Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Menyeimbangkan Panggung dan Rumah Tangga: Son Ye Jin sebagai Ibu dan Aktris

Menyeimbangkan Panggung dan Rumah Tangga: Son Ye Jin sebagai Ibu dan Aktris
Minat|Drama Korea

Menjadi ibu aktris: keseimbangan yang menuntut kerja mental tanpa henti

Menjadi Son Ye Jin ibu aktris berarti menanggung dua panggung sekaligus: panggung hiburan yang bersinar dan panggung rumah tangga yang sepi penonton namun penuh tuntutan, di mana keseimbangan karir keluarga dibangun melalui kerja mental yang tiada henti, keputusan kecil sehari-hari, dan kesadaran bahwa beban pikiran seorang ibu tidak pernah benar-benar libur.

Di sela promosi serial terbarunya, THE SCANDAL, yang tayang di Netflix, Son Ye Jin menjadikan wawancara di Samcheong-dong, Seoul, pada 29 September sebagai ruang pengakuan tentang tantangan motherhood entertainment yang jarang terlihat. Alih-alih memoles citra, ia menyorot “beban pikiran yang terus berjalan di latar” bahkan saat tidak berada di dekat anak. Inilah inti opini yang ia tawarkan: glamornya industri hiburan tak menghapus fakta bahwa ibu dipaksa berpikir dua kali lebih banyak, untuk dua dunia yang sama-sama menuntut. Ketika banyak narasi tentang ibu selebriti berfokus pada kemewahan, kejujuran Son Ye Jin justru menggarisbawahi lelah mental sebagai bagian sah dari pengalaman menjadi orang tua yang bekerja.

Menyeimbangkan Panggung dan Rumah Tangga: Son Ye Jin sebagai Ibu dan Aktris

Beban mental yang tak terlihat: dari popok hingga naskah syuting

Pengakuan paling kuat dari Son Ye Jin adalah bahwa menjadi ibu tidak berhenti pada hadir secara fisik; ada kerja mental yang menyala terus di belakang layar, paralel dengan naskah dan jadwal syuting yang memenuhi pikirannya. Ia menggambarkan keseharian yang akrab bagi banyak orang tua: memikirkan lauk apa yang harus disiapkan, berapa popok yang tersisa, apa isi kulkas, hingga perlengkapan sekolah anak, bahkan ketika ia sedang menjalani promosi drama.

Di titik ini, Son Ye Jin membuka percakapan penting tentang tantangan motherhood entertainment. Menurutnya, tumpukan pikiran untuk pekerjaan dan pengasuhan membuat peran ibu terasa sangat menantang, meski kerap tidak tampak. Ia menyebut bahwa pekerjaan saja sudah berat karena terus dipikirkan, sementara di saat yang sama ibu harus “terus memutar otak untuk mengurus anak”. Kutipan ini layak dicatat utuh: “Pekerjaan saja sudah terasa berat karena terus dipikirkan, tapi kamu juga harus terus memutar otak untuk mengurus anak. Ada kalanya itu terasa berat. Itu sebabnya menjadi ibu itu sulit.” Pernyataan itu bukan keluhan, melainkan penegasan bahwa lelah mental bukan tanda kurang sayang, melainkan konsekuensi dari cinta yang bekerja dua arah.

Menyeimbangkan Panggung dan Rumah Tangga: Son Ye Jin sebagai Ibu dan Aktris

Melewati fase tersulit dan menemukan makna bahagia sebagai ibu

Di tengah pengakuan tentang beratnya peran, Son Ye Jin tidak menempatkan motherhood sebagai beban semata. Ia mengakui bahwa fase paling menantang mulai terlewati seiring usia anaknya yang kini empat tahun. Menurutnya, masa paling sulit berada di sekitar usia dua atau tiga tahun, ketika kebutuhan fisik dan emosional anak memuncak dan komunikasi belum sematang sekarang.

Kini, ia merasakan lega karena sudah bisa saling berkomunikasi dengan sang anak, yang mulai memahami teguran dan tidak sering tantrum. Namun bagian paling opinatif dari ceritanya adalah cara ia menimbang lelah dan bahagia. Di balik kesibukan, Son Ye Jin menegaskan bahwa kebahagiaan sebagai ibu jauh lebih besar daripada lelah yang dirasakan. Ia bersyukur anaknya sehat dan keluarga dapat menghabiskan waktu berharga bersama. Sikap ini menarik: ia tidak menutup mata terhadap beratnya tugas, tetapi menolak romantisasi berlebihan. Bahagia, dalam pandangannya, bukan berarti bebas lelah; bahagia adalah ketika kelelahan itu punya makna, dan setiap malam sibuk tetap terasa layak karena ada anak yang tumbuh dari hasil kerja tersebut.

Masa depan anak dan pilihan terjun ke dunia hiburan

Ketika percakapan bergeser ke masa depan anak, Son Ye Jin menunjukkan sikap yang luas dan tak menghakimi. Ditanya tentang kemungkinan sang anak memilih karier di dunia hiburan, ia mengaku terbuka dan tidak ingin memaksakan kehendak. Ini penting mengingat banyak anak selebriti merasa terjebak ekspektasi keluarga. Ia bahkan berkata bahwa jika anaknya memiliki bakat, ia akan membiarkannya, dan kalaupun ia menilai sang anak tidak berbakat tetapi tetap ingin mencoba, ia merasa tidak bisa menghalanginya.

Di satu sisi, Son Ye Jin memahami rasa penasaran anak yang tumbuh di tengah orang tua aktor; di sisi lain, ia cukup jujur mengakui belum yakin apakah sang anak cocok tampil di depan publik. Ia menceritakan bahwa anaknya tampak ekspresif, tetapi saat konser Natal justru membeku sendirian. Menurutnya, sejauh ini sang anak “cukup demam panggung”, sehingga pertanyaan apakah ia akan terjun ke dunia entertainment masih terbuka. Sikap terbuka namun tidak mendorong secara agresif ini memberi contoh sehat bagi diskusi tentang privasi anak selebriti: masa depan karir seharusnya datang dari keinginan sang anak, bukan dari sorotan publik atau tekanan orang tua. Dalam konteks Son Ye Jin ibu aktris, menghormati pilihan anak adalah bentuk lain dari keseimbangan karir keluarga yang ia perjuangkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!