Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lima Koleksi Paling Berkesan di Paris Fashion Week SS27

Lima Koleksi Paling Berkesan di Paris Fashion Week SS27
Minat|Pertunjukan Busana

PFW SS27: Ketika Runway Menjadi Ruang Gagasan, Bukan Sekadar Gaya

Paris Fashion Week SS27 adalah rangkaian peragaan busana dan presentasi koleksi Musim Semi/Musim Panas 2027 yang menampilkan 67 runway dan 34 presentasi, di mana rumah-rumah mode besar dan desainer baru memakai panggung Paris untuk menguji ide, narasi, dan arah kreatif mereka. Di sini, tren fashion spring 2027 tidak lahir dari gaun indah semata, melainkan dari keberanian mengutak-atik format, lokasi, dan pesan. Pekan mode ini terasa seperti laboratorium sosial: desainer haute couture berdialog dengan isu kelas, migrasi, teknologi, dan sejarah, sementara brand siap pakai menguji ulang fungsi lemari pakaian sehari-hari. Lima koleksi paling berkesan—Saint Laurent, Valentino Antibiblioteca, Matières Fécales runway, Anrealage, dan Sacai—menawarkan gambaran jelas bahwa masa depan mode ditentukan oleh cerita yang dikisahkan, bukan hanya permukaan kain yang berkilau.

Lima Koleksi Paling Berkesan di Paris Fashion Week SS27

Saint Laurent dan Valentino: Spektakel Emas di Menara Eiffel, Perpustakaan Jadi Laboratorium Imajinasi

Dalam lanskap Paris Fashion Week SS27, Saint Laurent dan Valentino menunjukkan dua cara berbeda memaknai kemewahan. Di bawah arahan Anthony Vaccarello, Saint Laurent menampilkan koleksi Prêt-à-Porter wanita Musim Semi–Musim Panas 2027 pada 29 September 2026, di panggung yang berkilau di bawah cahaya Menara Eiffel dan dihadiri nama-nama besar seperti Rosé, Zoë Kravitz, dan Hailey Bieber. Menurut salah satu rekap, Vaccarello mengakhiri masa jabatannya dengan ledakan rona emas yang menyelimuti lamé, brokat, renda hingga lateks—sebuah pernyataan visual tentang warisan Yves Saint Laurent yang menjadikan emas sebagai bahasa elegansi baru. Sementara itu, koleksi Valentino Antibiblioteca memilih keheningan perpustakaan Bibliothèque Sainte Geneviève sebagai panggung, menjadikan buku-buku belum dibaca ala Umberto Eco sebagai metafora kemungkinan yang belum terwujud. Busana glamor nan penuh warna dirancang sebagai “teks terbuka”: apa karakter pemakainya, bagaimana dikenakan, dan ke mana akan dibawa, dibiarkan mengambang sebagai narasi yang menunggu ditulis.

Lima Koleksi Paling Berkesan di Paris Fashion Week SS27

Matières Fécales: Runway sebagai Manifesto Politik di Place de la République

Tidak ada pertunjukan yang lebih lantang secara politis di Paris Fashion Week SS27 selain THE NINETY NINE PERCENT dari Matières Fécales. Brand ini menjadi yang pertama mengubah Place de la République menjadi panggung mode, mendedikasikannya sebagai penghormatan bagi imigran dan kelompok yang terpinggirkan. Steven Raj Bhaskaran dan Hannah Rose merangkai koleksi tiga babak—“FAMILY”, “TRIBE”, “GODS”—yang masing-masing memetakan pengalaman kelas pekerja, komunitas alternatif, hingga spirit dewa-dewa yang lahir dari tenunan Burkina Faso dan sari bersulam tangan dari Varanasi. 99 tampilan diperagakan sepenuhnya oleh model kulit berwarna, banyak di antaranya kerabat dan orang dekat sang desainer. Kolaborasi sandal jepit berhak melengkung bersama Christian Louboutin, setelan militer berpadu punk, hingga garmen artisanal menjadikan runway ini manifesto anti-elit yang tetap berkelas. Penutupnya dramatis: para model memanggul figur miliarder seukuran manusia mengelilingi patung République diiringi Nina Simone. Di tengah percakapan tren fashion spring 2027, Matières Fécales mengingatkan bahwa mode tidak netral—ia selalu berpihak.

Lima Koleksi Paling Berkesan di Paris Fashion Week SS27

Anrealage dan Sacai: Inovasi Tekstil dan Perombakan Lemari Wanita

Jika Matières Fécales menggarap politik identitas, Anrealage dan Sacai mengutak-atik tubuh dan struktur pakaian. Kunihiko Morinaga merayakan peragaan busana ke-25 Anrealage di Paris dengan koleksi bertajuk “SKIN”, memanfaatkan kulit digital LED dan sisik kertas elektronik yang dapat berubah warna dan rona. Peragaan dimulai dengan setelan ramping tertutup dari kepala hingga kaki, sebelum berkembang menjadi garmen kompleks yang ditambal dari kertas washi, kain Ultrasuede, dan payet yang mengelupas. Puncaknya: enam gaun malam seperti baju zirah, masing-masing dibalut ribuan sisik Tinta Elektronik yang berkelap-kelip sebelum memudar menjadi abu-abu. Di sisi lain, Sacai memilih merombak lemari pakaian wanita melalui konstruksi hibrida. Untuk Femme Musim Semi–Musim Panas 2027 pada 5 Oktober 2026 pukul 10.00, Chitose Abe membaurkan batas kategori, mengaburkan kode, dan mengubah potongan dengan konstruksi personal. Label Jepang ini terkenal menggabungkan beberapa gaya dalam satu pakaian—kemewahan bertemu streetwear—mencerminkan kebutuhan perempuan modern atas pakaian yang lentur antara kantor, jalanan, dan malam hari.

Lima Koleksi Paling Berkesan di Paris Fashion Week SS27

Chanel Cruise: Deauville Sebagai Jembatan Warisan dan Masa Kini

Di tengah gemuruh Paris Fashion Week SS27, pengumuman Chanel Cruise 2027 menunjukkan bahwa tren fashion spring 2027 tidak bisa dipisahkan dari narasi sejarah. Matthieu Blazy memilih Deauville, resor tepi laut di Normandy, untuk menampilkan koleksi Cruise keduanya pada Selasa, 27 April 2027. Deauville bukan sekadar latar cantik; di sanalah Gabrielle Chanel membuka butik pada 1912 dan mulai menjual karya busana pertamanya setahun kemudian, membentuk kode gaya khas Chanel yang kita kenal hari ini. Presiden aktivitas fashion Chanel menyebut Deauville “tempat fundamental” bagi rumah mode tersebut, yang kini akan dihidupkan kembali melalui kacamata Blazy. Pilihan lokasi ini menegaskan pola yang tampak di Valentino Antibiblioteca dan Matières Fécales: ruang fisik bukan dekor, melainkan bagian dari pesan. Dari perpustakaan, monumen revolusi, hingga resor bersejarah, desainer haute couture menggunakan geografi sebagai teks tambahan pada pakaian mereka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!