Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kelas Pilates untuk Donasi: Wellness Bertemu Aksi Kemanusiaan di Sira Village

Kelas Pilates untuk Donasi: Wellness Bertemu Aksi Kemanusiaan di Sira Village
Minat|Yoga & Pilates

Pilates untuk Donasi: Saat Kebugaran Menjadi Gerakan Sosial

Pilates untuk donasi adalah model kegiatan kebugaran yang menggabungkan latihan fisik berbayar dengan penggalangan dana sosial, di mana peserta mengikuti kelas olahraga seperti pilates sambil menyumbangkan biaya tiket dan donasi tambahan yang dialokasikan sepenuhnya untuk membantu komunitas atau fasilitas publik yang membutuhkan, sehingga aktivitas wellness tidak berhenti pada kesehatan pribadi tetapi menjadi saluran solidaritas dan kepedulian lintas wilayah. Dalam konteks ini, kelas pilates charity di Sira Village di KEK Kura-Kura Bali mengambil peran sebagai jembatan konkret antara matras pilates dan tenda operasi darurat di Nusa Tenggara Timur. Sunset Mandala Sira Village menjadi tuan rumah kegiatan Pilates for Charity yang digagas oleh Kelas Rawat Diri, komunitas kebugaran dan pengembangan diri perempuan berbasis di Bali dan Kendari. Sekitar 46 peserta berkumpul bukan hanya untuk berkeringat, tetapi untuk menyalurkan empati melalui tiket dan donasi yang diarahkan ke fasilitas kesehatan terdampak gempa di NTT.

Dari Video Tenda Operasi ke Matras Pilates: Mengapa Kini?

Momentum pilates untuk donasi di Sira Village lahir dari ketidaknyamanan moral melihat ketimpangan akses kesehatan. Co-founder Kelas Rawat Diri, Maryni Manga (Rini), dan timnya tergugah oleh sebuah video yang memperlihatkan operasi medis di tenda di Rumah Sakit Aeramo, Nagekeo, NTT, akibat fasilitas yang rusak pascagempa. Alih-alih menganggap tragedi di NTT sebagai berita jauh, mereka memilih menjadikannya panggilan aksi yang bisa dijawab dari Bali. Di sinilah kelas pilates charity mengambil bentuk: setiap peserta dikenakan tiket Rp75 ribu, dan 100% hasil penjualan tiket beserta donasi disalurkan untuk kebutuhan medis di Puskesmas Tuanggeo, Rumah Sakit Ruteng, dan RSUD Aeramo. "Kami mengadakan kelas Pilates di mana 100 persen hasil penjualan tiket dan donasi disumbangkan sepenuhnya," ujar Rini, menegaskan bahwa tidak ada kompromi antara niat baik dan transparansi pemanfaatan dana.

Sira Village: Pusat Belanja yang Berubah Menjadi Komunitas Olahraga Bali

Kegiatan pilates untuk donasi ini menunjukkan perubahan pelan namun signifikan: pusat perbelanjaan tidak lagi sekadar ruang konsumsi, melainkan ekosistem komunitas olahraga Bali. Pilates sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan yang mencari keseimbangan fisik dan mental, sehingga daerah wisata seperti Canggu, Denpasar, dan Ubud dipenuhi kelas pilates. Sira Village di KEK Kura-Kura memilih tidak hanya mengejar arus belanja global. Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, menegaskan bahwa kawasan ini dirancang "bukan sekadar sebagai pusat perbelanjaan bertaraf global, melainkan sebagai ruang hidup yang membawa manfaat". Sejak soft opening pada 31 Juli 2026, Sira Village membuka ruang bagi sesi lari, kelas pilates, hingga kegiatan fesyen sebagai aktivitas komunitas. Kelas pilates charity di Sunset Mandala membuktikan bahwa tenant olahraga, pelari, dan pegiat fesyen dapat berbagi satu panggung yang menempatkan kepedulian sosial di tengah pengalaman gaya hidup.

Wellness dan Kemanusiaan: Donasi yang Mengalir dari Tubuh Bugar ke Fasilitas Kesehatan

Di Sira Village, wellness dan kemanusiaan tidak diposisikan sebagai dua dunia terpisah. Acara Pilates for Charity menjaring sekitar 46 peserta yang ingin menjaga kesehatan sekaligus berkontribusi sosial. Saat berolahraga dan menjaga kebugaran, para peserta diajak berdonasi untuk fasilitas kesehatan di NTT yang berjuang bangkit dari kerusakan akibat gempa. Dana yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam perlengkapan medis: nebulizer untuk Puskesmas Tuanggeo, alat tes glukosa untuk Rumah Sakit Ruteng, serta pompa ASI, kantong ASI, dan bedong bayi untuk RSUD Aeramo. Di sini, gerakan tubuh dalam kelas pilates charity menjadi metafora yang sangat literal: napas yang dilatih di studio membantu napas pasien yang membutuhkan nebulizer; latihan perhatian pada tubuh sendiri berujung pada perhatian terhadap bayi-bayi yang memerlukan dukungan perawatan dasar. Kolaborasi yang dibangun Kelas Rawat Diri bersama relawan memperlihatkan bahwa aktivitas olahraga dapat dikembangkan menjadi gerakan bersama yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

KEK Kura-Kura Bali: Dari Zona Investasi ke Hub Komunitas dan Solidaritas

Pilates untuk donasi di Sira Village juga menjadi cermin cara kawasan ekonomi khusus mengubah identitasnya. Di KEK Kura-Kura Bali, ruang komersial mulai dimanfaatkan untuk aktivitas komunitas yang membawa misi sosial, bukan hanya transaksi. Tantowi Yahya menyebut dukungan terhadap kegiatan komunitas sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem yang selaras dengan konsep Longevity, yang menempatkan kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup sebagai inti pengembangan kawasan. Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menambahkan bahwa sinergi dengan Sira Village menunjukkan pengembangan kawasan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial dan budaya. Sikap ini menolak pandangan bahwa KEK hanyalah zona investasi tertutup; sebaliknya, ia diposisikan sebagai hub aktivitas komunitas yang merayakan inklusivitas dan kepedulian. Kesimpulannya, ketika kelas pilates charity menjadi bagian dari agenda rutin sebuah KEK, kita melihat model pembangunan yang menakar keberhasilan bukan semata dari nilai komersial, melainkan dari seberapa jauh wellness dan kemanusiaan bergerak beriringan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!