Lari dan kekuatan dalam satu lintasan
Hybrid race adalah olahraga yang menggabungkan lari untuk melatih daya tahan kardiovaskular dengan latihan fungsional untuk menguji kekuatan otot, sehingga peserta harus menjaga performa saat tubuh mulai lelah. Daya tarik format ini bagi perempuan bukan sekadar variasi dari rutinitas gym atau lari: keduanya dirangkai menjadi tantangan yang menuntut stamina sekaligus ketahanan mental. Nagita Slavina tertarik mendalami tren tersebut, meski belum turun bertanding langsung. Perhatiannya ikut tertuju pada kenyamanan teman-teman perempuannya ketika mencoba olahraga ini. Minat itu relevan karena latihan lari dan beban kerap dijalani sebagai kegiatan terpisah, sedangkan hybrid race meminta peserta berpindah dari satu tuntutan fisik ke tuntutan lainnya. Bagi yang ingin menguji diri tanpa harus mengejar prestasi atlet, format ini menawarkan sasaran yang jelas: menyelesaikan tantangan sesuai kemampuan.
EmpowHER Arena memberi perempuan ruang untuk mulai
EmpowHER Arena dijadwalkan berlangsung di ICE BSD City, Tangerang Selatan, pada 5 Desember 2026 sebagai ajang hybrid race khusus perempuan. Penyelenggara menargetkan lebih dari 1.000 peserta, dari pelari dan pegiat gym hingga pemula. Skala dan sasaran itu penting: olahraga kekuatan perempuan tidak semestinya terasa eksklusif bagi mereka yang sudah terlatih. Nagita, selaku CEO BUNDlifetainment, mengatakan wadah ini diharapkan mendorong perempuan lebih berani mencoba hal baru, percaya diri, dan saling mendukung. Format lombanya memadukan lari 500 meter dengan stasiun latihan fungsional, termasuk sled push, burpee, dan wall ball. Dengan begitu, peserta bukan hanya mengukur kecepatan, tetapi juga kemampuan mempertahankan tenaga saat berpindah gerakan. EmpowHER Arena mencoba mengubah tantangan fisik menjadi pengalaman bersama, bukan ujian yang harus dihadapi sendirian.
Tantangan berlari tetap terasa, bahkan bagi pegiat gym
Cindy Lauw menyambut antusias EmpowHER Arena dan mengaku pernah diperkenalkan pada latihan sejenis melalui tempat olahraganya, meski tidak rutin. Ia berencana berlatih beberapa bulan agar bisa mengikuti ajang tersebut untuk bersenang-senang, tetapi belum menentukan kategori dan ingin mengajak teman-temannya lebih dulu. Sikap ini memperlihatkan bahwa daya tarik hybrid race tidak harus bertumpu pada ambisi kompetitif; persiapan bersama dan pengalaman mencoba pun bisa menjadi alasan yang cukup. Ajang ini menyediakan kategori Open untuk pemula dan Pro untuk atlet, dengan pilihan perorangan maupun estafet. Sesi pengenalan latihan sebelum hari perlombaan dan fasilitas medis juga disiapkan. Rangkaian dukungan itu membuat tantangan lebih mudah didekati, meski peserta tetap perlu menyesuaikan latihan dengan kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing.

Panggung khusus saja belum cukup
EmpowHER Arena menarik karena memberi perempuan ruang yang dirancang khusus, dari pilihan kategori dan persiapan hingga pengalaman pada hari perlombaan. Namun, nilai sebuah acara tidak berhenti pada garis finis. Agar minat terhadap hybrid race perempuan bertahan, akses bagi pemula, dukungan latihan, dan suasana yang tidak menghakimi perlu menjadi bagian nyata dari pengalaman, bukan sekadar pesan promosi. Format kategori yang bertingkat dan sesi pengenalan merupakan langkah yang menjanjikan; peserta tetap perlu mengambil keputusan realistis tentang kesiapan fisik. Acara pada 5 Desember itu juga direncanakan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BUNDlifetainment, sementara informasi persiapan tersedia melalui akun resmi BUNDlifetainment dan 20FIT. Pada akhirnya, keberhasilan ajang ini layak diukur bukan hanya dari jumlah peserta, tetapi dari apakah lebih banyak perempuan merasa mampu memulai dan terus berolahraga setelahnya.






