Parkir otonom untuk masalah sehari-hari
Parkir otonom Chery adalah sistem yang membantu kendaraan mencari ruang parkir, memarkirkan diri, atau bergerak menuju titik penjemputan dengan kendali melalui ponsel dan pengawasan pengguna. Chery memperkenalkan teknologi SIVP Super Smart Parking di SIVP Smart Parking Carnival di Wuhu pada 23 Oktober 2026, dalam rangkaian Chery International Users Summit 2026. Gagasannya menjawab kerepotan yang akrab bagi pengemudi perkotaan: ruang sempit, area mal yang padat, dan waktu terbuang saat mencari tempat kosong. One Tap Departure berfungsi sebagai fitur panggil mobil, sedangkan One Step Home mengarahkan kendaraan menyusuri area parkir hingga menyelesaikan pemarkiran otomatis. Ini bukan sekadar hiburan teknologi. Jika dapat bekerja dengan aman dalam situasi harian, mobil parkir otomatis berpotensi mengurangi salah satu sumber stres berkendara yang paling umum.

Dua fungsi, dua kebutuhan berbeda
One Tap Departure ditujukan bagi pengemudi yang ingin mobil keluar dari slot parkir dan datang ke titik penjemputan, sementara One Step Home membantu kendaraan mencari ruang dan memarkirkan diri. Keduanya menyasar sisi berbeda dari pengalaman parkir: yang pertama mempermudah saat hendak berangkat, yang kedua mengurangi beban ketika tiba di tempat tujuan. Perbedaan ini membuat teknologi SIVP lebih relevan daripada fitur yang hanya mengambil alih satu manuver. Chery menguji sistem melalui skenario Monday Rush dan Family Shopping Run, yang menggambarkan rutinitas seperti mengantar anak, menjemput anggota keluarga, serta menghadapi parkiran pusat belanja yang padat. Pengujian seperti itu penting karena kegunaan teknologi parkir tidak ditentukan oleh demonstrasi mulus di ruang kosong, melainkan kemampuannya membantu dalam situasi yang benar-benar dihadapi pengemudi.

Keselamatan tetap bergantung pada pengawasan
SIVP memakai algoritma one-stage end-to-end large model untuk memproses keadaan sekitar dan merencanakan gerak kendaraan. Sistem dirancang mengenali pejalan kaki, kendaraan lain, serta rintangan sebelum menyesuaikan jalur. Kecepatan saat beroperasi dibatasi maksimal 10 km/jam. Angka rendah itu masuk akal untuk manuver parkir, tetapi bukan alasan untuk menganggap kendaraan dapat dibiarkan tanpa pengawasan. Jika sistem menghadapi situasi yang terlalu rumit, mobil akan menepi, berhenti di tempat aman, lalu mengirim pemberitahuan melalui aplikasi. Pemilik tetap dapat memantau pergerakan, menjeda proses, atau mengambil alih kendali kapan saja. Dengan demikian, nilai fitur ini bukan pada janji mobil bergerak sendiri tanpa campur tangan, melainkan pada bantuan yang tetap memberi pengguna pilihan untuk menghentikannya.

Manfaatnya menjanjikan, tetapi ketersediaan belum jelas
Dalam demonstrasi, Tiggo 7 dan Tiggo 8 digunakan untuk memperlihatkan SIVP Super Smart Parking, sedangkan Chery Q dan Tiggo 9 menampilkan Automatic Parking Assist (APA). Perbedaan model tersebut menunjukkan bahwa kemampuan parkir otomatis hadir dalam pendekatan yang disesuaikan dengan kendaraan, bukan satu fungsi seragam untuk semua unit. Namun, demonstrasi teknologi belum menjawab kapan fitur ini tersedia bagi pengguna umum atau apakah seluruh kondisi parkir dapat ditangani. Materi yang ada belum memastikan jadwal peluncuran resmi di Indonesia. Karena itu, kabar ini patut dilihat sebagai perkembangan yang menjanjikan, bukan fitur yang sudah bisa diandalkan setiap pengemudi hari ini. Kesimpulannya, SIVP berpotensi membuat parkir perkotaan lebih praktis, asalkan batas sistem dipahami dan kendali pengguna tetap menjadi bagian utama. Langkah berikutnya adalah menunggu pengumuman resmi mengenai ketersediaan serta penerapannya.







