Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Literasi hingga Pitch: Jalan Panjang Kepercayaan Diri Finansial Perempuan

Dari Literasi hingga Pitch: Jalan Panjang Kepercayaan Diri Finansial Perempuan
Minat|Pelatihan Komprehensif

SHEPRENEUR: Saat Literasi Keuangan Perempuan Menjadi Titik Balik

Program pemberdayaan entrepreneur perempuan adalah rangkaian pelatihan terstruktur yang memadukan literasi keuangan perempuan, pengembangan bisnis, dan pendampingan praktis agar pelaku usaha perempuan mampu mengelola arus kas, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta merancang strategi finansial UMKM yang mendukung kemandirian dan keberlanjutan jangka panjang.

Program SHEPRENEUR yang digelar PT Asuransi Jiwa Sequis Life sejak April 2026 adalah contoh jelas bagaimana literasi keuangan perempuan tidak boleh lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan fondasi identitas wirausaha. Dari lebih 220 pendaftar, hanya 60 perempuan wirausaha yang terpilih mengikuti Learning Series pada Juli–Agustus. Seleksi ini menunjukkan satu hal: keinginan belajar saja tidak cukup, struktur pembelajaran yang serius memang perlu disaring untuk mereka yang siap mengubah cara mengelola bisnis.

Materi program tidak berhenti di tips usaha, melainkan menyentuh inti: pengelolaan keuangan usaha, pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, arus kas, hingga pemahaman risiko dan perlindungan finansial. Di sinilah posisi literasi keuangan perempuan naik kelas; bukan sekadar tahu menabung, tetapi mampu membaca risiko dan melindungi masa depan bisnis.

Dari Kelas ke Aksi: Mengubah Ilmu Menjadi Strategi Finansial UMKM

Indeks literasi keuangan perempuan 69,61% menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 sering dibaca sebagai capaian yang cukup baik. Namun angka ini baru berarti ketika diterjemahkan menjadi keputusan bisnis yang terukur. SHEPRENEUR mencoba menutup celah itu dengan Learning Series yang memaksa peserta tidak berhenti di teori.

Setelah mengikuti pembelajaran, para pelaku bisnis perempuan wirausaha menyusun Business Action Plan untuk mengembangkan usaha masing-masing. Di sinilah literasi keuangan perempuan diuji: mampukah mereka merancang strategi finansial UMKM yang realistis, dari pengelolaan arus kas hingga skenario risiko. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan mitigasi risiko dinilai dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha, bukan sekadar menjaga usaha tetap buka bulan depan.

Materi seperti pemisahan keuangan pribadi dan bisnis sering dianggap remeh, padahal ini salah satu garis tipis antara usaha yang sekadar menghasilkan pendapatan dengan usaha yang punya peluang membangun aset. Program ini mengirim pesan tegas: keuangan usaha yang sehat adalah alat negosiasi kepercayaan diri, baik di depan keluarga, mitra, maupun calon investor.

Business Pitch Day: Saat Perempuan Menguji Strategi di Depan Publik

Hanya sembilan dari 60 peserta yang akhirnya terpilih menjadi finalis SHEPRENEUR untuk mengikuti Business Pitch Day pada 1 September 2026. Angka kecil ini menunjukkan betapa serius standar yang dipasang: tidak semua rencana bisnis layak dipresentasikan, dan tidak semua pitch siap diuji di ruang publik.

Dalam Business Pitch Day, para finalis mempresentasikan rencana bisnis, strategi pengembangan usaha, dan rencana pengelolaan keuangan. Ini bukan sekadar ajang lomba; ini laboratorium kepercayaan diri finansial. Perempuan wirausaha dipaksa menjelaskan angka mereka: bagaimana arus kas dijaga, bagaimana risiko diantisipasi, dan ke mana keuntungan akan diarahkan. Di titik ini, literasi keuangan perempuan berubah menjadi narasi bisnis yang bisa diuji, dikritik, bahkan ditawar.

