagai pengelola keuangan yang sadar risiko dan tujuan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!