Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Santri Juara Kompetisi Literasi Digital Internasional

Santri Juara Kompetisi Literasi Digital Internasional
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Prestasi Santri MAUWH dan Makna Strategis Kompetisi Literasi Digital

Kompetisi literasi digital internasional adalah ajang yang menguji kemampuan pelajar dalam menggunakan, memahami, dan mengembangkan teknologi digital mutakhir melalui serangkaian modul, sertifikasi, dan tantangan terstruktur yang dirancang untuk mencerminkan kebutuhan nyata dunia kerja dan industri global masa depan. Di panggung inilah, santri Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbullah (MAUWH) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membuktikan diri. M Faqih Riyadi, siswa kelas XI MIPA 1, meraih juara 2 kompetisi International Certification of Digital Literacy (ICDL) Asia Pasifik kategori Emerging Technologies Track. Prestasi siswa internasional ini bukan sekadar kabar gembira; ini adalah sinyal kuat bahwa standar kompetensi digital sekolah berbasis pesantren mampu bersaing di level Asia Pasifik dan layak dijadikan rujukan bagi lembaga pendidikan menengah lain.

Santri Juara Kompetisi Literasi Digital Internasional

Bagaimana ICDL Asia Pasifik Menguji Emerging Technologies Siswa

ICDL Asia Pasifik bukan lomba seremonial; ia terstruktur seperti jalur sertifikasi profesional dengan tiga bidang utama: Business Track, Design Track, dan Emerging Technologies Track. Faqih memilih Emerging Technologies Track, jalur yang berfokus pada keterampilan teknologi masa depan yang relevan dengan kebutuhan industri global, mulai dari pemahaman teknologi terkini hingga penerapan praktisnya dalam konteks kerja nyata. Kompetisi ini berlangsung sepanjang tahun, dimulai dari seleksi tingkat provinsi pada 2 Juni melalui penyelesaian modul ICDL secara daring, berlanjut ke babak nasional pada 14 Juli, lalu grand final daring pada 5–26 Agustus. Para pemenang kemudian menerima penghargaan pada ICDL Asia Digital Literacy Day di Sunway TES College, Johor Bahru, Malaysia. Format berlapis ini memaksa sekolah menyiapkan siswa dengan strategi jangka panjang, bukan latihan kilat menjelang lomba.

Strategi Persiapan: Dari Kelas Madrasah ke Panggung Asia Pasifik

Kemenangan Faqih tidak lahir dari keberuntungan, melainkan dari ekosistem belajar yang mulai menempatkan kompetensi digital sekolah sebagai prioritas. Kepala MAUWH menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam mendorong pengembangan kompetensi digital sekaligus meningkatkan daya saing siswa di tingkat internasional. Pernyataan ini penting: madrasah tidak lagi puas dengan literasi dasar, tetapi mendorong santri menguasai emerging technologies siswa yang diuji melalui modul-modul ICDL Asia Pasifik. Kompetisi yang menguji kompetensi teknologi praktis dan keterampilan masa depan pelajar di kawasan Asia Pasifik ini memaksa siswa menggabungkan teori, praktik, dan kecepatan adaptasi. Artinya, kurikulum, pembinaan ekstrakurikuler, dan budaya belajar harus bergerak serempak agar santri siap menghadapi seleksi berjenjang dari provinsi hingga grand final.

Pesantren Modern dan Reposisi Peran dalam Literasi Digital

Fakta bahwa seorang santri madrasah aliyah unggulan mampu mengharumkan nama bangsa di kompetisi literasi digital internasional mengubah cara kita memandang pesantren. Selama ini, pesantren identik dengan kajian kitab dan tradisi keilmuan klasik. Kini, prestasi siswa internasional seperti yang diraih Faqih menunjukkan bahwa pesantren modern mampu menjadi pusat pengembangan literasi digital tanpa meninggalkan akar keagamaannya. Menurut pimpinan madrasah, prestasi ini sangat membanggakan sekaligus menjadi bukti komitmen lembaga dalam mendorong pengembangan kompetensi digital dan daya saing siswa di tingkat internasional. Jika lebih banyak madrasah mengikuti jejak ini, peta talenta teknologi di tingkat sekolah menengah akan jauh lebih beragam, tidak lagi didominasi sekolah umum di kota besar.

Dampak Jangka Panjang dan Tugas Sekolah Menengah

Prestasi Faqih harus dibaca sebagai titik awal, bukan puncak. Kompetisi ICDL Asia Pasifik yang berlapis dari provinsi, nasional, hingga grand final menunjukkan bahwa standar global kini dapat diakses langsung dari ruang kelas madrasah. Tantangannya, apakah sekolah menengah lain siap menjadikan kompetisi literasi digital internasional sebagai bagian dari strategi pengembangan siswa, bukan sekadar ajang insidental. Emerging Technologies Track yang berfokus pada keterampilan teknologi masa depan memberi gambaran jelas tentang kompetensi apa yang perlu diprioritaskan dalam kurikulum dan program pengayaan. Jika sekolah berani menata ulang prioritas, mengintegrasikan sertifikasi digital, dan memberi ruang bagi santri maupun siswa umum untuk berkompetisi, maka kemenangan seperti yang diraih MAUWH akan menjadi norma baru, bukan pengecualian langka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!