Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bagaimana Marathon Besar Mengubah Lari Menjadi Aksi Sosial dan Lingkungan

Bagaimana Marathon Besar Mengubah Lari Menjadi Aksi Sosial dan Lingkungan
Minat|Lari Jalanan

Marathon Aksi Sosial: Lintasan Lari, Lintasan Perubahan

Marathon aksi sosial adalah penyelenggaraan lomba lari yang secara sengaja dirancang bukan hanya untuk memperebutkan waktu finis, tetapi untuk mengubah energi kolektif pelari menjadi donasi terukur, aksi lingkungan nyata, dan dampak sosial yang berkelanjutan bagi komunitas di sekitar lintasan. Maybank Marathon in Partnership with Visa yang digelar pada 23 Agustus di Bali menjadi contoh terang bagaimana lari untuk keberlanjutan bisa dioperasikan secara konkret, bukan sekadar slogan. Alih-alih berhenti pada euforia medali, event lari charity ini menempatkan pelari sebagai aktor perubahan. Setiap kilometer bukan hanya catatan waktu, melainkan kontribusi yang dapat dihitung nilainya untuk masyarakat dan bumi. Dalam konteks inilah, marathon mulai bergeser dari sekadar festival sport tourism menjadi platform aksi sosial yang terstruktur.

MMRFC: Donasi Rp 933 Juta dan Makna Setiap Kilometer

Argumen bahwa marathon dapat menjadi mesin filantropi mendapat bukti kuat lewat Maybank Marathon Run for Charity (MMRFC). Program penggalangan dana ini menghimpun Rp933.711.005, naik 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan melibatkan 35 pelari penggerak inspirasi dan 6 mitra keberlanjutan. "Program Maybank Marathon Run for Charity (MMRFC) tahun ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp933.711.005," kata Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan. Angka ini penting bukan sekadar besarannya, tetapi karena seluruh dana disalurkan langsung kepada penerima manfaat dari mitra keberlanjutan, sehingga setiap kilometer yang ditempuh pelari membawa dampak positif bagi masyarakat. Di sini terlihat pergeseran paradigma: marathon aksi sosial memindahkan pusat gravitasi dari podium juara ke lintasan donasi, di mana narasi yang diagungkan adalah siapa yang terbantu, bukan hanya siapa yang tercepat.

Jejak Hijau Runner dan Dampak Lingkungan Marathon

Selama ini, dampak lingkungan marathon kerap diabaikan, padahal pengukuran jejak karbon penyelenggaraan tahun 2025 mencatat emisi 4.336 tCO₂e, sebagian besar dari transportasi dan akomodasi pelari. Maybank menjadikan data ini sebagai baseline untuk Roadmap Jejak Hijau, yang diterjemahkan ke langkah konkret seperti optimalisasi armada bus shuttle, penggunaan kendaraan listrik, dan pengelolaan limbah yang lebih ketat. Di tengah strategi struktural itu, lahirlah Jejak Hijau Runner: pelari pacer kelompok akhir kategori marathon sub-6 jam 30 menit dan sub-7 jam yang bukan hanya menjaga ritme peserta agar finis sebelum cut-off time, tetapi juga champion lari untuk keberlanjutan. Mereka memungut sampah sepanjang rute dan menyuarakan aksi ramah lingkungan, membuktikan bahwa dampak lingkungan marathon bisa dikurangi lewat tindakan sederhana yang dilakukan setiap pelari di lintasan.

Dari Desa Bebas Emisi ke Netral Karbon 2030

Jika banyak event berhenti pada green campaign kosmetik, pendekatan ini mencoba menambatkannya ke target jangka panjang: Maybank Marathon Netral Karbon 2030. Inisiatif seperti Jejak Hijau Runner hanya satu simpul dalam perjalanan itu. Data emisi 4.336 tCO₂e dijadikan acuan menyusun roadmap yang lebih sistemik, mulai dari moda transportasi peserta hingga pengelolaan sampah. Dampaknya juga meluas ke luar lintasan, misalnya melalui kolaborasi dengan World Resources Institute untuk program Desa Sanding Bebas Emisi yang memetakan emisi dan mengelola sampah organik berbasis komunitas. Di sisi inklusi sosial, dukungan ke Piduh Charity Café bersama Yayasan Widya Guna menghadirkan pelatihan keterampilan bagi anak dan pemuda berkebutuhan khusus. Dengan demikian, marathon aksi sosial ini tidak berhenti di hari lomba; ia menyusup ke desa, ke rumah belajar, menjadikan event lari charity sebagai katalis perubahan struktural.

Keterlibatan Pelari: Kunci Marathon yang Bertanggung Jawab

Pelajaran terpenting dari penyelenggaraan di Bali adalah sederhana: tanpa pelari yang terlibat aktif, narasi keberlanjutan hanya akan menjadi spanduk. Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menegaskan bahwa keterlibatan pelari merupakan kunci penting dalam mewujudkan penyelenggaraan lomba yang bertanggung jawab dan setiap pelari bisa mengambil bagian dalam perjalanan sustainability Maybank Marathon. Jejak Hijau Runner dirancang untuk menghidupkan pesan ini di lintasan, membantu pelari lain mencapai finis sambil membawa semangat menjaga lingkungan. Di luar rute, partisipasi ini diwujudkan dalam penggalangan dana MMRFC dan kolaborasi dengan berbagai mitra sosial. Kesimpulannya, lari untuk keberlanjutan bukan konsep abstrak; ia adalah keputusan desain event, transparansi angka, dan strategi yang menempatkan pelari bukan sebagai konsumen lomba, melainkan sebagai warga yang bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan setiap langkah mereka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!