Top pick: Itel A200, paket paling seimbang untuk mayoritas pengguna
Ponsel Android mirip iPhone adalah smartphone berbasis Android yang meniru estetika iPhone, mulai dari bodi flat, modul kamera "boba" besar, hingga fitur antarmuka seperti Dynamic Island, tetapi tetap memakai ekosistem Android dan menggunakan komponen kelas entri atau menengah agar harganya jauh lebih terjangkau. Untuk mayoritas pembeli budget-conscious yang menginginkan HP murah desain premium, rekomendasi paling masuk akal adalah Itel A200. Ponsel ini mengusung modul kamera persegi panjang berukuran besar dengan tiga lingkaran kamera serta warna Comet Orange yang kuat nuansa iPhone Pro. Dengan layar 6,75 inci 120 Hz, chipset Unisoc T7250, kamera utama 13 MP, dan baterai 5.000 mAh di kisaran Rp1,5 jutaan, A200 menawarkan kombinasi desain premium, layar mulus, dan daya tahan baterai yang solid untuk penggunaan harian seperti media sosial, chat, dan streaming. Trade-off-nya, material bodi masih plastik dan performa kamera tidak selevel flagship, tapi di kelas Android di bawah Rp4 juta, paketnya sudah sangat worth it.
Itel A100 Pro & Realme P4 Lite: opsi hemat dan brand populer
Jika ingin ponsel Android mirip iPhone di harga yang tetap rendah, dua model ini menarik: Itel A100 Pro dan Realme P4 Lite. Itel A100 Pro membawa bahasa desain yang menyerupai iPhone 17 Pro Max lewat modul kamera besar dengan tiga lingkaran, ditambah fitur Dynamic Bar yang menghadirkan notifikasi di sekitar kamera depan mirip Dynamic Island. Spesifikasinya meliputi layar 6,6 inci 90 Hz, chipset Unisoc T7100, RAM 3 GB, serta baterai 5.000 mAh, dan dijual sekitar Rp1,6 jutaan. Realme P4 Lite, yang dibanderol sekitar Rp2 jutaan, tampil dengan modul kamera persegi panjang bersudut membulat ala iPhone Pro, kamera utama 8 MP dengan lensa Auto Focus, dan kamera depan 5 MP pada notch berbentuk U. Keduanya cocok untuk pengguna yang lebih peduli tampilan premium dan baterai besar daripada performa gaming berat; kekurangannya, kualitas kamera dan chipset tetap pada level entri-menengah dan material bodi plastik.
| Spesifikasi | Itel A100 Pro | Realme P4 Lite |
|---|---|---|
| Harga | ±Rp1,6 jutaan | ±Rp2 jutaan |
| Layar | 6,6" 90 Hz | Notch U, detail resolusi tidak disebut |
| Chipset | Unisoc T7100 | Tidak disebut spesifik |
| RAM | 3 GB | Tidak disebut spesifik |
| Baterai | 5.000 mAh | Tidak disebut spesifik |
| Gaya kamera | Tiga lingkaran "kamera boba" | Modul persegi panjang ala iPhone Pro |
Tecno Spark 40 & Nubia V80 Design: desain paling iPhone-esque
Untuk pemburu desain paling mirip iPhone Pro lengkap dengan modul kamera besar dan bodi flat, Tecno dan Nubia patut dilirik. Tecno Spark 40 punya modul kamera yang memenuhi hampir sepertiga bodi belakang dengan susunan kamera segitiga, memberikan kesan sangat dekat dengan gaya kamera boba Android ala iPhone Pro. Perangkat ini dipasarkan mulai Rp1,8 juta dengan pilihan warna Ink Black, Titanium Grey, dan Veil White. Nubia V80 Design menonjol lewat modul kamera persegi panjang dengan tiga lingkaran bergaya zig-zag, sering disebut sebagai salah satu yang paling mendekati tampilan iPhone terbaru. Model 8/256 GB dijual sekitar Rp2,3 juta, sedangkan varian 4/256 GB sekitar Rp1,6 juta. Menurut salah satu ulasan, "harga ponsel-ponsel ini bisa sekitar sepersepuluh dari iPhone asli, tetapi desainnya terlihat jauh lebih mahal daripada banderolnya". Kekurangannya, satu lingkaran kamera Nubia hanya dekoratif dan performa chipset tetap menyesuaikan segmen harga.
Infinix Note 60 & ekosistem HP murah desain premium lainnya
Di batas atas Android di bawah Rp4 juta, Infinix Note 60 layak dipertimbangkan untuk yang ingin layar besar dan modul kamera pro-look. Ponsel ini hadir dengan modul kamera persegi panjang berukuran besar di bagian atas bodi belakang, masih satu garis dengan versi Pro dan secara visual menyerupai modul iPhone Pro. Harganya mulai Rp4 jutaan, menjadikannya jembatan antara segmen budget dan mid-range. Di sekitar rentang harga yang sama, banyak model lain menawarkan estetika mirip iPhone seperti Tecno Spark 20C dengan Dynamic Port dan kamera boba, Realme C51 dan C35 dengan smartphone flat design, hingga Infinix Hot 40 Pro yang mengusung kamera boba Android dan layar 120 Hz. Trade-off di segmen ini jelas: desain modern dan fitur seperti Mini Capsule atau Dynamic Port menarik, namun kualitas material masih plastik, update software pendek, dan kamera tidak selevel seri Pro Max.
Buy if / Skip if
- Buy the Itel A200 if kamu ingin ponsel Android mirip iPhone dengan layar 120 Hz dan baterai 5.000 mAh di kisaran Rp1,5 jutaan, plus desain kamera boba oranye yang menonjol.
- Skip the Itel A200 if kamu mengutamakan material metal atau kaca dan butuh kamera kelas flagship yang setara iPhone Pro Max.
- Buy the Itel A100 Pro if kamu mencari HP murah desain premium dengan Dynamic Bar ala Dynamic Island, layar 90 Hz, dan baterai besar sekitar Rp1,6 jutaan.
- Skip the Itel A100 Pro if kamu butuh RAM besar untuk multitasking berat atau gaming kompetitif karena kapasitas RAM 3 GB bisa terasa terbatas.
- Buy the Realme P4 Lite if kamu ingin modul kamera ala iPhone Pro dari brand populer dengan harga sekitar Rp2 jutaan untuk penggunaan harian ringan.
- Skip the Realme P4 Lite if kamu membutuhkan spesifikasi chipset dan RAM tinggi yang jelas untuk aplikasi berat karena detail performa tidak menonjol di kelasnya.
- Buy the Tecno Spark 40 if kamu memprioritaskan tampilan modul kamera besar dan warna stylish yang kuat nuansa iPhone Pro di harga mulai Rp1,8 juta.
- Skip the Tecno Spark 40 if kamu lebih peduli kemampuan kamera dan chipset tinggi daripada sekadar smartphone flat design yang mirip iPhone.
- Buy the Nubia V80 Design if fokusmu adalah desain paling mendekati iPhone dengan tiga lingkaran kamera zig-zag dan opsi memori besar hingga 256 GB.
- Skip the Nubia V80 Design if kamu tidak mau ada elemen kamera dekoratif dan lebih menginginkan semua lensa betul-betul fungsional.
- Buy the Infinix Note 60 if kamu siap naik ke batas harga Rp4 jutaan untuk modul kamera besar ala iPhone Pro dan layar lebar dengan tampilan premium.
- Skip the Infinix Note 60 if kamu ingin tetap berada di segmen Rp1–2 jutaan dan tidak membutuhkan modul kamera sebesar itu, lebih mementingkan value murni per rupiah.




