Salim Group Menyatukan Tiga Pilar Finansial Dalam Satu Ekosistem
Integrasi layanan keuangan Salim Group adalah strategi menyatukan fungsi perbankan, sekuritas, dan manajer investasi ke dalam satu ekosistem digital, sehingga nasabah dapat membuka Rekening Dana Nasabah, bertransaksi di pasar modal, dan membeli reksa dana terpadu melalui alur yang ringkas, aman, dan saling terhubung dalam satu jaringan platform yang konsisten dan mudah diakses. Sinergi tiga entitas PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank INA), PT Ina Sekuritas Indonesia, dan PT Ina Manajemen Investasi (INAMI) resmi diluncurkan di Main Hall bursa pada Kamis 1 Oktober 2026. Kolaborasi ini tidak sekadar seremoni, tetapi penanda ambisi Salim Group membangun dominasi wealth management digital. Alih-alih berdiri sebagai institusi yang berjalan sendiri-sendiri, ketiganya diposisikan sebagai satu mesin integrasi layanan keuangan yang menyasar investor ritel dan segmen nasabah yang mulai naik kelas.
Peluncuran digitalisasi pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online antara Bank INA dan INA Sekuritas, serta kerja sama pemasaran produk reksa dana antara Bank INA dan INAMI menjadi wujud konkret konsolidasi tersebut. Di tengah kompetisi platform investasi dan RDN online banking yang semakin padat, langkah ini menunjukkan bahwa Salim Group memilih bermain di level ekosistem, bukan sekadar fitur. Pendekatan ini penting: investor kini menuntut pengalaman end-to-end, dari pembukaan rekening sampai pengelolaan portofolio, tanpa harus berpindah aplikasi atau berurusan dengan birokrasi yang terfragmentasi.

RDN Online: Gerbang Utama ke Pasar Modal Bagi Investor Ritel
Keputusan menjadikan RDN online banking sebagai pintu masuk utama ekosistem menunjukkan pemahaman yang tepat terhadap perilaku investor ritel. Melalui integrasi ini, calon investor dapat melakukan pembukaan RDN Bank INA secara digital penuh (fully-digital) melalui aplikasi UNO milik INA Sekuritas. Artinya, hambatan klasik berupa formulir fisik, tatap muka di cabang, dan proses verifikasi berlapis dipangkas. Nasabah kini dapat membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank INA secara online melalui aplikasi UNO by INA Sekuritas, sehingga akses untuk mulai bertransaksi di pasar modal menjadi jauh lebih cepat. Jika sebelumnya pasar modal Indonesia identik dengan kerumitan administratif, strategi ini mengubah RDN menjadi layanan yang terasa setara dengan pembukaan rekening digital di bank digital.
Dalam konteks literasi dan inklusi pasar modal Indonesia, kemudahan proses digital bukan ornament teknologi, melainkan faktor penentu apakah investor pemula mau mengambil langkah pertama. Direktur Utama INA Sekuritas menegaskan bahwa integrasi sistem RDN Online dengan Bank INA memungkinkan nasabah melakukan pembukaan rekening transaksi secara cepat dan fully-digital, mendukung kemudahan berinvestasi di pasar modal. Pernyataan ini menggambarkan paradigma baru: akses menjadi strategi, bukan sekadar fitur. Salim Group tampaknya sadar bahwa volume investor ritel hanya akan tumbuh jika layer paling bawah—proses registrasi dan funding—benar-benar dibuat bebas friksi, sekaligus tetap mengikuti standar keamanan pasar modal Indonesia.
Reksa Dana Terpadu: Mesin Penggerak Wealth Management Digital
Jika RDN online adalah pintu, maka kolaborasi reksa dana terpadu antara Bank INA dan INAMI adalah ruang utama di dalam rumah wealth management digital Salim Group. Peluncuran kerja sama pemasaran produk reksa dana antara Bank INA dan INA Manajemen Investasi menjadikan bank bukan hanya tempat menyimpan dana, tetapi kanal distribusi investasi yang aktif. Nasabah Bank INA kini mendapatkan akses langsung untuk berinvestasi pada produk-produk reksa dana yang dikelola INAMI. Ini menggeser posisi bank dari sekadar penyedia tabungan dan deposito menjadi kurator pilihan instrumen pasar modal Indonesia bagi nasabah yang membutuhkan panduan.
