Persediaan cukup untuk kebutuhan hingga akhir tahun
Stok pangan adalah persediaan komoditas pokok yang disiapkan untuk memenuhi permintaan masyarakat dan menjaga kelancaran pasokan. Di Maluku dan Maluku Utara, Bulog menyatakan beras, minyak goreng, dan gula pasir mencukupi kebutuhan hingga akhir 2026. Kepala Kanwil Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Ramaijon Purba, menyampaikan kepastian itu di Ambon pada Selasa, 3 November 2026. Jaminan tersebut penting bagi warga kepulauan, yang kebutuhan hariannya bergantung pada kelancaran distribusi antardaerah. Namun, pernyataan aman sebaiknya dipahami sebagai gambaran persediaan saat ini, bukan alasan untuk mengabaikan distribusi dan pemantauan permintaan. Bulog menyebut stok di gudang didukung pasokan tambahan yang masih dalam perjalanan. Artinya, ketersediaan beras tidak hanya ditopang oleh jumlah yang telah tersimpan, tetapi juga oleh kemampuan pasokan baru untuk tiba dan tersebar sesuai kebutuhan.

Beras 9.500 ton tersebar di tiga gudang
Stok beras Maluku dan Maluku Utara saat ini mencapai 9.500 ton. Rinciannya, 5.500 ton berada di gudang Ambon, 2.500 ton di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, dan 1.500 ton di Ternate. Sebaran ini memberi gambaran bahwa persediaan tidak bertumpu pada satu lokasi saja, meski kelancaran pengiriman ke tiap wilayah tetap menentukan apakah stok tersebut bisa menjawab kebutuhan warga. Bulog Maluku juga menunggu tambahan 5.000 ton beras: pasokan untuk Langgur berasal dari Jawa Timur, sedangkan beras yang menuju Ambon dan Ternate didatangkan dari Sulawesi Selatan. Setelah tambahan itu tiba, persediaan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga Februari 2027. Bulog tetap menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dengan distribusi rata-rata 70 hingga 100 ton. Langkah ini penting agar jaminan ketersediaan beras turut dirasakan melalui akses pasokan yang berjalan, bukan hanya angka stok.
Minyak dan gula juga masuk dalam jaminan
Persediaan minyak goreng tercatat 700.000 liter di gudang Ambon, Ternate, dan Langgur, sedangkan gula pasir tersedia 50 ton. Dari stok gula itu, 40 ton berada di Ambon dan masing-masing lima ton disimpan di Langgur serta Ternate. Bulog menyatakan minyak goreng dan gula mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun, sehingga jaminan stok pangan mencakup lebih dari beras. Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Bulog telah memesan tambahan 122.000 liter minyak goreng dari Pulau Jawa untuk kebutuhan tahun berikutnya. Rencana ini memberi sinyal bahwa persiapan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan saat ini. Meski begitu, angka persediaan hanya menjadi jaminan yang berguna apabila pengiriman tambahan dan penyaluran ke gudang berjalan sesuai rencana. Karena itu, perhatian publik sepatutnya tertuju bukan hanya pada jumlah yang diumumkan, melainkan juga pada keberlanjutan suplai dan pemerataan distribusi di wilayah kepulauan.
Jaminan perlu diikuti distribusi yang konsisten
Gambaran stok yang disampaikan Bulog cukup meyakinkan: beras 9.500 ton, minyak goreng 700.000 liter, dan gula pasir 50 ton, ditambah beras serta minyak goreng yang sedang disiapkan. Atas dasar itu, Bulog menyatakan persediaan aman memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026. Namun, ukuran keberhasilan akhirnya bukan semata-mata besarnya angka di gudang. Warga perlu merasakan pasokan tersedia di tempat mereka membutuhkan, sementara distribusi harus tetap mengikuti permintaan di Ambon, Langgur, Ternate, dan wilayah sekitarnya. Dengan tambahan 5.000 ton beras yang sedang dalam perjalanan dan pemesanan minyak goreng untuk tahun berikutnya, persiapan pasokan terlihat berlanjut melampaui kebutuhan akhir tahun. Kesimpulannya, stok pangan Maluku berada dalam posisi yang dinyatakan aman, tetapi pemantauan kedatangan dan penyaluran tetap menjadi kunci agar jaminan tersebut nyata bagi masyarakat.






