Dua skutik kecil dengan klaim irit berdekatan
Honda BeAT dan Yamaha Mio M3 adalah skutik hemat bensin untuk mobilitas rutin, dengan klaim konsumsi yang berdekatan tetapi angka pengujiannya belum bisa dibandingkan langsung sebagai hasil pemakaian nyata. Jika prioritas Anda adalah klaim konsumsi tertinggi dan harga rekomendasi lebih rendah, Mio M3 sedikit lebih menarik; BeAT cocok bagi yang menginginkan motor matic harian bermesin lebih kecil. Honda menyebut BeAT mencapai 60,6 km/liter dalam pengujian Worldwide Motorcycle Test Cycle (WMTC), sedangkan Yamaha mencantumkan estimasi sekitar 62 km/liter untuk Mio M3. Selisihnya hanya sekitar 1,4 km/liter. Namun, sumber tidak menyatakan bahwa kedua angka itu diperoleh dengan metode, rute, dan parameter yang sama. Karena itu, keunggulan Mio M3 di atas kertas belum membuktikan bahwa motor tersebut pasti lebih hemat dalam perjalanan sehari-hari.
Angka konsumsi bukan satu-satunya pertimbangan
Untuk pemakaian harian, perbedaan kapasitas dan tenaga ikut menentukan karakter yang Anda rasakan. BeAT memakai mesin 109,5 cc SOHC eSP dengan injeksi PGM-FI, tenaga maksimum 6,6 kW atau sekitar 9 PS pada 7.500 rpm, serta torsi 9,2 Nm pada 6.000 rpm. Mio M3 membawa mesin Blue Core 124,96 cc dengan tenaga 7 kW pada 8.000 rpm dan torsi 9,6 Nm pada 5.500 rpm. Jadi, Mio M3 menawarkan kapasitas dan keluaran tenaga lebih besar, sedangkan BeAT tetap punya klaim efisiensi yang dekat dengan rivalnya. Dalam perbandingan harga rekomendasi OTR Jakarta, BeAT tipe CBS tercantum Rp19.155.000 dan Mio M3 125 Rp18.905.000. Mio M3 lebih rendah Rp250.000 berdasarkan angka tersebut. Harga dapat berubah menurut wilayah, dealer, dan program penjualan.
| Spesifikasi | Honda BeAT CBS | Yamaha Mio M3 125 |
|---|---|---|
| Kapasitas dan teknologi mesin | 109,5 cc, SOHC eSP, injeksi PGM-FI | 124,96 cc, Blue Core |
| Tenaga maksimum | 6,6 kW / sekitar 9 PS pada 7.500 rpm | 7 kW pada 8.000 rpm |
| Torsi maksimum | 9,2 Nm pada 6.000 rpm | 9,6 Nm pada 5.500 rpm |
| Klaim konsumsi BBM | Hingga 60,6 km/liter (WMTC) | Sekitar 62 km/liter (estimasi Yamaha) |
| Harga rekomendasi OTR Jakarta | Rp19.155.000 | Rp18.905.000 |
Pilih berdasarkan rute, bukan klaim saja
Honda BeAT irit BBM menurut klaim pengujian, sementara Yamaha Mio M3 irit berdasarkan estimasi pabrikan yang sedikit lebih tinggi. Untuk menilai biaya pemakaian secara masuk akal, jangan perlakukan selisih itu sebagai jaminan penghematan. Kepadatan lalu lintas, beban pengendara, kondisi kendaraan, tekanan ban, dan gaya berkendara dapat mengubah konsumsi aktual. Rute stop-and-go juga tidak sama dengan perjalanan lancar, sehingga hasil setiap pengguna mungkin berbeda. Jika efisiensi menjadi penentu utama, catat pemakaian bahan bakar pada rute dan kebiasaan yang sama selama beberapa kali pengisian. Pertimbangkan pula karakter mesin: Mio M3 memiliki tenaga dan torsi lebih besar, sedangkan BeAT berkapasitas lebih kecil. Keduanya layak masuk daftar skutik hemat bensin, tetapi pengujian langsung dengan rute, beban, serta gaya berkendara yang sama diperlukan untuk menetapkan pemenang yang lebih objektif.
Buy if / Skip if
- Buy the Yamaha Mio M3 if Anda mengutamakan klaim konsumsi sekitar 62 km/liter, tenaga lebih besar, dan harga rekomendasi OTR Jakarta yang lebih rendah.
- Skip the Yamaha Mio M3 if Anda menganggap angka 62 km/liter sebagai jaminan konsumsi harian; kondisi rute dan metode pengujian pembanding tidak dinyatakan sama.
- Buy the Honda BeAT if Anda menginginkan skutik bermesin 109,5 cc dengan klaim 60,6 km/liter dan karakter yang ditujukan untuk aktivitas harian.
- Skip the Honda BeAT if selisih harga rekomendasi OTR Jakarta Rp250.000 dibandingkan Mio M3 menjadi pertimbangan utama Anda.
- Buy the Honda BeAT or Yamaha Mio M3 if Anda bersedia memilih berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan rute, lalu membandingkan konsumsi aktual dengan cara pakai yang sama.







