Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari ChatGPT ke Model 3D: AI Membuat Pelajaran Lebih Interaktif

Dari ChatGPT ke Model 3D: AI Membuat Pelajaran Lebih Interaktif
Minat|Tips Praktis AI

AI sebagai alat bantu, bukan pengganti guru

Pembelajaran berbantuan AI adalah cara merancang kegiatan belajar dengan dukungan teknologi untuk menyusun materi dan menampilkan konsep secara lebih jelas, sementara guru tetap menentukan tujuan, konteks, dan cara mengajar. Perbedaan antara materi yang hanya dibaca dan konsep yang bisa dilihat atau dibahas penting bagi siswa yang membutuhkan lebih dari penjelasan lisan. Pada 11 Oktober 2026, dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDS Permata Harapan, Jakarta Barat, untuk mengenalkan Canva dan ChatGPT kepada para guru. Tiga dosen dan lima mahasiswa terlibat dalam kegiatan tersebut. Pelatihan ini layak diperhatikan bukan karena AI menjanjikan jalan pintas, melainkan karena guru mencoba menghubungkan alat digital dengan kebutuhan kelas. Ukuran keberhasilannya bukan seberapa banyak aplikasi dipakai, tetapi apakah siswa lebih mudah memahami dan terlibat dalam pelajaran.

Dari ChatGPT ke Model 3D: AI Membuat Pelajaran Lebih Interaktif

Canva untuk tampilan, ChatGPT untuk gagasan

Canva dan ChatGPT punya fungsi berbeda yang dapat saling melengkapi. Canva membantu guru membuat media belajar interaktif berupa presentasi, poster edukasi, dan materi bergambar; ChatGPT dapat membantu mencari ide kegiatan, menyusun pertanyaan, mengembangkan penjelasan, serta merancang kerangka awal bahan ajar. Dalam sesi praktik, guru SDS Permata Harapan mencoba membuat presentasi dan poster, lalu berlatih menyusun prompt untuk meminta bantuan ChatGPT. Pembedaan ini berguna: tampilan visual yang menarik tidak otomatis menghasilkan pelajaran yang bermakna, dan teks yang tersusun rapi belum tentu cocok untuk murid tertentu. Canva AI untuk guru paling bermanfaat ketika pilihan desain mendukung isi pelajaran, sementara ChatGPT untuk pembelajaran dapat menghemat langkah awal penyusunan materi. Namun, keluaran AI tetap perlu diperiksa, diperbaiki, dan disesuaikan dengan tujuan kelas.

Model 3D membawa sistem gerak lebih dekat

Contoh yang lebih konkret datang dari Desi Yusnanda Sari, guru kelas VI UPT SD Negeri 10 Labuhan Ruku di Kabupaten Batubara. Ia membuat Canva AI Tubuh Kita, media berbasis Canva AI 3D yang memvisualisasikan tubuh manusia untuk membantu siswa mempelajari sistem gerak. Materi tulang, otot, dan sendi bisa terasa abstrak dan sulit dihafal; visualisasi tiga dimensi memberi siswa cara untuk melihat bagian tubuh, bukan hanya membaca nama-namanya. Desi juga menyertakan soal HOTS berbentuk studi kasus cedera dan soal numerasi tentang persentase tulang agar siswa berlatih menganalisis, bukan sekadar menghafal. Menurut Desi, materi tersebut sebelumnya sulit dipahami dan diingat, sehingga ia ingin siswa tidak hanya menghafal, tetapi mengaitkan pelajaran dengan gerak tubuh mereka sendiri. Ini contoh kuat tentang penggunaan AI: visual menjadi pintu masuk bagi penalaran, bukan hiasan di layar.

Efisiensi tetap membutuhkan penilaian guru

Dampak yang dilaporkan pada kelas Desi memberi alasan untuk mencoba pendekatan ini dengan cermat: rata-rata nilai pada materi yang sebelumnya dianggap sulit berada di atas KKM, dan lebih banyak siswa berani mencoba menjawab soal dengan penalaran tingkat tinggi. Canva AI juga membantunya menyiapkan media visual dan soal interaktif dengan lebih efisien. Hasil tersebut tidak membuktikan bahwa satu aplikasi akan menghasilkan perubahan serupa di setiap kelas. Kualitas materi, karakter siswa, dan cara guru memandu diskusi tetap menentukan. Karena itu, AI sebaiknya dipakai untuk membuka pilihan aktivitas dan mengurangi pekerjaan persiapan yang berulang, bukan untuk menyerahkan keputusan mengajar kepada mesin. Guru tetap perlu memeriksa fakta, memilih tingkat kesulitan yang tepat, dan memastikan media benar-benar membantu siswa memahami konsep. Kesimpulannya, Canva dan ChatGPT dapat memperkaya pembelajaran ketika teknologi melayani tujuan pedagogis—dan guru tetap memegang kendali.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!