Modal besar perlu keterampilan dan akses pasar
UMKM adalah usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi penggerak ekonomi lokal melalui produk, jasa, dan lapangan kerja yang tumbuh di tengah masyarakat. Di Kebumen, sekitar 169.756 UMKM menyediakan modal besar untuk memperluas jangkauan produk lokal dan membuka peluang kerja bagi generasi muda. Namun, jumlah usaha yang besar tidak otomatis membuat produk dikenal di luar lingkungan asalnya. Pelaku usaha membutuhkan kemampuan membuat konten, memasarkan produk, dan mengelola bisnis agar bisa bersaing di pasar digital. Karena itu, penguatan ekonomi kreatif seharusnya berangkat dari kebutuhan praktis pelaku usaha, bukan sekadar mengejar jumlah kegiatan pelatihan. Tantangannya adalah menghubungkan keterampilan baru dengan calon pembeli, saluran penjualan, dan akses pembiayaan yang bisa dipakai setelah kegiatan selesai.
Arah tersebut mendapat landasan kebijakan melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Aturan saja tidak cukup; keberhasilan akan ditentukan oleh apakah kebijakan itu membantu usaha lokal tumbuh dan menjangkau pelanggan baru.
Aktivasi Adiluhur berangkat dari potensi yang sudah ada
Pada Minggu, 1 November 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar Aktivasi Desa Kreatif di Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, sebagai upaya menguatkan potensi usaha dan talenta lokal. Pendekatan untuk memperkuat, bukan membangun dari nol, patut didukung: produk, merek, dan kemampuan yang sudah tumbuh di desa lebih berpeluang berkembang bila mendapat dukungan yang sesuai. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan, “jangan bangun baru, tapi perkuat yang sudah ada”.
Aktivasi ini melibatkan 50 peserta dalam pelatihan bisnis digital, pemasaran digital, dan affiliate marketing. Materi lain mencakup pembuatan konten digital, teknik voice over, berbicara di depan umum, serta keterampilan seni pertunjukan. Ragam bekal tersebut relevan bagi pelaku yang perlu mempromosikan produk sekaligus mengemas cerita dan layanan. Namun, pelatihan baru bernilai ketika keterampilan itu dipraktikkan untuk menjual produk nyata, bukan berhenti sebagai pengalaman di ruang kelas.
Keterampilan harus terhubung dengan pembiayaan dan pembeli
Pelatihan juga membahas pemasaran produk dan pertunjukan, penyusunan model bisnis, serta penyiapan proposal untuk mengakses pembiayaan. Ini penting karena usaha yang ingin tumbuh perlu lebih dari sekadar unggahan menarik: pelaku harus memahami cara memperoleh modal melalui KUR atau skema pembiayaan lain. Akses pasar digital pun tidak selesai dengan membuka akun atau memakai pembayaran nontunai. Pemerintah daerah perlu membantu memastikan produk ditemukan, pesanan dapat dipenuhi, dan layanan keuangan digital memberi manfaat nyata bagi penjual.
Kebumen memiliki peluang untuk menyambungkan usaha kreatif dengan arus pengunjung. Sepanjang 2025, daerah ini mencatat 3.884.348 kunjungan wisata, sementara pendapatan asli daerah dari pariwisata mencapai Rp5,57 miliar. Angka kunjungan itu dapat menjadi peluang bagi kuliner, kerajinan, dan jasa lokal jika promosi digital serta kerja sama dengan pelaku wisata benar-benar terbangun. Tanpa jalur distribusi dan kemitraan, potensi tersebut hanya menjadi angka, bukan tambahan pelanggan bagi UMKM Kebumen.
Ukuran keberhasilan ada pada hasil usaha
Aktivasi Adiluhur merupakan langkah yang masuk akal, tetapi ukuran keberhasilannya semestinya melampaui jumlah peserta atau materi yang diajarkan. Pelaku usaha perlu merasakan dampak berupa jangkauan pelanggan yang lebih luas, pesanan yang bertambah, dan pendapatan yang meningkat. Pemerintah juga perlu menilai apakah peserta memakai keterampilan konten dan pemasaran, berhasil mengakses pembiayaan, serta mampu mempertahankan penjualan setelah pendampingan berakhir. Evaluasi semacam itu akan memperlihatkan bagian program yang efektif dan apa yang masih menghambat usaha.
Aktivasi Desa Kreatif Adiluhur menjadi salah satu upaya untuk menguatkan ekonomi kreatif dari desa. Program ini berada dalam agenda aktivasi 80 Desa Kreatif pada kuartal IV. Agar agenda itu tidak menjadi deretan kegiatan serupa tanpa tindak lanjut, pendampingan perlu menghubungkan talenta dengan pasar digital, pembiayaan, dan kebutuhan pembeli. Kesimpulannya, kekuatan 169.756 UMKM Kebumen baru akan berarti jika pelatihan menghasilkan transaksi, pendapatan, dan kesempatan kerja yang bisa dirasakan masyarakat.






