Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

7 Perbedaan Mendasar Yoga dan Pilates yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih

7 Perbedaan Mendasar Yoga dan Pilates yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih
Minat|Yoga & Pilates

Inti Perbedaan: Bukan Sekadar Gerakan Mirip

Perbedaan yoga pilates adalah perbedaan antara latihan yang berakar pada filosofi holistik kuno yang menyeimbangkan tubuh dan pikiran dengan fokus pada fleksibilitas serta kesadaran napas, dan metode kebugaran modern yang dirancang untuk memperkuat otot inti, memperbaiki postur, serta mengoptimalkan kontrol gerak seluruh tubuh.

Banyak orang menganggap yoga vs pilates itu sama karena keduanya dilakukan dengan tempo terkontrol, dominan gerakan matras, dan menonjolkan pernapasan. Padahal, asal-usul, tujuan, bahkan sensasi setelah latihannya sangat berbeda. Menyamakan keduanya membuat orang salah memilih latihan dan akhirnya kecewa karena tidak mendapat manfaat yang mereka cari.

Yoga lahir lebih dari 5.000 tahun sebagai praktik yang menyatukan tubuh, pikiran, dan jiwa. Sementara pilates baru dikembangkan pada abad ke-20 sebagai metode rehabilitasi dan penguatan otot inti. Dari sini saja, jelas arah keduanya berbeda: yoga lebih meditatif, pilates lebih fungsional dan “mesin tubuh”-oriented.

7 Perbedaan Mendasar Yoga dan Pilates yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih

Filosofi Latihan: Harmoni Batin vs Mesin Tubuh

Jika kamu mencari harmoni mental-spiritual sekaligus kelenturan tubuh, yoga berada di garis depan. Sejak awal, yoga dirancang sebagai praktik holistik yang mencakup pengembangan spiritual, penyembuhan mental, dan upaya mencapai keselarasan antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Tidak heran yoga dikenal sangat efektif meningkatkan fleksibilitas, kelenturan, dan keseimbangan, sekaligus memberi ketenangan batin.

Sebaliknya, pilates lahir dari kebutuhan sangat praktis: membantu tentara yang cedera memulihkan diri dengan memperkuat otot inti seperti perut, punggung, dan pinggul, serta memperbaiki postur. Fokusnya pada core strength pilates, postural alignment, dan kontrol gerak yang presisi. Premis ini membuat pilates dekat dengan dunia tarian dan performa tubuh tingkat tinggi, karena memperkuat otot di lapisan terdalam, memperbaiki postur, dan mengembangkan keseimbangan untuk mendukung gerakan presisi.

Menariknya, ketika pilates dipadukan dengan disiplin lain seperti tango, terlihat bahwa keduanya berbagi prinsip dasar: satu melatih mesinnya, yang lain membiarkan mesin itu berjalan. Di level filosofi, yoga mengajarkan kehadiran penuh, pilates mengajarkan penguasaan struktur tubuh. Keduanya sama penting, tetapi melayani tujuan yang berbeda.

Teknik Gerak dan Breathing: Pranayama vs Lateral Breathing

Pernapasan adalah titik yang paling sering disalahpahami saat orang membandingkan yoga vs pilates. Keduanya menekankan napas, tetapi dengan filosofi dan mekanisme berbeda. Dalam yoga, terutama Vinyasa dan Ashtanga, digunakan teknik breathing yoga yang disebut ujjayi pranayama: menarik dan membuang napas sepenuhnya melalui hidung dengan suara napas pelan dan berirama. Napas menjadi jangkar, mengarahkan fokus dan menenangkan sistem saraf.

Yoga menggabungkan flowing sequences dengan pose statis yang ditahan beberapa napas, membuka persendian dan meregangkan otot secara mendalam. Di sini, napas panjang dan stabil membantu tubuh masuk lebih jauh ke dalam pose tanpa memaksa. Setiap sesi umumnya ditutup dengan Savasana, pose relaksasi total untuk merilekskan tubuh dan pikiran, yang menguatkan elemen mindfulness dan ketenangan.

Pilates menggunakan pendekatan pernapasan lateral atau pernapasan dada: tarik napas melalui hidung, hembuskan lewat mulut, dengan ekspansi di sisi rusuk, bukan perut. Gerakannya lebih presisi, repetitif, dan berkelanjutan, menargetkan kelompok otot tertentu, terutama otot inti yang menjadi fondasi kekuatan dan stabilitas tubuh. Di sini, napas berfungsi menjaga stabilitas dan kontrol, bukan membawa kamu ke ruang meditatif.

Peralatan, Manfaat, dan Kapan Memilih Yoga atau Pilates

Dari sisi praktis, yoga jauh lebih minimalis. Kamu cukup matras yang tebal dan anti-selip; block, bolster, dan knee pad hanyalah pelengkap opsional. Kesederhanaan ini membuat yoga mudah dilakukan di mana saja. Latihannya pun bervariasi: dari Hatha yang lembut, Vinyasa yang mengalir, Ashtanga yang terstruktur, hingga Yin yang sangat lambat dan meditatif.

Pilates cenderung lebih “high maintenance”. Bahkan mat pilates yang tampak sederhana sering menggunakan dumbbell kecil, resistance band, gym ball, atau beban kaki. Untuk Reformer Pilates, dibutuhkan mesin besar berpegas yang umumnya hanya ada di studio khusus. Meski begitu, investasi ini sebanding dengan manfaat: penguatan otot inti, perbaikan postur, peningkatan stabilitas sendi, dan aktivasi otot-otot yang jarang terpakai dalam aktivitas harian.

Secara manfaat, yoga sangat ideal bagi kamu yang butuh relaksasi, mindfulness, peningkatan fleksibilitas, dan pengelolaan stres. Pilates lebih tepat jika tujuanmu rehabilitasi, body toning spesifik, dan core strength pilates yang menyokong aktivitas lain. Kamu perlu mengetahui perbedaan kedua jenis olahraga ini supaya bisa memilih latihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kesehatanmu, sehingga latihan yang dilakukan cocok dan tidak sia-sia.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!