Kemenangan besar yang menjaga tekanan
Persib Bandung meraih kemenangan 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada pekan kedelapan Super League, hasil yang menegaskan daya saing sang juara bertahan sekaligus membuat persaingan di papan atas semakin rapat. Bertanding di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu, 1 November 2026, Maung Bandung tampil di hadapan pendukungnya dan mengamankan tiga poin penting. Hasil Persib terbaru ini lebih dari sekadar pesta gol: Persib kini berada di peringkat kelima dengan 16 poin, hanya dua angka di bawah Persija Jakarta. Di tengah ketatnya jarak antartim, kemenangan telak menjadi cara efektif untuk menjaga tekanan pada para pesaing. Namun, nilai terbesarnya bukan skor semata, melainkan kemampuan Persib memanfaatkan laga kandang untuk terus menempel posisi puncak.

Serangan Persib mengubah laga sejak babak pertama
Dalam duel Persib vs Isenmulang, gol Mariano Peralta pada menit ke-14 membuka jalan bagi tuan rumah. Bola yang mengarah ke lini pertahanan lawan berujung pada peluang Peralta, yang menuntaskannya dengan tembakan dari luar kotak penalti. Luka Menalo kemudian menyambar bola muntah pada menit ke-35, sebelum mencetak gol keduanya delapan menit berselang melalui umpan Marc Klok. Keunggulan 3-0 saat turun minum memberi Persib kendali sekaligus memperlihatkan efektivitas serangan mereka. Isenmulang sempat mencoba membalas selepas jeda, tetapi peluangnya tidak mengubah arah pertandingan. Klok menutup kemenangan lewat gol pada menit ke-86. Empat gol dari tiga pencetak berbeda menunjukkan bahwa ancaman Persib datang dari beberapa titik, bukan bergantung pada satu penyerang saja.
Bobotoh menghidupkan Si Jalak Harupat
Dukungan Bobotoh Persib menjadi bagian kuat dari suasana pertandingan. Ribuan suporter memenuhi tribun timur, utara, dan selatan Stadion Si Jalak Harupat, terus menyuarakan dukungan sepanjang laga. Sebelum sepak mula, stadion juga mengheningkan cipta untuk mengenang Arif Rahman Kusuma, Bobotoh asal Bogor yang meninggal dunia setelah laga melawan Garudayaksa; spanduk belasungkawa terbentang di tribun utara. Perpaduan semangat dan penghormatan itu memberi konteks lebih dalam bagi kemenangan kandang ini. Dukungan tribun tak mencetak gol, tetapi atmosfer yang tercipta menjadi latar penting bagi Persib untuk mengawali laga dengan agresif dan mempertahankan kendali. Pada malam yang berakhir dengan skor besar, Si Jalak Harupat menunjukkan bahwa hubungan tim dan pendukung tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kekuatan Persib.
Klasemen rapat, setiap poin bernilai
Kemenangan ini menambah ketegangan dalam klasemen Super League. Persija memimpin dengan 18 poin, Dewa United berada di urutan kedua dengan 17, sementara Madura United dan Bali United masing-masing mengoleksi 16 poin di atas Persib berdasarkan posisi klasemen. Persib juga memiliki 16 poin di peringkat kelima. Susunan tersebut membuat jarak di kelompok teratas sangat tipis: satu hasil bisa mengubah urutan, dan kehilangan poin berisiko memberi pesaing ruang untuk menjauh. Karena itu, kemenangan 4-0 atas tim papan bawah tetap penting, meski belum mengangkat Persib ke puncak. Pesan dari laga ini jelas: Persib berada dalam jangkauan, tetapi harus terus mengubah peluang menjadi poin jika ingin menjaga tekanan. Pesta gol memberi dorongan, sementara ketatnya persaingan menuntut konsistensi.






