ExpertBook Ultra: Definisi Baru Laptop Bisnis AI Offline untuk Profesional Mobile
ExpertBook Ultra adalah laptop bisnis AI offline kelas premium yang menggabungkan bodi tipis, bobot ringan, ketahanan ekstrem berstandar militer, dan kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan langsung di perangkat, dirancang khusus untuk profesional dan pelaku usaha dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perangkat kerja andal, aman, dan siap menghadapi beban kerja intens dari mana saja tanpa bergantung terus-menerus pada koneksi internet.
Peluncuran ExpertBook Ultra di Novotel Pontianak Convention Centre pada 3 September 2026 bukan sekadar acara produk, tetapi pernyataan sikap bahwa Kalimantan layak menjadi panggung utama teknologi bisnis berbasis AI. Sekitar 150 awak media dari lima provinsi di Kalimantan diundang untuk melihat, menyentuh, dan menguji langsung laptop ini, sesuatu yang jarang dilakukan produsen saat menyasar segmen premium. ASUS jelas ingin menunjukkan bahwa laptop bisnis AI offline bukan hanya jargon, melainkan solusi nyata bagi jurnalis, eksekutif, dan pebisnis yang bekerja di lapangan, berpindah kota, dan sering berada di area dengan koneksi internet tidak stabil. Fokusnya: perangkat harus setipis ultrabook, setangguh workstation, dan secerdas sistem AI modern.

Tipis, Ringan, tapi Tangguh: Mengapa Desain Fisiknya Penting untuk Profesional
Keunggulan utama ExpertBook Ultra ada pada kombinasi yang biasanya saling bertentangan: desain ultraportabel dan ketahanan ekstrem. Ketebalannya sekitar 10,9 milimeter, dengan bobot di kisaran 0,99 kilogram untuk varian layar POLED dan sekitar 1,09 kilogram untuk varian Tandem OLED. Angka ini menempatkannya di liga laptop tipis tangguh profesional, mudah masuk tas kerja dan tidak menyiksa punggung pengguna yang harus berpindah lokasi setiap hari. Namun ASUS tidak berhenti di estetika tipis; sasis berbahan magnesium-aluminium dan sertifikasi pengujian berstandar militer MIL-STD-810H menegaskan bahwa ini bukan ultrabook manja yang hanya cocok untuk meja kantor.
Pengujian ketahanan langsung di hadapan sekitar 150 awak media dari Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara menunjukkan kepercayaan diri produsen terhadap daya tahannya. Beban tekanan hingga 100 kilogram diperagakan untuk mensimulasikan tas kerja padat yang ditumpuk koper atau peralatan lainnya. Ditambah baterai 70 Wh yang diklaim mampu digunakan hingga 26 jam dalam skenario tertentu dan pengisian cepat 50 persen dalam sekitar 30 menit, ExpertBook Ultra jelas dirancang untuk hari kerja yang tidak menentu, perjalanan panjang, dan sesi kerja maraton tanpa stop kontak. Bagi profesional mobile, detail ini lebih relevan daripada sekadar skor benchmark.
| Spec | Varian POLED | Varian Tandem OLED |
|---|---|---|
| Ketebalan | 10,9 mm | 10,9 mm |
| Bobot | ±0,99 kg | ±1,09 kg |
| Ukuran layar | 14 inci 16:10 | 14 inci 16:10 Tandem OLED 3K |

AI Offline dan Layar Tandem OLED: Senjata Utama untuk Eksekutif Modern
ExpertBook Ultra bukan hanya laptop tipis; jantungnya adalah platform komputasi AI yang diorientasikan pada penggunaan on-device. Perangkat ini dibekali prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H dengan Neural Processing Unit (NPU) yang mampu menghasilkan performa hingga 50 TOPS. Kombinasi tersebut memungkinkan proses AI berjalan langsung di perangkat, tanpa selalu bergantung pada koneksi internet, menjadikannya laptop bisnis AI offline yang relevan bagi pengguna di wilayah dengan jaringan yang belum merata. Dengan RAM LPDDR5x hingga 64 GB, perangkat ini juga diklaim mampu menjalankan sejumlah large language model secara lokal tanpa koneksi internet, membuka ruang kerja baru bagi profesional data, konsultan, dan tim riset yang sensitif terhadap kerahasiaan data.
