Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Memerankan Playboy Misterius: Cara Ji Chang Wook Menghidupkan Cho Won di The Scandal

Memerankan Playboy Misterius: Cara Ji Chang Wook Menghidupkan Cho Won di The Scandal
Minat|Drama Korea

Cho Won: Playboy Terbesar Joseon yang Tidak Sekadar Genit

Karakter Cho Won dalam drama Korea The Scandal adalah seorang bangsawan yang dikenal sebagai playboy terbesar di era Joseon, namun di balik citra flamboyannya ia disusun sebagai sosok kompleks dan misterius yang perasaannya baru tersingkap menjelang akhir cerita, menjadikannya figur yang menantang sekaligus menarik untuk dieksplorasi dalam proses akting drakor modern yang memasukkan lapisan psikologis ke dalam latar sejarah berselimut skandal cinta terlarang. Pilihan utama Ji Chang Wook adalah menolak menggambar karakter Cho Won playboy secara karikatural. Ia menyatakan berusaha tidak melebih-lebihkan atau menambahkan sifat playboy, melainkan menampilkannya melalui sikap dan tindakan sehari-hari sang bangsawan. Sikap ini menunjukkan ia melihat playboy bukan sebagai label, melainkan gejala dari luka dan ambisi yang tersembunyi. Dalam konteks Ji Chang Wook The Scandal, keputusan itu menggeser fokus dari sekadar godaan visual menuju studi karakter: bagaimana pria yang tampak bermain-main dengan cinta sebenarnya terperangkap dalam permainan yang ia ciptakan sendiri.

Memerankan Playboy Misterius: Cara Ji Chang Wook Menghidupkan Cho Won di The Scandal

Proses Akting Drakor: Diskusi Intens dan Penolakan terhadap Klise

Ji Chang Wook tanpa ragu menyebut Cho Won sebagai karakter yang kompleks dan menantang untuk dibangun. Kompleksitas itu bukan hanya soal garis besar naskah, tetapi cara ia memilih memaknai playboy dalam bingkai thriller-romance. Ia banyak berdiskusi dengan sutradara Jung Ji Woo untuk menghidupkan karakter tersebut, sebuah proses yang menggambarkan bahwa akting baginya adalah kerja kolektif, bukan sekadar aksi tunggal di depan kamera. Dalam wawancaranya, ia mengakui akting semakin sulit didefinisikan karena membutuhkan dukungan sutradara, kru, kostum, dan tata cahaya. Pernyataan ini patut dikutip: "Cho Won adalah karakter yang kompleks dan menantang"—kalimat yang merangkum keengganannya terhadap pendekatan datar. Ia memilih meramu gestur kecil, tatapan, dan ritme dialog agar karakter yang bisa saja satu dimensi ini memiliki bobot emosional. Dari sini tampak, proses akting drakor yang ia jalani bukan sekadar hafalan naskah, tetapi negosiasi terus-menerus antara teks, visi sutradara, dan intuisi aktor.

Chemistry Son Ye Jin dan Benturan Energi yang Membentuk Cho Won

The Scandal diadaptasi dari film Untold Scandal yang tayang pada 2003 dan mengangkat permainan cinta terlarang antara Lady Cho dan Cho Won di era Joseon. Di versi drama, Lady Cho diperankan Son Ye Jin—dan di sinilah chemistry Son Ye Jin dengan Ji Chang Wook menjadi mesin utama interpretasi karakter Cho Won. Ia menyoroti adegan bersama Lady Cho sebagai momen yang selalu menegangkan dan penuh energi; setiap pertemuan mereka dipersiapkan melalui latihan intensif agar ketegangan dapat dirasakan penonton. Keputusan untuk menggeser fokus ke dinamika duet ini membuat playboy Cho Won tampak seperti sosok yang selalu diuji kecerdasan dan emosinya. Nyonya Cho digambarkan sebagai perempuan dengan kemampuan luar biasa yang melampaui batasan perempuan pada masa itu, sehingga setiap interaksi berubah menjadi adu strategi. Ketika chemistry Son Ye Jin mendorong Cho Won ke tepi, kita melihat bukan sekadar pria mata keranjang, melainkan pemain yang kadang kewalahan oleh permainan yang dirancang bersama. Energi penuh dan detail ketegangan di antara keduanya memaksa karakter Cho Won tumbuh, bukan sekadar berputar pada pesona permukaan.

Nana, Hulu Ledak Cerita, dan Lapisan Rentan Cho Won

Permainan berbahaya antara Lady Cho dan Cho Won tidak berhenti pada mereka berdua. Pertaruhan itu menyeret Hui Yeon, diperankan Nana, yang kemudian terjebak dalam tipu daya mereka. Kehadiran Hui Yeon menambah sudut pandang baru terhadap karakter Cho Won playboy: dari mata perempuan yang bukan sekadar lawan main, tetapi korban permainan. Di titik ini, akting Ji Chang Wook ditantang untuk menampilkan sisi manipulatif yang halus sekaligus celah rentan yang mulai terbuka saat konsekuensi permainan menjadi nyata. Menurutnya, Cho Won adalah sosok misterius, dan perasaan karakter tersebut baru diketahui di akhir cerita. Artinya, ia harus menjaga konsistensi misteri sambil memberi petunjuk kecil tentang perubahan batin sepanjang interaksi dengan Nana dan Son Ye Jin. Ketika Hui Yeon terseret masuk, aura playboy yang tadinya tampak ringan berubah menjadi lebih gelap, tetapi di sanalah kerentanan menyelinap. Pilihan akting yang menghindari ledakan emosi dini membuat penonton menunggu detik ketika topengnya retak—dan saat itulah thriller-romance The Scandal mencapai intensitas moral yang mengganggu.

Di Balik Playboy: Sisi Pribadi Ji Chang Wook dan Kesimpulan

Menariknya, Ji Chang Wook mengakui ada sedikit bagian dirinya yang tercermin dalam karakter Cho Won. Pengakuan ini mengisyaratkan bahwa ia tidak sekadar membangun persona asing, tetapi meminjam fragmen pengalaman dan emosi pribadi untuk mengisi ruang batin sang playboy. Namun ia tetap menjaga jarak kritis: Cho Won digambarkan sebagai pria dengan perasaan yang sulit ditebak hingga cerita mencapai akhir, sesuatu yang jelas ia bentuk melalui kontrol ekspresi dan ritme permainan. Ia mengaku paling menikmati akting ketika mampu berkomunikasi baik dengan tim dan melihat semua orang bahagia atas hasilnya. Dalam konteks Ji Chang Wook The Scandal, itu berarti keberhasilan memadukan naskah adaptasi Untold Scandal, visi sutradara Jung Ji Woo, dan chemistry dengan Son Ye Jin serta Nana ke dalam sosok Cho Won yang tak mudah dikotakkan. Kesimpulannya, dengan menolak klise dan memilih detail, Ji Chang Wook mengubah karakter playboy yang berpotensi dangkal menjadi pusat konflik emosional: pria yang mengendalikan permainan, sekaligus orang pertama yang harus membayar harga saat permainan itu kehilangan arah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!