Pesta gol yang mengubah peta Grup E
FC Seoul ACL Two adalah kisah kebangkitan wakil Korea Selatan di fase grup, setelah dua kekalahan beruntun membuat peluang mereka diragukan sebelum kemenangan besar atas The Cong-Viettel. Pada matchday ketiga, 28 Oktober 2026, Seoul melibas tuan rumah 5-0 dan mengubah persaingan Grup E menjadi lebih terbuka. Hasil itu layak dibaca sebagai peringatan, bukan sekadar pesta gol: tim yang sempat terpuruk kini punya alasan untuk kembali memburu tiket ke fase gugur. Moon Seon-min membuka skor pada menit kedelapan, lalu Anderson Oliveira menggandakan keunggulan pada menit ke-21. Seoul bahkan mencetak empat gol pada babak pertama. Namun, kemenangan itu tidak menghapus fakta bahwa mereka sebelumnya kalah 0-1 dari Persib dan 0-3 dari Melbourne Victory. Kebangkitan ini menghidupkan kembali persaingan, tetapi konsistensi Seoul masih harus dibuktikan.
Meski Yazan Al-Arab menerima kartu kuning kedua dan diusir pada menit ke-66, Seoul tetap tidak kebobolan. Viettel gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Seoul menjaga kendali hingga peluit akhir. Itu mempertegas rapuhnya tuan rumah, tetapi juga menunjukkan Seoul sanggup mengubah tekanan menjadi kemenangan besar.

Persib masih memegang kendali
Pesta gol Seoul belum menggoyahkan posisi Persib Grup E. Maung Bandung tetap berada di puncak dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, hasil sempurna yang ditopang kemenangan 2-0 atas Melbourne Victory. Balsa Sekulic mencetak dua gol pada menit ke-47 dan ke-67, sementara Persib mempertahankan catatan tanpa kebobolan di tiga laga awal. Ini modal yang jauh lebih kuat daripada sekadar keunggulan angka: Persib sudah mengalahkan Seoul 1-0, Viettel 1-0, dan Melbourne 2-0. Namun, keunggulan tersebut tidak memberi ruang untuk lengah. Klasemen ACL Two setelah matchday ketiga menempatkan Melbourne di urutan kedua dengan empat poin, Seoul ketiga dengan tiga poin, dan Viettel di dasar dengan satu poin. Masih ada cukup banyak pertandingan tersisa untuk mengubah susunan itu. Persib unggul, tetapi belum aman.
Kemenangan Seoul membuat ancaman paling nyata datang dari tim yang sudah pernah dikalahkan Persib. Itu seharusnya meningkatkan kepercayaan diri Bandung, bukan menurunkan kewaspadaan. Seoul telah menunjukkan bahwa mereka bisa mencetak gol dalam jumlah besar ketika menemukan ritme, sedangkan Persib perlu mempertahankan disiplin pertahanan yang membawa mereka ke puncak.
Target Seoul membuat laga berikutnya penting
Seoul juga memperoleh dorongan dari keberhasilan memastikan gelar juara K League. Dengan target domestik tercapai, pelatih Kim Gi-dong menyatakan timnya akan tampil maksimal dan membidik kemenangan dalam seluruh laga fase grup yang tersisa. Ambisi itu patut diperhitungkan: bukan hanya karena Seoul baru menang besar, tetapi karena klub tersebut kini dapat mengarahkan fokusnya ke kompetisi Asia. Di bawah arahan Kim, Seoul diperkirakan berjuang maksimal dalam tiga pertandingan tersisa. Bagi Persib, pernyataan itu menutup kemungkinan menganggap hasil 1-0 pada pertemuan pertama sebagai gambaran tetap kekuatan lawan. Seoul yang akan dihadapi berikutnya bisa tampil dengan motivasi dan fokus berbeda. Meski begitu, target kemenangan pelatih bukan jaminan hasil; Seoul masih harus membuktikan konsistensi setelah awal fase grup yang buruk.
Pertemuan berikutnya antara Persib dan Seoul dijadwalkan pada 25 November 2026. Laga itu menjadi ujian langsung atas apakah kebangkitan Seoul bertahan ketika menghadapi pemuncak grup, sekaligus kesempatan bagi Persib untuk menegaskan bahwa keunggulan sembilan poin mereka bukan kebetulan. Dengan tiga tim teratas masih berpeluang bersaing, setiap poin akan punya bobot besar.
Persib perlu waspada, bukan panik
Kesimpulannya, FC Seoul menang 5-0 atas The Cong-Viettel setelah hasil buruk di dua laga awal, dan kemenangan itu cukup untuk menghidupkan kembali persaingan Grup E—tetapi belum cukup untuk menghapus keunggulan Persib. Persib masih memimpin dengan nilai sempurna, pertahanan yang belum kebobolan, dan kemenangan atas Seoul pada pertemuan pertama. Posisi tersebut memberi Maung Bandung kendali, bukan jaminan lolos. Seoul kini punya momentum, motivasi setelah gelar liga, serta sasaran jelas pada sisa laga. Persib sebaiknya menjaga standar permainan dan memperlakukan setiap pertandingan sebagai penentu, terutama menjelang duel ulang pada 25 November. Waspada adalah sikap yang tepat; panik tidak diperlukan. Jika Seoul konsisten, persaingan akan makin ketat. Jika Persib mempertahankan disiplin, mereka tetap punya peluang terbaik untuk mengendalikan Grup E.