TOP 9 SHEPRENEUR bukan hanya mendapat pengakuan simbolik; mereka juga memperoleh kesempatan memasarkan produk melalui bazar di SHElebration Day, mempertemukan teori pitch dengan realitas pasar. Ketika produk, cerita bisnis, dan angka keuangan tampil dalam satu panggung, peserta belajar bahwa pitch yang kuat selalu bertumpu pada pemahaman mendalam tentang kondisi finansial usahanya.

Proteksi Jiwa dan Risiko: Dimensi yang Sering Dilupakan UMKM

Salah satu bagian paling menarik dari program ini adalah dimensi perlindungan jiwa yang terintegrasi dengan pemberdayaan bisnis. Seluruh TOP 9 SHEPRENEUR memperoleh perlindungan Sequis Term Life Plus dengan premi tahun pertama ditanggung penyelenggara. Program perlindungan tersebut memberikan perlindungan jiwa selama 10 tahun dengan pembayaran premi selama enam tahun, dengan manfaat dasar 100% Uang Pertanggungan apabila tertanggung meninggal dunia atau mengalami Cacat Total dan Tetap akibat kecelakaan.

Bagi banyak UMKM, strategi finansial sering berhenti pada bagaimana menambah penjualan. SHEPRENEUR menambahkan lapisan lain: bagaimana usaha tetap bertahan ketika risiko terbesar menimpa pemiliknya. Untuk risiko meninggal atau Cacat Total dan Tetap akibat kecelakaan lalu lintas, manfaat tambahan 100% Uang Pertanggungan membuat total manfaat dapat mencapai 200%. Ini bukan sekadar angka polis; ini adalah cara baru melihat mitigasi risiko sebagai bagian integral dari model bisnis perempuan wirausaha.

Ketika literasi keuangan perempuan disentuh hingga aspek proteksi, pesan yang muncul jelas: keberlanjutan usaha tidak hanya bergantung pada kemampuan menjual, tetapi juga pada kesiapan menghadapi skenario terburuk. Program pemberdayaan entrepreneur yang mengabaikan dimensi ini mungkin tampak menarik di permukaan, tetapi lemah di saat krisis.

SHElebration Day: Merayakan Jaringan, Bukan Sekadar Penghargaan

SHElebration Day di Jakarta menjadi puncak program SHEPRENEUR 2026 dan ajang apresiasi bagi 60 perempuan wirausaha yang mengikuti rangkaian program sejak April. Namun lebih dari seremoni, acara ini menunjukkan satu pelajaran penting: literasi keuangan perempuan akan lebih kuat ketika didukung jaringan.

SHElebration menjadi ruang berbagi pengalaman dan membangun koneksi antarpeserta, mentor, dan praktisi keuangan. TOP 9 mendapat fasilitas bazar untuk memperkenalkan serta memasarkan produk usahanya. Di sini tampak jelas bahwa program pemberdayaan entrepreneur yang efektif bukan hanya tentang modul pelatihan, tetapi juga tentang membuka panggung konkret untuk bisnis perempuan wirausaha. Ketika produk bertemu pelanggan, dan pemilik usaha bertemu calon mitra, kepercayaan diri finansial mereka diuji dan diperkuat.

Kesimpulannya, SHEPRENEUR menunjukkan bahwa jalan menuju kemandirian finansial perempuan tidak bisa dipotong: harus melalui literasi, praktik, pitch, proteksi, dan jaringan. Indeks literasi keuangan 69,61% hanya angka di kertas bila tidak diterjemahkan dalam keputusan berani di ruang bisnis. Program seperti ini layak diterjemahkan dan direplikasi: bukan sebagai kampanye satu kali, tetapi sebagai ekosistem pembelajaran yang memposisikan perempuan sebagai pemilik penuh atas keputusan finansial dan masa depan usahanya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!