INAMI memanfaatkan jaringan Bank INA untuk menjangkau basis investor lebih luas, sementara Bank INA memperkaya penawaran wealth management digital-nya dengan produk reksa dana yang dikelola manajer investasi berpengalaman demi pertumbuhan nilai investasi yang optimal sesuai profil risiko nasabah. Secara strategis, kerja sama ini memperkuat penetrasi segmen wealth management: nasabah tidak perlu keluar dari ekosistem Salim Group untuk naik kelas dari menabung ke mengelola kekayaan. Sinergi ini juga mendukung brand awareness layanan Wealth Management & Investasi Bank INA, menempatkan bank tersebut bukan sebagai pemain pinggiran, melainkan sebagai salah satu hub pengelolaan kekayaan yang relevan untuk kelas menengah yang semakin melek investasi.
One-Stop Solution: Keunggulan dan Tantangan Model Ekosistem
Ambisi terbesar dari integrasi layanan keuangan ini adalah menciptakan one-stop solution: satu ekosistem yang mampu menangani kebutuhan perbankan, transaksi pasar modal, dan pengelolaan reksa dana terpadu sekaligus. Bank INA menyebut siap memberikan solusi keuangan yang relevan dan efisien bagi nasabah dalam satu ekosistem terintegrasi. Kolaborasi tiga entitas ini juga diklaim menghadirkan solusi wealth management digital dan investasi yang komprehensif, cepat, mudah, dan aman. Dalam persaingan era digital, keunggulan seperti ini tidak bisa diremehkan; nasabah semakin tidak sabar terhadap layanan yang terpisah, login berganda, dan proses manual yang menghambat pengalaman berinvestasi.
Namun, model ekosistem menuntut konsistensi layanan lintas entitas—dari stabilitas aplikasi UNO, kualitas layanan bank kustodian, hingga kinerja reksa dana INAMI. Integrasi sistem tanpa integrasi pengalaman hanya akan melahirkan kekecewaan. Di sisi lain, jika ekosistem ini berjalan mulus, Salim Group berpotensi menjadi salah satu rujukan integrasi perbankan-investasi yang paling utuh di pasar modal Indonesia. Kuncinya ada pada kemampuan mereka mempertahankan kecepatan dan kemudahan yang sudah dijanjikan di hari peluncuran, sambil menjaga kejelasan informasi risiko bagi investor ritel yang baru naik ke kelas wealth management digital.
Langkah Berikutnya: Dari Sinergi Teknologi ke Pertumbuhan Investor
Peluncuran di Main Hall bursa jelas penting secara simbolik, tetapi dampak sesungguhnya akan ditentukan oleh apa yang terjadi setelahnya. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bertumbuh bersama pasar modal, sekaligus memperkuat peran ekosistem Salim Group dalam mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan investor domestik. Pernyataan ini menyiratkan bahwa target utama bukan hanya traffic aplikasi, melainkan perubahan struktur basis investor: lebih banyak nasabah bank yang berani beralih dari produk tradisional ke instrumen pasar modal melalui RDN online banking dan reksa dana terpadu.
Bagi pasar modal Indonesia, konsolidasi semacam ini layak dimaknai sebagai tes penting: apakah integrasi tiga entitas besar mampu mengubah wajah investasi ritel, atau sekadar menambah satu lagi aplikasi di ponsel pengguna. Jika Salim Group konsisten menempatkan edukasi, transparansi biaya, dan pemetaan profil risiko sebagai prioritas, maka sinergi Bank INA, INA Sekuritas, dan INAMI dapat menjadi katalis pertumbuhan pasar keuangan nasional yang berkelanjutan, bukan hanya ekspansi bisnis sesaat. Pada titik ini, integrasi layanan keuangan bukan lagi jargon, tetapi alat ukur kedewasaan industri dalam menyambut generasi investor baru.






