Pilihan Utama: Itel Power 80, Desain Mirip iPhone dengan Baterai 7.000 mAh
Ponsel Android mirip iPhone adalah smartphone berbasis Android yang mengadopsi elemen desain khas iPhone, seperti modul kamera persegi, susunan lensa zig-zag, hingga kamera boba dengan lingkaran besar, sehingga memberi tampilan premium bagi pengguna yang menginginkan gaya iPhone tanpa harus membayar harga flagship puluhan juta rupiah. Untuk kebanyakan pembeli, pilihan paling seimbang adalah Itel Power 80. Dengan harga sekitar Rp2,3 juta, HP ini menggabungkan desain kamera mirip iPhone 17 Pro, baterai super besar 7.000 mAh, sertifikasi ketahanan IP68 dan IP69, serta bodi yang diklaim tahan banting hingga jatuh dari ketinggian dua meter. Modul kamera belakang berbentuk persegi dengan tiga lingkaran di sudut kiri atas membuatnya tampak seperti ponsel kelas flagship, sementara tetap berada di segmen HP budget desain premium.
Layar 6,78 inci beresolusi HD+ dengan refresh rate 120Hz memberi pengalaman scrolling yang halus untuk media sosial dan aplikasi sehari-hari. Chipset Unisoc T7250 yang dipadukan dengan RAM 4GB dan memori internal 128GB sudah cukup untuk aplikasi ringan hingga menengah, termasuk driver ojek online yang membutuhkan banyak aplikasi aktif sekaligus. Menurut informasi resmi, "Itel Power 80 hadir dengan baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat 18 watt melalui port USB-C". Kamera utama 50 MP di modul tiga kamera memberi kualitas foto layak untuk kelas harganya, sementara dua lensa lain berperan sebagai sensor tambahan. Fitur Ultralink untuk panggilan tanpa sinyal seluler hingga 2 km dan Order-Grabbing Boost untuk mempercepat bidding order menjadikannya sangat menarik bagi pengguna yang bekerja di lapangan.
| Spesifikasi Inti | Itel Power 80 | Catatan |
|---|---|---|
| Desain kamera | Modul persegi, tiga lingkaran mirip iPhone 17 Pro | Estetika premium ala kamera boba |
| Layar | 6,78 inci HD+, 120Hz | Halus untuk scroll harian |
| Prosesor & RAM | Unisoc T7250, RAM 4GB | Cukup untuk entry-level plus |
| Memori internal | 128GB, slot microSD terpisah | Sanggup menampung banyak aplikasi |
| Kamera utama | 50 MP di modul tiga kamera | Fokus ke satu kamera utama |
| Baterai & isi daya | 7.000 mAh, fast charging 18W | Tahan lama, isi daya lebih cepat |
| Ketahanan | IP68, IP69, MIL-STD-810H | Tahan debu, air, dan jatuh |

Huawei Nova 16 SE: Gaya Zig-Zag ala iPhone dengan Baterai Besar
Jika Anda lebih tertarik pada modul kamera persegi panjang besar dengan susunan lensa zig-zag yang sangat mirip iPhone 17 Pro, Huawei Nova 16 SE patut diperhatikan. Bagian belakang ponsel ini sekilas langsung mengingatkan pada lini flagship tersebut, menjadikannya salah satu ponsel Android mirip iPhone yang paling menonjol secara estetika. Modul kamera persegi panjang memenuhi area atas punggung perangkat dan memadukan gaya premium dengan konsep kamera boba modern, memberikan tampilan yang cocok untuk pengguna yang mengutamakan gaya di atas spesifikasi teknis. Selain tampilan, daya tarik utamanya adalah baterai berkapasitas 8.500 mAh yang diklaim sebagai yang terbesar di keluarga Nova 16 series.
Nova 16 SE diposisikan di kelas menengah dengan fokus pada daya tahan baterai, sehingga ideal bagi pengguna yang aktif di luar ruangan dan jarang punya waktu mengisi daya berulang kali. Desainnya mengadopsi tren HP budget desain premium yang terinspirasi iPhone 17 Pro, menunjukkan bagaimana produsen Android berusaha menghadirkan gaya flagship ke segmen lebih terjangkau. Namun, perlu dicatat bahwa ponsel ini resmi dirilis di China dan belum tersedia secara resmi di pasar lokal; calon pembeli perlu memastikan ketersediaan dan dukungan jaringan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli unit impor.
