Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Diplomasi Budaya di China: Musik dan Desa sebagai Kekuatan Lunak

Diplomasi Budaya di China: Musik dan Desa sebagai Kekuatan Lunak
Minat|Destinasi Luar Negeri

Diplomasi budaya yang bergerak: dari panggung konser ke jalan desa

Diplomasi budaya Indonesia di China adalah strategi menggunakan musik, industri kreatif, dan pembelajaran pariwisata pedesaan untuk membangun kedekatan masyarakat, membuka peluang ekonomi kreatif, serta memperkuat hubungan antarwarga di luar jalur politik formal, dengan konsulat memainkan peran aktif sebagai penghubung antara pelaku budaya dan komunitas lokal China. Dalam beberapa pekan, dua arus besar bergerak sejajar: tur musik Mocca yang disokong KJRI Guangzhou dan program pertukaran desa di Xishuangbanna. Keduanya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya sistematis mengaitkan diplomasi budaya Indonesia dengan musik Indonesia di China, wisata budaya Tiongkok, dan pariwisata pedesaan sebagai sumber daya pengetahuan. Pertanyaannya bukan lagi apakah budaya dapat menjadi kekuatan diplomasi, melainkan seberapa cerdas ia dihubungkan dengan kepentingan ekonomi, kreativitas, dan pemberdayaan desa.

Mocca di empat kota: swing sebagai wajah industri kreatif

Ketika KJRI Guangzhou mendukung rangkaian konser grup swing Mocca di China, konsulat secara terang menempatkan musik sebagai alat diplomasi budaya Indonesia. Mocca menggelar China Unforgotten Tour di Shanghai, Hangzhou, Shenzhen, dan Guangzhou, menggandeng label independen lokal Handshake Records untuk menembus jaringan penikmat musik Tiongkok. Konsul Jenderal Arianto Surojo menegaskan, “Harapan kami industri kreatif Indonesia seperti musik bisa diterima oleh publik China dan menjadi jembatan penghubung bagi penguatan hubungan antar masyarakat kedua negara serta memperluas peluang ekonomi kreatif Indonesia”. Pilihan lagu Mandarin Cai Yun Zhui Yue yang selaras dengan libur pertengahan musim gugur dan tradisi kue bulan menunjukkan sensitivitas terhadap wisata budaya Tiongkok. Di sini, konser swing bukan hiburan semata, melainkan sinyal bahwa diplomasi budaya bergerak melalui bahasa emosional yang sangat dipahami publik urban China: musik live, komunitas penggemar, dan pengalaman lintas bahasa.

Diplomasi Budaya di China: Musik dan Desa sebagai Kekuatan Lunak

Pariwisata pedesaan dan Xishuangbanna: belajar ekonomi berbasis komunitas

Di jalur berbeda, sejumlah perwakilan desa dan pengelola pariwisata asal Indonesia ikut program pertukaran di Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, untuk mempelajari pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Selama 22–26 September, 40 peserta muda dari berbagai negara Asia Tenggara mengunjungi Desa Manluanzhan dan Hebian, melihat bagaimana pariwisata pedesaan dibangun dengan melibatkan warga, badan usaha kolektif, universitas, organisasi sosial, dan pemerintah. Manluanzhan dalam waktu sekitar satu tahun berkembang menjadi ruang ekonomi baru yang memadukan bisnis, layanan, dan aktivitas berbasis pariwisata, dengan bisnis baru mencatat pendapatan lebih dari 2,6 juta yuan pada 2025. Sementara di Hebian, aktivitas tradisional seperti menyadap karet dan beternak lebah tetap berjalan berdampingan dengan homestay dan promosi produk melalui livestreaming. Diplomasi budaya di sini muncul dalam bentuk pertukaran pengetahuan: desa belajar dari wisata budaya Tiongkok untuk merancang model ekonomi komunitas yang tidak mencabut akar lokal.

Penglipuran, Desa Setu, dan ambisi merangkai musik dengan desa

Program di Xishuangbanna menjadi cermin bagi desa yang sudah mapan dalam pariwisata pedesaan maupun yang masih bergantung pada pertanian. Penglipuran, desa Hindu tradisional di Bali, menjadikan pariwisata sebagai industri utama dan menerima rata-rata 2.000 wisatawan per hari. Bagi Ni Luh Feby Karisma Putri, kesamaan pendekatan antara Penglipuran dan Manluanzhan menguatkan gagasan bahwa wisata desa bisa menjaga karakter lokal sekaligus menggerakkan ekonomi. Di sisi lain, Kepala Desa Setu Esa Asmarini datang dengan kebutuhan sangat praktis: mempelajari pemanfaatan teknologi, e-commerce, dan drone untuk mengangkat ekonomi desa yang masih bertumpu pada budidaya tanaman dan peternakan. Ketika peserta menyebut harapan untuk membawa rekomendasi kebijakan pulang, diplomasi budaya Indonesia bertransformasi menjadi diplomasi pembangunan yang konkret: membawa pulang model bisnis, pola pembagian pendapatan, dan cara mengemas kehidupan tradisional sebagai daya tarik wisata.

Mengapa diplomasi budaya harus memadukan panggung kota dan lorong desa

Tur Mocca yang mendapat dukungan penuh KJRI Guangzhou sekaligus menjadi bagian dari strategi konsulat mengembangkan people-to-people exchanges melalui musik Indonesia di China. Band tersebut bahkan berencana kembali manggung tahun depan bersama mitra label yang sama, menunjukkan bahwa diplomasi budaya bukan agenda satu kali, melainkan investasi jangka panjang dalam industri kreatif. Di sisi lain, pertukaran desa di Xishuangbanna memperlihatkan bahwa setiap wilayah pedesaan memiliki sumber daya dan tantangan berbeda, tetapi bisa belajar dari cara wisata budaya Tiongkok mengintegrasikan ekonomi dengan identitas lokal. Jika konsulat terus menjahit jejaring antara panggung swing di kota-kota China dan program belajar pariwisata pedesaan, diplomasi budaya Indonesia akan tampak bukan sebagai slogan, melainkan sebagai rangkaian tindakan: mengirim musisi, mengirim aparat desa, lalu pulang dengan pasar baru, ide pembangunan baru, dan kesadaran bahwa kekuatan lunak tumbuh di studio musik sekaligus di balai desa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!