Pusat data AI menandai perubahan kebutuhan
Infrastruktur AI-ready adalah gabungan fasilitas komputasi berdaya tinggi dan konektivitas andal yang memungkinkan organisasi menjalankan server kecerdasan buatan serta mengolah data dalam skala besar. Langkah ini kini menjadi fokus Biznet saat memasuki usia ke-26 pada 7 Oktober 2026. Perusahaan mengoperasikan Biznet AI Center di Bali sebagai pusat data berbasis AI pertamanya, dengan kapasitas daya hingga 145 kW per rak, pendingin cair, konektivitas, dan laboratorium pengembangan AI. Ini bukan tambahan kosmetik bagi penyedia internet: AI membutuhkan kapasitas komputasi yang berbeda dari akses internet biasa. Dorongan pasar pun terlihat nyata. Survei PwC Global Workforce Hopes & Fears 2025 yang dikutip Biznet mencatat 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam 12 bulan terakhir; penetrasi internet nasional mencapai 81,72% pada 2026 menurut APJII. Bagi perusahaan, fasilitas seperti ini dapat memperluas pilihan infrastruktur komputasi lokal. Namun, dampak strategisnya akan bergantung pada siapa yang bisa mengakses kapasitas tersebut dan dengan syarat apa.

Kabel bawah laut memperkuat jangkauan
Pusat komputasi AI hanya berguna jika data dapat bergerak dengan cepat dan konsisten. Karena itu, pembangunan kabel laut Nusantara patut dibaca sebagai bagian dari strategi yang sama, bukan proyek terpisah. Biznet telah mengoperasikan Biznet Nusantara Cable System sejak 2024 dan kini membangun BNCS-2. Jalur baru ini direncanakan menghubungkan Surabaya, Banjarmasin, Madura hingga Buleleng di Bali. Sementara itu, Biznet ekspansi jaringan ke lebih dari 200 kota dan kabupaten di Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, hingga Flores. Jangkauan tersebut ditopang lebih dari 300 kantor cabang dan mencakup lebih dari 3 juta homepass yang siap terhubung. Di Jawa Timur, perusahaan menargetkan pertumbuhan jaringan dan pelanggan sebesar 30% per tahun. Madura ditargetkan tersambung melalui kabel bawah laut tahun depan, sedangkan perluasan ke Magetan masih dalam survei dan terkendala perizinan. Koneksi antarpulau yang lebih kuat penting bagi pemerataan layanan, tetapi penyelesaian jalur dan izin akan menentukan seberapa cepat manfaatnya terasa.
Manfaat publik harus berjalan bersama investasi
Investasi pada pusat data dan kabel laut dapat memperkuat infrastruktur digital nasional, tetapi nilai publiknya juga perlu diukur dari akses yang benar-benar sampai ke masyarakat. Biznet memberikan layanan internet gratis kepada lebih dari 300 keluarga di sekitar titik pendaratan kabel bawah laut di Jembrana, Serang, Karawang, dan Gresik. Bagi pelanggan, pembaruan aplikasi MyBiznet dengan integrasi AI ditujukan agar bantuan layanan lebih responsif dan personal. Perusahaan juga memberikan tambahan bandwidth 100 Mbps selama satu bulan kepada pelanggan Biznet Home dalam rangka ulang tahun ke-26. Langkah-langkah ini berguna, tetapi tidak menggantikan kebutuhan untuk memastikan infrastruktur baru terjangkau dan dapat dipakai oleh bisnis maupun warga di wilayah yang belum terlayani. Taruhan Biznet kini melampaui perluasan internet rumah: perusahaan sedang membangun fondasi agar kebutuhan komputasi AI dapat ditangani melalui fasilitas dan jaringan dalam negeri. Arah ini menjanjikan, tetapi keberhasilannya harus tampak pada jangkauan, akses, dan pemanfaatan yang lebih luas.






