Jenang di Yogyakarta: sarapan pasar dengan cerita panjang
Jenang tradisional untuk sarapan adalah kudapan lembut berbahan tepung beras, santan, dan gula merah, dengan rasa manis-gurih yang menjadi pilihan sederhana bagi warga maupun pelancong pencari warisan kuliner setempat. Panduan jenang legendaris Yogyakarta memuat tujuh tempat dengan harga mulai Rp4.000 per porsi. Di Pasar Ngasem, Jenang Yu Jumilah dirintis sejak era 1970-an dan kini diteruskan generasi kedua; menunya mencakup sumsum, candil, ketan hitam, dan lobe-lobe. Jenang Bu Gesti di Pasar Lempuyangan sudah berjualan sejak 1950-an dan tetap memakai kayu bakar, dengan harga mulai sekitar Rp5.000. Di Pasar Pujokusuman, Jenang Gempol Bu Yah dirintis pada 1983, dikelola hingga generasi keempat, dan dijual sekitar Rp5.000 per porsi. Sementara itu, Jenang Bu Darmini di Pasar Beringharjo menawarkan campuran jenang sekitar Rp10.000.
Pilihan ini paling cocok untuk pemburu sarapan murah tradisional yang ingin mencicipi rasa pasar, bukan sekadar mencari menu manis yang praktis. Namun, datanglah pagi dan jangan menunda terlalu lama: Jenang Yu Jumilah disebut kerap habis sebelum pukul 10.00 WIB






