Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

5 Gaya Hanbok Lady Cho di The Scandal yang Mencuri Perhatian

5 Gaya Hanbok Lady Cho di The Scandal yang Mencuri Perhatian
Minat|Drama Korea

Hanbok The Scandal: Ketika Busana Menjadi Bahasa Intrik

Hanbok The Scandal merujuk pada pilihan kostum tradisional yang dikenakan Son Ye Jin sebagai Lady Cho dalam drama Netflix The Scandal, di mana perpaduan warna, siluet, dan detail kain digunakan bukan sekadar untuk gaya, melainkan sebagai alat penceritaan visual yang menegaskan status bangsawan, lapisan intrik percintaan, dan kompleksitas psikologis karakter di latar era Joseon. Son Ye Jin kembali menjadi sorotan berkat perannya sebagai Lady Cho di drama ini yang mulai tayang 18 September 2026. Berwujud bangsawan cerdas di era Joseon, penampilannya dalam balutan hanbok mewah menambah daya tarik cerita yang berlapis intrik percintaan. Sutradara Jung Ji-woo sendiri mengakui, “Saya sangat senang ini jadi kesempatan menunjukkan hanbok ke penonton global.” Sejak awal, desain hanbok drama ini jelas ditata sebagai elemen penting estetika visual, bukan dekorasi latar belakang.

5 Gaya Hanbok Lady Cho di The Scandal yang Mencuri Perhatian

Hijau–Lilac: Potret Kecerdasan dan Pesona Terkendali Lady Cho

Dari semua kostum Lady Cho, hanbok hijau–lilac terasa paling kuat menggambarkan Son Ye Jin fashion yang halus tapi berkuasa. Paduan hijau memberi kesan stabil dan strategis, sementara lilac menambahkan nuansa keanggunan yang nyaris tak tersentuh. Kombinasi ini selaras dengan karakter Lady Cho sebagai perempuan menawan dan berbakat yang dibatasi norma sosial di era Joseon, sehingga kecerdasannya lebih banyak disalurkan lewat permainan kata dan taktik emosional. Jung Ji-woo memilih spektrum warna seperti ini untuk memperkuat visual storytelling drama, membuat penonton langsung membaca Lapisan psikologis karakter hanya dari satu tampilan kostum. Tidak berlebihan menyebut hijau–lilac sebagai “seragam emosional” Lady Cho, titik awal kita memahami cara ia mengontrol situasi tanpa perlu banyak dialog.

Kuning–Hijau: Simbol Status Sosial dan Dominasi Halus

Ketika hanbok Lady Cho beralih ke kombinasi kuning–hijau, penonton merasakan perubahan tensi: ada kehangatan yang menutupi niat dominasi. Kuning mengesankan kemakmuran dan spotlight sosial, sedangkan hijau menjaga Lady Cho tetap terlihat rasional dan terkendali. Di sinilah desain hanbok drama The Scandal bekerja paling efektif; warna kostum seolah menjadi kode visual yang menandai seberapa jauh Lady Cho siap mendorong intrik percintaan yang diadaptasi dari Les Liaisons Dangereuses dan Dangerous Liaisons. Kostum Lady Cho dalam palet ini menegaskan bahwa kekuasaan perempuan bangsawan bukan datang dari suara keras, melainkan dari kemampuan tampil menonjol sambil tetap memegang kendali percakapan dan situasi. Son Ye Jin memanfaatkan garis hanbok dan gerak kain untuk menambahkan lapisan superioritas yang lembut tapi tidak bisa diabaikan.

Hijau–Biru: Daya Tarik Dingin di Tengah Skandal

Kombinasi hijau–biru menghadirkan sisi lain hanbok The Scandal: dingin, tajam, dan penuh perhitungan. Biru memberi jarak emosional, sementara hijau mempertahankan kesan Lady Cho sebagai figur yang logis dan selalu menimbang konsekuensi. Dalam adegan-adegan yang menampilkan puncak intrik, perpaduan ini membuat setiap gerak Son Ye Jin terasa seperti langkah catur, bukan respon spontan. Di sepanjang episode, gaya hanbok Son Ye Jin memperlihatkan spektrum warna dan nuansa berbeda sesuai situasi adegan, dan hijau–biru jelas dipilih untuk fase ketika skandal mulai memerangkap semua tokoh. Desain hanbok drama di titik ini bukan sekadar estetika; ia menjadi perpanjangan karakter, semacam perisai visual yang menegaskan bahwa Lady Cho akan tetap anggun bahkan saat keputusan yang ia ambil meruntuhkan hidup orang lain.

Hanbok sebagai Jantung Estetika The Scandal

Tanpa desain hanbok yang dipikirkan matang, The Scandal berisiko menjadi adaptasi skandal klasik yang kehilangan konteks lokalnya. Jung Ji-woo menjadikan kostum Lady Cho pusat estetika visual: setiap perubahan palet, lapisan kain, hingga cara Son Ye Jin melangkah dengan hanbok, mengikat penonton pada dunia Joseon sekaligus memberi komentar tentang keterbatasan perempuan saat itu. Di sini Son Ye Jin fashion tidak berhenti pada keindahan; ia berfungsi sebagai narasi tentang kerja keras, kedewasaan, dan posisi sosial yang rumit, sejalan dengan citra Son Ye Jin yang dikenal sebagai pekerja keras dengan karier panjang sejak debut film Secret Tears tahun 2000. Pada akhirnya, lima gaya hanbok bukan hanya koleksi kostum, melainkan bahasa visual yang membuat Lady Cho tetap menghantui pikiran penonton bahkan setelah episode berakhir.

5 Gaya Hanbok Lady Cho di The Scandal yang Mencuri Perhatian

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!