Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kim Kardashian, Paris Hilton, dan Cyndi Lauper Curi Perhatian dengan Kostum Halloween

Kim Kardashian, Paris Hilton, dan Cyndi Lauper Curi Perhatian dengan Kostum Halloween
Minat|Tren Fashion

Kostum yang mengubah sosok menjadi cerita

Kostum Halloween selebriti adalah penampilan tematik yang memadukan busana, riasan, rambut, dan referensi budaya untuk mengubah figur publik menjadi karakter atau sosok yang mudah dikenali. Pada 2026, pilihan Kim Kardashian, Paris Hilton, dan Cyndi Lauper menonjol karena tiap tampilan punya gagasan visual yang berbeda—dan lebih kuat daripada kostum yang hanya mengandalkan kemewahan. Kim mengolah kemiripan keluarga menjadi kejutan, Paris menghidupkan kembali momen ikonis budaya pop, sementara Cyndi memilih karakter fantasi yang tegas. Perbedaan pendekatan inilah yang membuat deretan kostum Halloween selebriti tahun ini terasa menarik untuk diamati. Halloween memang menjadi panggung bagi aktor, seniman, dan figur publik untuk mewujudkan ide dengan perhatian besar pada detail. Namun, yang paling berkesan bukan semata kerumitan kostum: kecocokan antara karakter, siluet, dan penampilan pemakainya yang membuat setiap pilihan punya identitas.

Gaya Kim Kardashian: grunge dengan wig biru es

Kim Kardashian membuka musim kostumnya lebih dari sepekan sebelum Halloween. Pada 20 Oktober, ia membagikan foto yang memberi petunjuk tentang transformasinya, lalu terungkap bahwa ia berdandan sebagai putrinya, North West, yang berusia 13 tahun. Alih-alih memilih sosok selebritas atau karakter fiksi, Kim mengambil inspirasi dari gaya khas anggota keluarganya sendiri. Pilihan ini membuat penampilannya terasa personal sekaligus jenaka. Kunci visualnya adalah gaya grunge North, yang dilengkapi wig biru es. Kontras antara rambut berwarna dingin dan estetika grunge memberi tampilan itu ciri yang mudah dikenali tanpa perlu tambahan cerita rumit. Gaya Kim Kardashian berhasil karena gagasannya sederhana, tetapi punya kaitan langsung dengan sosok yang ditirunya. Hasilnya bukan sekadar kostum, melainkan interpretasi yang mengundang orang melihat kembali detail penampilan North.

Kostum Paris Hilton menghidupkan ikon pop

Paris Hilton kembali memilih Britney Spears sebagai inspirasi, meneruskan tradisinya memberi penghormatan kepada ikon Y2K. Kali ini, ia merujuk penampilan ular legendaris Britney di VMAs 2001. Pilihan tersebut langsung membawa konteks visual yang kuat: kostum tidak berdiri sendiri, tetapi merujuk pada momen panggung yang sudah melekat dalam ingatan budaya pop. Paris sebelumnya pernah meniru setelan kulit merah dari video musik “Oops!…I Did It Again”, seragam sekolah dari “...Baby One More Time”, dan kostum pramugari dari “Toxic”. Dibanding pilihan-pilihan terdahulu itu, tampilan ular tahun ini menegaskan betapa konsistennya ia memainkan nostalgia Britney. Kostum Paris Hilton paling menarik bukan karena perubahan identitas yang mengejutkan, melainkan karena rujukannya spesifik dan mudah dikenali. Dalam parade kostum, ketepatan memilih momen ikonis sering lebih efektif daripada menumpuk banyak detail.

Cyndi Lauper memilih dunia bawah laut

Cyndi Lauper mengambil arah yang berbeda dengan tampil sebagai Ursula dari The Little Mermaid dalam gala Hulaween tahunan New York Restoration Project. Jika Kim mengandalkan kedekatan personal dan Paris bertumpu pada nostalgia pop, Cyndi membawa penonton ke dunia fantasi bawah laut. Pilihan Ursula memberinya karakter yang dramatis dan segera terbaca; daya tariknya bertumpu pada transformasi menjadi tokoh yang jauh dari citra sehari-hari. Cyndi juga tampil dalam nuansa bawah laut bersama Bette Midler di gala tersebut, memperkuat tema acara. Di antara pilihan tiga selebritas ini, kostum Cyndi terasa paling teatrikal karena karakternya berasal dari dunia dongeng. Sementara itu, nama lain yang ikut menarik perhatian adalah Benito Skinner dan Owen Thiele, yang menjelma sebagai PinkPantheress dan Zara Larsson, serta Victoria Justice dengan gaya goth. Ragam ini menunjukkan bahwa tidak ada satu rumus untuk kostum yang menonjol: konsep dan detail visual harus bekerja bersama.

Kesimpulan: detail yang memberi karakter

Ketiga penampilan utama menawarkan alasan berbeda untuk dikenang. Kim mengubah gaya grunge North West menjadi kejutan keluarga dengan wig biru es; Paris membawa kembali citra ular Britney Spears dari VMAs 2001; Cyndi memilih Ursula untuk transformasi fantasi yang teatrikal. Menurut saya, kekuatan mereka terletak pada kejelasan gagasan, bukan pada banyaknya ornamen. Penonton dapat segera memahami referensinya, tetapi tetap punya detail visual untuk diperhatikan. Deretan kostum selebriti lain—dari PinkPantheress dan Zara Larsson hingga gaya goth Victoria Justice—menambah keragaman tanpa mengaburkan sorotan utama. Pada akhirnya, kostum Halloween yang paling berhasil bukan sekadar meniru sebuah karakter, melainkan menerjemahkan ciri khasnya ke dalam penampilan yang terasa utuh. Itulah yang membuat pilihan Kim, Paris, dan Cyndi tampil menonjol.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!