Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Terminal Pelabuhan Berkelanjutan: Operasi Logistik dan Lingkungan yang Saling Menguatkan

Terminal Pelabuhan Berkelanjutan: Operasi Logistik dan Lingkungan yang Saling Menguatkan
Minat|Asia Tenggara

Terminal pelabuhan berkelanjutan: lebih dari sekadar bongkar muat

Terminal pelabuhan berkelanjutan adalah terminal yang mengintegrasikan efisiensi operasional logistik dengan pengelolaan lingkungan dan keterlibatan sosial masyarakat secara jangka panjang, sehingga pertumbuhan bisnis dan kualitas hidup warga sekitar bergerak dalam arah yang sama dan saling menguatkan. Dalam konteks ini, Pelindo Multi Terminal (PMT) menarik perhatian karena berani mendorong dua jalur sekaligus: memperkuat kinerja operasional dan menata lingkungan bersama komunitas sekitar sebagai mitra setara. Ini bukan lagi pola lama pelabuhan yang berorientasi semata pada arus barang, tetapi sebuah model pelabuhan modern yang sadar bahwa keberlangsungan logistik bergantung pada keberlangsungan ekosistem sosial dan ekologis di sekitarnya.

Program lingkungan masyarakat: dari lomba hias ke gerakan sosial

PMT, sebagai anak usaha Pelabuhan Indonesia yang fokus pada terminal nonpetikemas, memilih jalur yang jelas: menggandeng warga sekitar pelabuhan sebagai mitra pengelola lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada penataan lingkungan, pengembangan potensi masyarakat, dan penguatan kepedulian terhadap keberlanjutan. Langkah ini diwujudkan dalam Lomba Hias Lingkungan di beberapa kampung sekitar Pelabuhan Malahayati, dengan tema “Pelestarian Lingkungan dan Pelabuhan” yang dimulai pada 5 Juni 2026 dan berlanjut hingga penjurian 15 Agustus 2026.

Yang penting di sini bukan sekadar lombanya, melainkan desain sosialnya. Warga didorong memanfaatkan material daur ulang sebagai dekorasi, sehingga edukasi pengurangan sampah muncul dari praktik sehari-hari, bukan seminar kering. Penjurian yang melibatkan akademisi dan Rumah Kelola Sampah menegaskan bahwa standar program lingkungan masyarakat ini bukan simbolik, melainkan terukur dan mengakar pada keahlian. Ketika Kampung Mon Alue keluar sebagai pemenang dan memperoleh bantuan pembinaan untuk UMKM, pendidikan, dan kebersihan, terlihat jelas bahwa PMT menempatkan lingkungan sebagai pintu masuk penguatan ekonomi dan sosial, bukan proyek estetika sesaat.

Pelabuhan Malahayati: laboratorium mini terminal pelabuhan berkelanjutan

Program di sekitar Pelabuhan Malahayati sejatinya adalah laboratorium mini untuk menguji bagaimana terminal pelabuhan berkelanjutan dapat dijalankan dalam skala komunitas. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Malahayati menjelaskan bahwa kegiatan ini didesain agar masyarakat melihat lingkungan sebagai ruang bersama yang bisa dikembangkan dan memberi manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Pernyataan ini bukan basa-basi; ketika warga mulai memaknai gang, halaman, dan ruang publik sebagai aset kolektif, pelabuhan mendapatkan sesuatu yang sangat bernilai: legitimasi sosial.

Mon Alue dan kampung lain yang ikut dalam lomba ini menunjukkan bahwa keberlanjutan lingkungan bisa menyatu dengan kreativitas lokal. Warga belajar memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang berguna, sementara pesan integritas dan antikorupsi turut disisipkan dalam kegiatan. Ini menarik, karena menghubungkan tata kelola lingkungan dengan tata kelola moral. Melalui kolaborasi berkelanjutan, PMT berharap penataan lingkungan berkembang menjadi inisiatif mandiri masyarakat dan memperkuat hubungan positif antara perusahaan dan komunitas sekitar pelabuhan. Di sini tampak jelas: terminal pelabuhan berkelanjutan dimulai dari kampung, bukan dari ruang rapat.

Belawan: penguatan peralatan sebagai fondasi logistik hijau

Sementara di Malahayati fokus pada program lingkungan masyarakat, di Terminal Petikemas Domestik Belawan fokus diarahkan pada penguatan operasional. PT Prima Multi Terminal memperkuat kinerja terminal ini melalui penambahan dan peremajaan peralatan bongkar muat, yang ditandai dengan kegiatan Marking Operational Improvement. Kedatangan dua Quay Container Crane (QCC) dan empat Rubber Tyred Gantry (RTG) pada 30 Juni 2026 menjadi penanda seriusnya investasi pada kualitas layanan terminal.

Direktur Utama Prima Multi Terminal menegaskan bahwa penambahan alat bukan tujuan akhir; yang penting adalah bagaimana alat baru tersebut membuat operasi terminal lebih efektif, produktif, andal, dan memberi pelayanan lebih baik kepada pengguna jasa. Operational improvement diposisikan sebagai proses berkelanjutan yang menyentuh kesiapan peralatan, proses bongkar muat, pengelolaan lapangan penumpukan, hingga kompetensi dan keselamatan kerja operator. Jika berbicara logistik hijau, langkah ini adalah pondasi: terminal yang rapi, cepat, dan aman akan mengurangi kemacetan kapal dan truk, yang pada akhirnya menekan pemborosan energi, meski aspek ini belum diartikulasikan secara eksplisit dalam program.

Dua jalur satu arah: model pelabuhan modern yang patut ditiru

Kombinasi program lingkungan masyarakat di sekitar terminal nonpetikemas dan penguatan peralatan bongkar muat di Belawan memperlihatkan pola yang konsisten: PMT tidak menempatkan operasional dan keberlanjutan sebagai agenda yang saling bersaing. Di satu sisi, TJSL diarahkan untuk menciptakan nilai berkelanjutan bukan hanya melalui kinerja bisnis, tetapi juga kontribusi sosial dan lingkungan. Di sisi lain, penambahan dan peremajaan peralatan di Belawan dijalankan dengan komitmen meningkatkan produktivitas, keselamatan, keandalan peralatan, dan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Model ini menunjukkan sebuah pesan penting: pelabuhan modern tidak lagi bisa berdiri sebagai zona industri yang terpisah dari kehidupan warga. Terminal pelabuhan berkelanjutan lahir ketika operator menganggap kampung sekitar sebagai mitra dan menjadikan peningkatan operasional sebagai bagian dari agenda jangka panjang, bukan proyek sesaat. Ke depan, tantangannya adalah menjaga konsistensi: memastikan bahwa inisiatif lingkungan di Malahayati terus hidup setelah lomba usai, dan bahwa peningkatan fasilitas di Belawan selalu diikuti disiplin keselamatan serta kepatuhan regulasi seperti yang diingatkan regulator. Bila dua jalur ini terus berjalan, PMT menawarkan contoh meyakinkan bagaimana pelabuhan bisa tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!