KuybeliKuybeli

Sertifikasi Manufaktur Aditif untuk Komponen Pesawat: Standar Baru Industri Penerbangan

Sertifikasi Manufaktur Aditif untuk Komponen Pesawat: Standar Baru Industri Penerbangan
Minat|Percetakan 3D

Dari Teknologi Eksperimental ke Standar Penerbangan Internasional

Sertifikasi manufaktur aditif untuk komponen pesawat adalah pengakuan resmi dari otoritas atau lembaga independen bahwa proses cetak 3D, material, dan pengendalian kualitas memenuhi standar keselamatan, keandalan, dan penelusuran yang disyaratkan untuk digunakan dalam struktur pesawat, termasuk struktur sekunder yang siap terbang, sehingga komponen tercetak dapat diintegrasikan dalam rantai pasok penerbangan global dengan tingkat risiko yang dapat diterima. Langkah terbaru di bidang sertifikasi cetak 3D menegaskan satu hal: teknologi ini bukan lagi mainan prototipe, melainkan bagian dari strategi industri penerbangan menuju produksi terdesentralisasi yang aman. Airbus menyatakan bahwa sistem manufaktur aditif Roboze ARGO 500 Hyperspeed Mission Ready telah memenuhi syarat untuk memproduksi bagian struktur sekunder yang cocok untuk penerbangan. Di sisi lain, Korean Register memperoleh sertifikat pertamanya untuk proses manufaktur aditif yang memperbaiki struktur logam rusak melalui penggantian bagian komponen secara keseluruhan.

Sertifikasi Manufaktur Aditif untuk Komponen Pesawat: Standar Baru Industri Penerbangan

Airbus, ULTEM 9085, dan Legitimasi Cetak 3D Polimer di Kabin Pesawat

Kualifikasi Airbus terhadap sistem Roboze ARGO 500 berbahan ULTEM 9085 adalah sinyal kuat bahwa manufaktur aditif pesawat memasuki fase matang. Bahan yang digunakan adalah filamen ULTEM 9085 yang umum dipasarkan, sebuah campuran polietherimid yang dipilih industri penerbangan karena sifat mekanik dan ketahanan terhadap api, asap, serta toksisitasnya. Namun nama material saja tidak cukup: untuk bagian pesawat, pengaturan suhu, daya rekat antar lapisan, pengulangan proses, dan pelacakan produksi wajib berada dalam batas yang ditentukan. Di sinilah sertifikasi menjadi pembeda antara hobi dan industri. Menariknya, menurut Roboze, filamen standar ULTEM 9085 yang dijual reguler sudah memenuhi persyaratan tanpa perlu varian bahan proprietari terpisah. "Kualifikasi oleh Airbus jauh lebih dari sekadar tonggak teknologi," tegas pendiri dan CEO Roboze, Alessio Lorusso, yang melihatnya sebagai langkah menuju model manufaktur lebih terdesentralisasi dan tahan banting.

Korean Register dan Bab Baru Komponen Logam Tercetak untuk Perbaikan

Jika Airbus mendorong cetak 3D ke ruang kabin dan struktur sekunder, Korean Register (KR) menggeser fokus ke pemeliharaan struktur logam. KR telah memperoleh sertifikat pertamanya untuk proses manufaktur aditif yang memperbaiki struktur logam rusak dengan mengganti bagian komponen secara keseluruhan. Proses ini menggunakan teknologi Laser Wire Directed Energy Deposition (LW-DED) dan diumumkan di Pusat Solusi AM untuk Penerapan Additif di Daejeon, Korea Selatan. Pada proses LW-DED bersertifikat, hanya bagian yang rusak yang dibangun ulang sementara komponen lain tetap utuh, sehingga waktu pemeliharaan dan biaya dapat menurun. Lebih jauh, umur pakai bagian yang sudah tidak diproduksi atau sulit diperoleh dapat diperpanjang. Yang membuat sertifikasi ini penting adalah fakta bahwa KR untuk pertama kalinya secara formal menguji keamanan dan keandalan proses aditif yang dirancang khusus untuk perbaikan, bukan pembuatan komponen baru.

Mengapa Sertifikasi Cetak 3D Muncul Sekarang

Pertanyaannya bukan lagi apakah manufaktur aditif akan dipakai, melainkan mengapa standar penerbangan internasional dan maritim baru sekarang bergerak cepat mengesahkannya. Di Korea Selatan, manufaktur aditif menarik minat di industri dirgantara, konstruksi kapal, sektor lepas pantai, dan pertahanan, namun penyebaran industrinya tetap terbatas karena ketiadaan sistem sertifikasi internasional dan biaya tinggi. Tahun lalu, International Association of Classification Societies menetapkan standar internasional yang direkomendasikan untuk penggunaan aman manufaktur aditif di konstruksi kapal dan sektor lepas pantai. Menyusul hal itu, KR meninjau ulang pedomannya dan membentuk sistem sertifikasi yang mencakup material, proses fabrikasi, produk, dan proses pembuatan. Di dunia penerbangan, kualifikasi ARGO 500 menunjukkan bahwa kombinasi mesin, bahan, parameter proses, dan pengendalian kualitas yang terdokumentasi bisa distandarkan dan direplikasi di berbagai lokasi.

Peluang bagi Produsen Lokal dan Masa Depan Manufaktur Aditif Pesawat

Implikasi terbesar dari sertifikasi cetak 3D ini adalah terbukanya jalan bagi produsen lokal untuk masuk ke rantai pasok global. Sistem seperti ARGO 500 yang telah memenuhi syarat membuat bagian dengan sifat yang dapat direproduksi di berbagai lokasi. Bagi pemasok Airbus, hal ini dapat menyederhanakan pengadaan dan penyimpanan, selama konfigurasi mesin, batch bahan, dan data produksi dikontrol konsisten. Proses aditif dapat memproduksi komponen struktur sekunder tanpa cetakan dan lebih dekat ke lokasi pengguna, sehingga mengurangi jarak pengangkutan dan memungkinkan produksi suku cadang sesuai kebutuhan. Di sektor logam, sertifikasi LW-DED membuka pendekatan baru untuk pemeliharaan fasilitas dan struktur berkualitas tinggi dalam operasi, terutama di sektor pertahanan dan industri kapal, seperti diharapkan Kim Sang-soo dari KR. Ke depan, standar baru ini menempatkan manufaktur aditif pesawat dan komponen logam tercetak sebagai tulang punggung model produksi yang lebih fleksibel, regional, dan tetap selaras dengan standar penerbangan internasional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!