Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengapa Gen Z Sulit Bahagia: Istirahat dan Tujuan Hidup

Mengapa Gen Z Sulit Bahagia: Istirahat dan Tujuan Hidup
Minat|Kesehatan Mental

Bahagia bukan sekadar berhasil

Kebahagiaan adalah keadaan ketika seseorang tidak hanya mencapai sesuatu, tetapi juga menemukan makna dalam kegiatan sehari-hari dan memiliki waktu untuk menikmati proses hidupnya. Penelitian Gallup bersama Walton Family Foundation menunjukkan bahwa Gen Z menghadapi tantangan lebih besar untuk merasa bahagia dibanding generasi sebelumnya pada usia yang sama. Sekitar 75 persen responden mengaku bahagia, tetapi penilaian terhadap kehidupan cenderung lebih rendah di kalangan responden berusia 18–26 tahun. Perbedaan ini penting: kebahagiaan Gen Z tidak bisa dinilai hanya dari nilai akademik, kemajuan karier, atau penghasilan. Mengukur diri dengan daftar pencapaian semata justru mengabaikan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah hidup terasa seimbang dan berarti? Jika jawaban itu terus ditunda demi target berikutnya, keberhasilan pun dapat terasa hampa.

Tekanan nyata di balik kecemasan

Sulit merasa tenang bukan berarti anak muda kurang tangguh. Stres finansial muda dapat mengubah keputusan jangka panjang: survei global terhadap Gen Z dan milenial menemukan biaya hidup menjadi kekhawatiran utama, sementara 55 persen responden Gen Z menunda keputusan besar karena kondisi keuangan. Pencarian kerja menambah beban itu. Pada Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka kelompok usia 15–24 tahun tercatat 16,36 persen; angka ini mencakup kelompok usia tersebut, bukan seluruh Gen Z. Bagi pencari kerja, penolakan dan lamaran tanpa balasan mudah terasa seperti penilaian terhadap harga diri, padahal kesempatan juga dipengaruhi kondisi ekonomi dan ketersediaan pekerjaan. Sebagian anak muda turut menghadapi risiko banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan cuaca ekstrem. Gabungan ketidakpastian ini membuat kesejahteraan mental generasi muda perlu dipahami sebagai persoalan pribadi sekaligus lingkungan sosial dan ekonomi.

Mengapa Gen Z Sulit Bahagia: Istirahat dan Tujuan Hidup

Istirahat, makna, dan langkah yang bisa dimulai

Istirahat bukan hadiah yang baru boleh dinikmati setelah semua pekerjaan selesai. Waktu untuk memulihkan energi, terutama pada akhir pekan, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi berkaitan dengan kebahagiaan. Produktivitas tanpa ruang untuk diri sendiri bukan ukuran kesejahteraan. Dalam konteks work-life balance muda, batas yang jelas—seperti menetapkan waktu berhenti bekerja dan menjaga satu kegiatan santai—lebih berguna daripada terus menunggu masa senggang yang sempurna. Tujuan hidup bermakna juga tidak harus berupa cita-cita besar. Tanyakan nilai apa yang ingin dijalani, lalu hubungkan pekerjaan, pendidikan, atau kegiatan sehari-hari dengan manfaat yang dirasakan. Mulailah dengan menjadwalkan hobi atau waktu bersama keluarga dan teman; bicarakan beban yang terasa berat dengan orang tepercaya. Lingkungan sosial yang mendukung memberi ruang untuk berkembang. Makna dapat membantu seseorang bertahan menghadapi tekanan, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan pekerjaan layak, dukungan sosial, dan layanan kesehatan mental yang mudah dijangkau. Kebahagiaan bukan proyek solo: ia perlu waktu pulih sekaligus kehidupan yang terasa punya arah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!