Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Guru Banyuasin Disiapkan Mengajar Bahasa Inggris di SD

Guru Banyuasin Disiapkan Mengajar Bahasa Inggris di SD
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pelatihan untuk menyambut kewajiban baru

Pelatihan guru SD Bahasa Inggris adalah upaya membekali pendidik dengan kemampuan bahasa dan strategi mengajar sebelum pelajaran tersebut menjadi kewajiban di sekolah dasar. Langkah ini penting bagi Banyuasin, tetapi satu pelatihan belum cukup untuk memastikan semua sekolah siap. Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) mengadakan Professional English Training: English Professional and Sustainable Instructional Leadership di Yogyakarta pada 25–28 Oktober 2026, diikuti 84 guru dan 40 kepala sekolah SD Kabupaten Banyuasin. Program ini diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan melibatkan kepala sekolah, bukan hanya guru. Cakupan peserta itu memberi sinyal bahwa persiapan perlu menyentuh pengajaran sekaligus pengelolaan sekolah. Namun, kesiapan sesungguhnya baru terlihat ketika pendidik mampu mengubah bekal pelatihan menjadi pembelajaran yang teratur dan sesuai kebutuhan murid.

Bekal bahasa harus sampai ke ruang kelas

Materi pelatihan mencakup tata bahasa dasar, pola kalimat dan ungkapan, bentuk kata kerja, serta struktur kalimat lanjutan. Pendekatan yang dijelaskan YPAN menekankan pemahaman logika penggunaan bahasa, bukan sekadar menghafal rumus. Itu arah yang tepat: guru yang memahami pola bahasa lebih berpeluang menerangkan dan memberi contoh secara luwes. Meski demikian, penguasaan grammar saja tidak otomatis menjadikan peserta guru Bahasa Inggris yang siap mengajar anak-anak. Pendidik juga perlu latihan menyampaikan materi dengan cara yang sesuai tahap perkembangan murid, serta kesempatan menerapkan dan memperbaiki metode di kelas. Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin, Yosi Zartini, mengatakan pelatihan memberi guru bekal sebelum Bahasa Inggris diberlakukan wajib. Pernyataan itu sekaligus menegaskan tantangannya: ada guru yang masih membutuhkan penguatan kemampuan dasar, sehingga tindak lanjut dan pendampingan akan menentukan dampak program.

Kepala sekolah berperan dalam kesiapan berkelanjutan

Keterlibatan 40 kepala sekolah memperluas fokus dari kemampuan individu guru ke kesiapan institusi. Mereka mengikuti pelatihan kepemimpinan instruksional berkelanjutan, yang diarahkan untuk memperkuat pengelolaan pembelajaran dan perencanaan di sekolah. Peran ini penting: kepala sekolah dapat menyediakan ruang bagi guru untuk berlatih, menyusun jadwal, dan meninjau pelaksanaan Bahasa Inggris SD. Program juga menyertakan kunjungan dan praktik di Kampung Inggris Jogja, tempat penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Pengalaman seperti itu bisa membantu peserta melihat bahasa sebagai alat komunikasi, bukan hanya kumpulan aturan. Tetapi agar manfaatnya tidak berhenti di Yogyakarta, sekolah memerlukan tindak lanjut yang konsisten dan dukungan bagi guru setelah kembali. Pelatihan bersama memberi titik awal; kepemimpinan sekolah yang aktif akan menentukan apakah bekal itu benar-benar masuk ke kegiatan belajar murid.

Waktu persiapan harus digunakan dengan terarah

Mengacu pada Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, Bahasa Inggris masih bersifat pilihan hingga tahun ajaran 2026/2027 dan menjadi mata pelajaran wajib mulai 2027/2028. Jeda tersebut seharusnya dipandang sebagai masa persiapan, bukan alasan menunda pembenahan. Pelatihan YPAN memberi Banyuasin awal yang konkret, tetapi pemerintah daerah dan sekolah tetap perlu memastikan keterampilan guru berkembang, pembelajaran sesuai usia, dan kepala sekolah siap mendukung penerapan kebijakan. Ukuran keberhasilan bukan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, melainkan mutu pengalaman belajar anak ketika kewajiban itu berlaku. Karena itu, kesiapan Bahasa Inggris SD perlu dibangun sebagai proses berkelanjutan: pelatihan, praktik, evaluasi, lalu penguatan berdasarkan kebutuhan sekolah. Banyuasin sudah mengambil langkah awal yang penting; pekerjaan berikutnya adalah memastikan langkah itu menghasilkan guru yang percaya diri dan murid yang mendapat pembelajaran bermakna.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!