HMD Asha 305: Lite Smartphone dengan Kamera Boba Tiga Lingkaran
Untuk pengguna yang menginginkan bentuk mungil dengan sentuhan kamera boba desain, HMD Asha 305 menawarkan konsep berbeda. Ponsel ini hadir dengan layar 5 inci dan modul kamera belakang yang tetap mengusung tiga lingkaran "boba" seperti iPhone generasi terbaru. Tiga lingkaran itu menghadirkan tampilan ala triple-camera flagship, meski hanya satu yang berfungsi sebagai kamera belakang dengan resolusi 2 MP. Produsen memosisikan Asha 305 sebagai "lite smartphone" yang fokus pada pengalaman aplikasi ringan, bukan fotografi canggih.
Dengan banderol sekitar Rp1,1 jutaan di pasar tempat ia dirilis, HMD Asha 305 menyasar pengguna pemula atau mereka yang membutuhkan perangkat kedua berukuran mungil dengan gaya mirip iPhone tanpa mengincar kamera tinggi resolusi. Meski spesifikasi kamera minimal, ponsel ini diklaim tetap mampu menjalankan lebih dari 100 aplikasi populer seperti Facebook Lite, Instagram Lite, WhatsApp, TikTok Lite, dan YouTube. Hal itu memperlihatkan bahwa tren modul kamera boba dengan tiga lingkaran telah menembus segmen entry-level, di mana estetika premium menjadi daya tarik utama dibanding fitur fotografi kompleks. Namun ponsel ini belum hadir resmi di pasar lokal sehingga pembeli harus memperhatikan kompatibilitas jaringan dan garansi bila tertarik mengimpor.
Oppo A7 Pro Max: Baterai Jumbo dengan Modul Kamera Mirip iPhone 17 Pro Max
Oppo A7 Pro Max ditujukan bagi pengguna yang mendambakan tampilan punggung ponsel paling mirip iPhone 17 Pro Max, sekaligus menginginkan baterai super besar untuk aktivitas berat. Desain belakangnya mengusung modul kamera persegi panjang yang memenuhi bagian atas perangkat, memberi kesan sangat dekat dengan desain flagship Apple terbaru di segmen ponsel Android mirip iPhone. Keunggulan utama A7 Pro Max adalah baterai berkapasitas 10.000 mAh, yang disebut sebagai kapasitas terbesar yang pernah digunakan Oppo di smartphone-nya. Baterai jumbo ini memakai teknologi Glacier Battery berbasis silicon-carbon dan diklaim mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitas setelah 1.500 siklus pengisian daya.
Dengan posisi di kelas menengah atas, A7 Pro Max lebih cocok untuk pengguna yang sering bepergian, gamer mobile, atau pekerja lapangan yang butuh daya tahan ekstrem tanpa power bank tambahan. Fenomena desainnya menunjukkan bagaimana tren kamera boba dan modul persegi panjang besar ala iPhone menginspirasi produsen Android untuk menghadirkan HP budget desain premium di berbagai rentang harga, termasuk mid-range. Saat ini, A7 Pro Max sudah resmi tersedia di China, namun belum ada kepastian peluncuran global; calon pembeli di luar pasar tersebut tetap perlu mempertimbangkan dukungan jaringan dan layanan purna jual sebelum memilih perangkat impor.
Buy if / Skip if
- Buy the Itel Power 80 if Anda menginginkan ponsel Android mirip iPhone dengan baterai 7.000 mAh dan ketahanan IP68/IP69 di kisaran Rp2,3 jutaan.
- Skip the Itel Power 80 if Anda membutuhkan kamera belakang lebih dari satu lensa aktif dengan detail spesifikasi lengkap, bukan satu kamera utama 50 MP plus sensor tambahan.
- Buy the Huawei Nova 16 SE if Anda mengutamakan desain modul kamera zig-zag ala iPhone 17 Pro dengan baterai 8.500 mAh dan siap mempertimbangkan pembelian unit impor.
- Skip the Huawei Nova 16 SE if Anda menginginkan ponsel yang sudah tersedia resmi di pasar lokal dengan jaminan dukungan jaringan dan garansi standar.
- Buy the HMD Asha 305 if Anda mencari lite smartphone mungil sekitar Rp1,1 jutaan dengan kamera boba tiga lingkaran dan fokus pada aplikasi ringan seperti versi Lite berbagai platform sosial.
- Skip the HMD Asha 305 if Anda mengutamakan kualitas kamera tinggi dan ketersediaan resmi, bukan sekadar gaya tiga lingkaran boba berisi satu kamera 2 MP.
- Buy the Oppo A7 Pro Max if Anda menginginkan desain paling mirip iPhone 17 Pro Max dengan baterai 10.000 mAh dan siap memakai perangkat kelas menengah impor.
- Skip the Oppo A7 Pro Max





