Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

SPKLU Denpasar dan Solo: Kapasitas, Layanan, dan Dampaknya

SPKLU Denpasar dan Solo: Kapasitas, Layanan, dan Dampaknya
Minat|Keamanan Pintar

Dua kota, dua pendekatan pengisian

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) adalah fasilitas publik untuk mengisi daya kendaraan listrik, dan ketersediaannya membantu pengemudi merencanakan perjalanan tanpa bergantung hanya pada pengisian di rumah. Penambahan SPKLU di Denpasar dan Solo memperlihatkan bahwa perluasan infrastruktur kendaraan listrik perlu mengikuti kebutuhan serta pola aktivitas pengguna di tiap kota. Di Denpasar, PLN bersama UJB dan Bimasakti menghadirkan SPKLU Center berkapasitas total 1,1 megawatt di Jalan Sudirman. Fasilitas itu mulai beroperasi pada 26 Oktober 2026 dan diresmikan pada Minggu, 1 November 2026; dalam pekan awal operasinya tercatat 460 transaksi dengan konsumsi 11.222 kWh. Di Solo, PLN meresmikan SPKLU Jajar di Jalan Adi Sucipto pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Perbedaan ini penting: Denpasar menonjolkan kapasitas besar dan layanan terpadu, sementara Solo menawarkan titik pengisian cepat yang terintegrasi dengan aktivitas komersial.

SPKLU Denpasar dan Solo: Kapasitas, Layanan, dan Dampaknya

Kapasitas Denpasar lebih besar, Solo mengutamakan akses praktis

SPKLU Denpasar dibangun di lahan seluas 800 meter persegi dengan sembilan unit pengisi daya: enam DC berkapasitas 120 kW, dua DC 180 kW, dan satu AC 22 kW. Fasilitas ini dapat melayani hingga 17 kendaraan secara bersamaan. Ruang tunggu, toilet, internet, area parkir luas, operator 24 jam, serta perangkat keselamatan membuatnya lebih dari sekadar tempat mengisi baterai. Pembangkit listrik tenaga surya 5 kWp yang tersambung dengan baterai juga menjadi bagian dari rancangan fasilitas tersebut. Sebaliknya, SPKLU Solo memiliki tiga unit Ultra Fast Charging, masing-masing 120 kW dengan dua konektor, sehingga dapat melayani enam kendaraan pada waktu yang sama. Lokasinya terhubung dengan Sender Coffee, memberi pengguna pilihan untuk beristirahat atau makan selama pengisian. Dari sisi daya tampung, Denpasar unggul; dari sisi integrasi dengan kegiatan sehari-hari, Solo punya pendekatan yang jelas dan praktis.

AspekSPKLU DenpasarSPKLU Solo
KapasitasTotal 1,1 MW3 unit, masing-masing 120 kW
Kendaraan dilayani bersamaanHingga 17Hingga 6
Keunggulan layananRuang tunggu, fasilitas pendukung, dan PLTSPengisian cepat terintegrasi dengan kafe

Titik pengisian memperkuat kepercayaan pengguna

Manfaat utama penambahan SPKLU bukan sekadar jumlah mesin, melainkan berkurangnya kecemasan pengguna tentang tempat mengisi daya dan waktu yang harus disediakan. Di Bali, pertumbuhan kendaraan listrik mendorong kebutuhan akan jaringan pengisian yang memadai. General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim menyebut rasio ketersediaan SPKLU di Bali telah mencapai sekitar satu unit untuk setiap 17 kendaraan listrik. SPKLU Center Denpasar menambah pilihan bagi mobilitas di kota sekaligus mendukung perjalanan antarkawasan, sementara Jajar memberi pengguna di Surakarta dan sekitarnya alternatif pengisian yang cepat dan praktis. Penempatan lokasi yang mudah dijangkau juga dapat membuat kendaraan listrik lebih layak dipakai untuk rutinitas, bukan hanya perjalanan yang direncanakan dengan cermat. Namun, satu fasilitas besar atau satu titik cepat belum cukup untuk menjamin kemudahan di seluruh wilayah: persebaran, keandalan, dan kecocokan lokasi tetap menentukan apakah jaringan benar-benar menjawab kebutuhan.

Perluasan jaringan harus menyusul

Kedua proyek memperlihatkan cara berbeda memperluas ekosistem SPKLU PLN. Di Denpasar, kolaborasi tiga pihak membagi peran: PLN mendukung kelistrikan, Bimasakti menyediakan lahan, dan UJB menyediakan mesin pengisian. PLN menyatakan pengembangan melalui skema kemitraan diharapkan mempercepat pemerataan, sementara perusahaan akan berfokus pada wilayah yang belum memiliki SPKLU. Di Solo, fasilitas Jajar sekaligus memanfaatkan aset PLN dan membangun sinergi dengan usaha komersial di sekitarnya; PLN juga menyebut perluasan jaringan ke lokasi strategis serta peningkatan mutu layanan sebagai langkah lanjutan. Arah ini masuk akal, tetapi ukuran keberhasilan berikutnya bukan hanya peresmian atau kapasitas terpasang. Pengguna perlu menemukan titik pengisian yang tersebar, berfungsi konsisten, dan sesuai kebutuhan perjalanan. Denpasar memberi contoh pusat berkapasitas tinggi, sedangkan Solo menunjukkan nilai lokasi yang menyatu dengan aktivitas harian. Keduanya melengkapi ekosistem, asalkan perluasan terus menjangkau lebih banyak pengguna.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!