Festival yang Menyatukan Pelari Dunia
Jakarta Running Festival 2026 adalah festival lari jalanan yang mempertemukan pelari, komunitas, dan masyarakat melalui rangkaian lomba serta kegiatan bersama untuk merayakan olahraga dan dinamika kota Jakarta. Festival ini resmi dibuka di Istora Senayan pada Kamis, 22 Oktober, dan berlangsung hingga 25 Oktober dengan semangat “Show Up”. Skala acaranya menonjol: lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara ikut serta, termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional, bersama lebih dari 500 komunitas lari. Angka tersebut membuat Jakarta menjadi titik temu yang nyata bagi pelari lintas negara, bukan sekadar latar perlombaan. Pembukaan juga menghadirkan pertunjukan palang pintu Betawi dan tur JRF Expo, tempat pelari, komunitas, merek, serta masyarakat dapat berinteraksi. Perpaduan kompetisi dan ruang berkumpul inilah yang membuat festival terasa lebih luas daripada agenda lomba satu hari.

Dukungan BCA Terasa di Rute dan Area Festival
BCA menjadi title sponsor sekaligus sponsor kategori Half Marathon untuk pertama kalinya pada penyelenggaraan ini. Pada Sabtu, 24 Oktober, Direktur BCA Santoso dan Antonius Widodo Mulyono turut membuka flag-off Half Marathon. Namun, nilai BCA sponsorship lari tidak berhenti pada identitas di nama acara: sepanjang perlombaan, dukungan diarahkan untuk menjaga semangat peserta sampai garis finis. Karyawan dan petugas satpam BCA bersama paduan suara Halo BCA menyemangati pelari dengan balon tepuk, papan pesan, yel-yel, dan nyanyian di sepanjang rute. Di area festival, BCA juga menghadirkan gacha dan hiburan yang didukung aplikasi myBCA, sehingga pengalaman peserta dan pengunjung tidak hanya berpusat pada waktu tempuh. Pendekatan ini terasa tepat untuk acara yang ingin merangkul pelari berpengalaman sekaligus komunitas dan keluarga yang datang untuk ikut merayakan.

Minat Lari Regional Terus Menguat
Kehadiran pelari dari 48 negara memberi bukti kuat bahwa minat terhadap event lari internasional di Jakarta terus berkembang. Peserta dari Malaysia dan Singapura meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mempererat hubungan komunitas lari Jakarta dengan komunitas di Asia Tenggara.






