Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Empat Tekanan yang Menguji Ketahanan Ekonomi

Empat Tekanan yang Menguji Ketahanan Ekonomi
Minat|Asia Tenggara

Ketidakpastian global bukan risiko yang jauh

Tantangan ekonomi Indonesia adalah tekanan dari dalam dan luar negeri yang dapat mengganggu kestabilan perekonomian serta kehidupan masyarakat, sehingga perlu dibaca sebagai risiko yang saling hadir dalam satu lanskap. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengingatkan soal tekanan tersebut dalam kuliah “Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian: Pelajaran dari Pengalaman” di Harvard University, Cambridge, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Peringatan itu tepat waktu: konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, menjadi sumber ketidakpastian ekonomi dunia. Indonesia, kata Kalla, tidak dapat menghindari dampaknya. Inilah inti persoalan geopolitik dan stabilitas ekonomi: gejolak antarnegara bukan sekadar urusan diplomasi. Dampaknya juga dapat terasa dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemimpin perlu mampu membaca situasi dan mengantisipasi krisis yang melampaui batas negara. Menunggu sampai tekanan terasa di dalam negeri berarti kehilangan ruang untuk bersiap.

Empat Tekanan yang Menguji Ketahanan Ekonomi

Empat tekanan, satu kebutuhan untuk bersiap

Kalla menyebut perang di berbagai kawasan, ancaman bencana alam, korupsi, dan kebijakan belanja negara sebagai faktor yang perlu diantisipasi serius. Daftar itu penting bukan karena keempatnya bekerja dengan cara yang sama, melainkan karena semuanya menuntut perhatian ketika ruang pengambilan keputusan sedang diuji. Geopolitik dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat; tiga faktor lainnya menegaskan bahwa tekanan tidak hanya datang dari luar. Istilah bencana alam ekonomi mengingatkan bahwa bencana juga perlu diperhitungkan dalam pembicaraan tentang ketahanan nasional, meski dampak spesifiknya tidak dirinci dalam paparan yang tersedia. Demikian pula, korupsi tekan pertumbuhan menjadi kekhawatiran yang tak boleh dikecilkan, sementara kebijakan belanja negara perlu dipandang sebagai bagian dari daftar risiko. Yang dibutuhkan bukan klaim berlebihan, melainkan kewaspadaan dan keputusan yang bertumpu pada pembacaan situasi.

Uang penting, tetapi bukan jawaban tunggal

Kalla menolak anggapan bahwa modal dan peralatan modern saja cukup untuk menghadapi tekanan. “Uang saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan semangat, keberanian, ilmu pengetahuan, dan inovasi. Teknologi harus dikuasai dan kemampuan manusia harus terus dikembangkan,” ujarnya. Pesan ini lebih luas daripada seruan untuk menyediakan sumber daya: ketahanan juga bergantung pada kemampuan manusia dan kapasitas untuk belajar. Kalla mencontohkan Iran yang tetap mempertahankan kapasitas di tengah tekanan dan sanksi internasional selama bertahun-tahun, serta mengaitkan daya tahan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi Indonesia, pelajaran yang layak diambil bukan meniru keadaan negara lain, melainkan mengakui bahwa uang tidak dapat menggantikan kepemimpinan yang mampu membaca risiko. Empat tantangan ekonomi Indonesia menuntut kesiapan menghadapi ketidakpastian dari berbagai arah. Kesimpulannya jelas: belanja dan sumber daya penting, tetapi kualitas keputusan, pengetahuan, serta kemampuan beradaptasi sama pentingnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!