Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tiga Artis K-Pop dan Pergeseran Gaya Musik di Proyek Solo

Tiga Artis K-Pop dan Pergeseran Gaya Musik di Proyek Solo
Minat|Penyanyi/Band Pop

Debut Solo K-Pop: Saat Member Mencari Suara Sendiri

Debut solo K-pop merujuk pada momen ketika seorang idol yang dikenal sebagai bagian dari grup memilih merilis mini album baru atau proyek individu untuk menonjolkan identitas artistik, preferensi genre, dan konsep personal yang tidak selalu mendapat ruang penuh dalam diskografi grupnya, sehingga membuka pintu bagi pergeseran gaya musik yang lebih berani dan eksperimental dibanding karya kolektif mereka sebelumnya. Dalam konteks era sekarang, tiga nama—Lee Han Gyul, Sung Han Bin, dan Chanyeol—sedang menjadi contoh paling jelas bagaimana tracklist artis K-pop bisa berubah menjadi manifesto pribadi. Bukan sekadar jeda dari aktivitas grup, debut solo K-pop mereka memperlihatkan bahwa proyek individu adalah arena negosiasi antara ekspektasi publik, brand grup, dan dorongan untuk bereksperimen. Pertanyaannya: seberapa jauh mereka berani bergeser dari pakem yang sudah membuat mereka populer?

Lee Han Gyul: Latin Pop, Hip-Hop, dan Pernyataan Anti Ekspektasi

Debut solo Lee Han Gyul lewat mini album NOISE adalah pernyataan eksplisit bahwa ia tidak ingin dikurung oleh standar luar. Menurut Orca Music, NOISE berisi total lima lagu dengan BUNZI sebagai lagu utama yang mengusung nuansa Latin pop, beralaskan bass kuat dan ritme yang cenderung menggoda lantai dansa. Kutipan yang layak dicatat: "NOISE berisi total lima lagu dengan ‘BUNZI’ sebagai lagu utama yang mengusung nuansa Latin pop". Selain BUNZI, ia memasukkan Yeet it x2, 007, Zero Point, dan Spit it OUT dengan sentuhan hip-hop menonjol. Ini adalah lompatan genre dari citra boygroup yang selama ini lebih aman di koridor pop dan dance. Album NOISE membawa pesan untuk tidak terpengaruh ekspektasi dan standar lingkungan, dan Han Gyul tampak sengaja menjadikan pergeseran gaya musik sebagai simbol perlawanan itu. Setelah sekitar sembilan tahun berkarier, ia baru berani merilis suara yang sepenuhnya ia klaim sebagai dirinya sendiri, dengan jadwal rilis pada 14 Oktober pukul 18.00 KST.

Tiga Artis K-Pop dan Pergeseran Gaya Musik di Proyek Solo

Sung Han Bin: Narasi Gelap dan Emosional di DEAD:ALIVE

Jika Han Gyul memilih Latin pop dan hip-hop sebagai bahasa kebebasan, Sung Han Bin dari ZEROBASEONE mengarahkan debut solo K-pop-nya ke wilayah narasi emosional yang lebih gelap. Mini album debut solo DEAD:ALIVE memuat total delapan lagu: UNDEAD, Killin' Me, Insidious, 3AM, Bloody Gravity, Other Side, Steal the Thunder, dan sebuah fan song khusus. UNDEAD dikonfirmasi sebagai title track dan mengisahkan seseorang yang rela menerima rasa sakit, baik dari orang yang dikasihinya maupun dari dirinya sendiri. Pilihan tema ini terasa berseberangan dengan bias grup yang cenderung mengarah ke energi youthful dan aspiratif, sehingga DEAD:ALIVE tampak seperti eksplorasi sisi lebih muram dari Han Bin yang tidak selalu kompatibel dengan citra tim. Yang menarik, ia menulis lirik fan song sendiri sebagai hadiah bagi penggemar—keputusan kreatif yang menegaskan bahwa proyek solo ini bukan sekadar spin-off, tetapi ruang personal yang ia kendalikan lebih langsung. Mini album tersebut dijadwalkan rilis pada 12 Oktober 2026 di berbagai situs musik digital.

Tiga Artis K-Pop dan Pergeseran Gaya Musik di Proyek Solo

Chanyeol dan TABI: Rock Modern sebagai Jalur Dewasa

Berbeda dari dua nama sebelumnya yang baru memulai, Chanyeol datang ke proyek solonya dengan pengalaman panjang dan arah yang lebih terukur. Mini album Jepang keduanya, TABI, dirilis sekitar setahun setelah mini album Jepang pertamanya, HIBI, pada 26 September 2025. TABI berisi enam lagu dengan berbagai genre, mulai dari rock modern, lo-fi, retro, hingga funk. Song For You, title track-nya, digubah dalam gaya rock modern yang didominasi suara gitar listrik berpadu vokal hangat Chanyeol. Ini jelas berbeda dari identitas grupnya yang lebih dikenal dengan produksi pop elektronik dan hook bombastis; Chanyeol tampak memilih jalur rock modern untuk memosisikan dirinya sebagai musisi dewasa yang nyaman mengekspresikan emosi lembut dan hubungan berharga, seperti tertulis dalam pesan album. Ia juga ikut menggubah dan mengaransemen beberapa lagu, termasuk Reburning, menandakan ambisi kreator, bukan hanya idol. Keberadaan tur Jepang bertajuk CHANYEOL JAPAN TOUR 2026 -The Route- dengan rangkaian kota dari Kanagawa, Aichi, Osaka, hingga Tokyo memperkuat bahwa identitas solonya digarap sebagai proyek jangka panjang, bukan jeda sementara.

Pergeseran Gaya Musik: Identitas Individu vs Brand Grup

Ketiga proyek ini bersama-sama menandai pergeseran gaya musik yang makin berani di ranah debut solo K-pop. Lee Han Gyul menyeberang ke Latin pop dan hip-hop yang agresif di NOISE, Sung Han Bin menciptakan dunia DEAD:ALIVE yang gelap dan introspektif, sementara Chanyeol menambatkan dirinya pada rock modern dan spektrum genre lain di TABI. Di balik variasi genre, benang merahnya adalah pencarian identitas individu yang tidak sepenuhnya selaras dengan brand grup mereka. Tracklist artis K-pop yang dulu sering terasa aman sekarang berubah menjadi ruang negosiasi antara pasar dan ekspresi pribadi: lima lagu Han Gyul yang berisi pesan anti ekspektasi, delapan lagu Han Bin yang memeluk rasa sakit, dan enam trek Chanyeol yang membicarakan emosi lembut serta momen sehari-hari yang sulit dilupakan. Pergeseran ini layak dibaca sebagai sinyal bahwa era idol seragam sedang bergeser menuju era musisi individu, di mana keberhasilan proyek solo tidak diukur dari seberapa mirip dengan grup, melainkan seberapa jujur dan berani suara pribadi yang mereka bawa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!