Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gorengan Bisa Memicu Jerawat dan Minyak Berlebih? Ini Penjelasannya

Gorengan Bisa Memicu Jerawat dan Minyak Berlebih? Ini Penjelasannya
Minat|Perawatan Kulit Berminyak

Kebiasaan makan dapat tercermin pada kulit

Gorengan adalah makanan yang dimasak dalam minyak pada suhu tinggi dan kerap disantap sebagai camilan atau teman makan; jika terlalu sering dikonsumsi, makanan ini dapat berkaitan dengan perubahan kondisi kulit. Karena mudah ditemukan dan rasanya gurih serta renyah, gorengan sering menjadi pilihan sehari-hari—kebiasaan yang layak diperhatikan, bukan alasan untuk langsung menyalahkan satu makanan setiap kali jerawat muncul. Dokter kulit Paula Malhotra dari SKN Institute di Elmhurst menjelaskan bahwa kulit merespons berbagai proses yang berlangsung di dalam tubuh. Itu sebabnya pola makan patut menjadi bagian dari pembahasan kesehatan kulit, meski tidak berdiri sendiri sebagai penjelasan bagi semua masalah kulit. Bukti yang tersedia lebih mendukung kewaspadaan terhadap frekuensi dan pola makan jangka panjang daripada larangan mutlak.

Hubungan gorengan dan jerawat bukan kepastian

Proses menggoreng pada suhu tinggi dapat membentuk senyawa yang berpotensi meningkatkan stres oksidatif dan peradangan. Keduanya dapat berperan dalam masalah kulit, termasuk jerawat. Sebuah penelitian terhadap hampir 2.500 remaja dan orang dewasa menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan berminyak dan gorengan lebih dari tiga kali seminggu memiliki tingkat keparahan jerawat lebih tinggi dibandingkan mereka yang menjalani pola makan kaya sayuran. Temuan ini menunjukkan kaitan, bukan bukti bahwa gorengan pasti menyebabkan jerawat pada setiap orang. Meski begitu, menganggap frekuensi makan tak relevan juga kurang bijak. Bagi yang sedang mencari makanan pemicu jerawat, pola konsumsi gorengan patut diamati bersama pola makan secara keseluruhan, bukan dijadikan satu-satunya tersangka.

Minyak berlebih wajah tidak berasal dari minyak yang berpindah

Ada perbedaan penting antara makan makanan berminyak dan kulit yang tampak berminyak: minyak dari makanan tidak langsung berpindah ke permukaan wajah. Namun, beberapa gorengan, seperti kentang goreng dan donat, mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Makanan tersebut dapat menaikkan gula darah dan insulin dengan cepat; peningkatan insulin dapat merangsang hormon IGF-1 dan aktivitas kelenjar sebasea, yang menghasilkan minyak alami kulit serta berpotensi memperburuk jerawat. Jadi, kaitan gorengan dan minyak berlebih wajah bukan soal lemak makanan menempel di kulit, melainkan kemungkinan mekanisme tubuh yang berhubungan dengan komposisi makanan. Malhotra juga menegaskan, “Mengonsumsi makanan berminyak bukan berarti minyak yang dimakan langsung berpindah ke wajah dan membuat kulit menjadi berminyak.”

Kurangi frekuensi, bukan buru-buru melarang

Kesimpulan praktisnya bukan bahwa setiap orang harus berhenti makan gorengan. Malhotra menyebut satu kali makan atau satu jenis makanan tidak langsung merusak kulit; pengaruh lebih banyak ditentukan pola makan secara keseluruhan dalam jangka panjang. Karena itu, langkah yang masuk akal adalah memperhatikan seberapa sering gorengan dikonsumsi dan menyeimbangkannya dengan sayuran, buah, serta makanan kaya serat. Penggunaan tabir surya secara rutin juga disarankan untuk membantu melindungi kulit dari stres oksidatif dan penuaan dini. Bila jerawat atau minyak berlebih menetap, menyalahkan gorengan saja dapat mengalihkan perhatian dari faktor lain yang perlu dinilai. Sikap paling berguna ialah mencermati kebiasaan makan tanpa mengubah hubungan yang hanya berupa kaitan menjadi kepastian sebab-akibat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!