Kecerdasan buatan itu diterjemahkan ke fungsi praktis seperti ASUS AI ExpertMeet untuk transkripsi, penerjemahan bahasa, dan optimasi kamera web melalui NPU. Dalam konteks meeting lintas bahasa atau wawancara jarak jauh, kemampuan ini bisa menghemat banyak waktu administratif. Namun, hasil transkripsi dan penerjemahan berbasis AI tetap perlu diperiksa kembali untuk menghindari kekeliruan nama, istilah, angka, atau konteks pernyataan narasumber. Di sisi visual, layar Tandem OLED 14 inci beresolusi 3K dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits jelas bukan gimmick untuk presentasi marketing. Bagi eksekutif modern dan profesional kreatif, kombinasi resolusi tinggi, brightness ekstrem, dan rasio layar terhadap bodi sekitar 91 persen memberikan ruang kerja yang luas dan nyaman meski di bodi ringkas.
Strategi ASUS di Kalimantan: Menguji Pasar Premium, Bukan Mengejar Semua Orang
Masuknya ExpertBook Ultra ke Kalimantan adalah strategi sadar, bukan eksperimen acak. Perusahaan melihat kawasan ini memiliki potensi besar dari kalangan profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan kemampuan komputasi, keamanan data, dan pemrosesan AI yang lebih tinggi. Peluncuran di Pontianak disebut sebagai upaya mengenalkan kemampuan teknologi perangkat premium ke pasar di luar Pulau Jawa, dan mengakui bahwa penggunaan produk mereka di daerah sudah cukup besar. Dengan harga berada di kisaran Rp38 juta hingga Rp80 juta, ASUS terang-terangan mengatakan bahwa targetnya adalah profesional dan level bisnis, bukan seluruh segmen pengguna. Ini adalah laptop tipis tangguh profesional, bukan perangkat harian untuk semua orang.
Pendekatan yang mengundang berbagai platform media—cetak, daring, radio, televisi, hingga pegiat media sosial—menunjukkan bahwa ASUS ingin narasi tentang ExpertBook Ultra datang dari mereka yang kesehariannya penuh mobilitas dan tekanan deadline. Masuknya laptop bisnis AI offline ini ke Kalimantan bukan sekadar membawa produk baru, tetapi bagian dari upaya mendekatkan teknologi bisnis berbasis AI kepada pengguna di daerah. Head of Corporate perusahaan menekankan bahwa "masih belum banyak orang yang aware" bahwa mereka punya teknologi seperti ini, sehingga kehadiran di Kalimantan adalah langkah edukasi pasar sekaligus validasi demand. Jika berhasil, langkah ini bisa mengubah peta persepsi bahwa perangkat bisnis berspesifikasi tinggi hanya relevan untuk kota besar di satu pulau saja.
Siapa yang Cocok Memilih ExpertBook Ultra dan Apa Komprominya?
Secara realistis, ExpertBook Ultra adalah laptop untuk segmen yang tahu persis apa yang mereka bayar: profesional bisnis, eksekutif, jurnalis, dan pelaku usaha dengan mobilitas tinggi dan kebutuhan AI jelas. Mereka yang sering bekerja di lapangan, melakukan perjalanan antarkota, butuh keamanan data dan durabilitas, serta tertarik memanfaatkan AI offline untuk transkripsi, penerjemahan, atau analisis, akan menemukan nilai kuat dalam kombinasi desain tipis, ketahanan militer, baterai besar, dan spesifikasi AI yang agresif. Bagi perusahaan, ini bisa menjadi perangkat standar bagi manajemen atas atau tim strategis yang menangani informasi sensitif di berbagai lokasi.
Komprominya jelas: ini bukan laptop untuk semua orang. Harga premium yang berada di kisaran puluhan juta rupiah membuatnya tidak masuk akal bagi pengguna kasual atau pelajar. Selain itu, meskipun kemampuan AI offline adalah keunggulan, adanya catatan bahwa hasil transkripsi dan penerjemahan tetap perlu diperiksa menunjukkan bahwa AI di perangkat ini adalah asisten, bukan pengganti kewaspadaan manusia. ASUS juga tidak menargetkan ExpertBook Ultra ke seluruh segmen; fokus pada level profesional dan bisnis adalah pengakuan jujur bahwa teknologi seperti NPU 50 TOPS dan layar Tandem OLED 1.400 nits paling terasa manfaatnya ketika dipakai untuk pekerjaan bernilai tinggi. Bagi yang berada di segmen itu, ExpertBook Ultra adalah investasi, bukan sekadar laptop baru.







