Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Skema Multiyears Sulsel: Rp3,7 Triliun untuk Fondasi Infrastruktur

Skema Multiyears Sulsel: Rp3,7 Triliun untuk Fondasi Infrastruktur
Minat|Asia Tenggara

Multiyears sebagai Strategi Fondasi Infrastruktur Sulawesi Selatan

Skema proyek tahun jamak atau Multi-Years Project (MYP) adalah strategi pembangunan infrastruktur yang membagi satu paket besar pekerjaan menjadi pendanaan dan pelaksanaan beberapa tahun anggaran, agar proyek kompleks seperti jalan, irigasi, dan rumah sakit selesai tuntas dengan kualitas terjaga, pembiayaan lebih efisien, dan manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat lintas kabupaten/kota. Pilihan kebijakan ini diambil Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memacu infrastruktur Sulawesi Selatan sekaligus menjaga kesehatan fiskal daerah. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman terang-terangan menyebut multiyears sebagai fondasi masa depan, bukan sekadar proyek fisik. Menurutnya, proyek besar seperti rumah sakit dan jalan provinsi sulit diselesaikan optimal jika dipaksa dalam skema tahun tunggal yang serba sempit waktu. Dari sini terlihat, pemerintah tidak lagi mengejar seremonial peresmian tahunan, melainkan ketuntasan pembangunan yang menopang ekonomi regional.

Efisiensi Anggaran: Mengapa Satu Lelang Besar Dianggap Lebih Hemat

Inti keberanian Sulsel memakai program multiyears 2025 adalah logika efisiensi anggaran dan waktu lelang yang sulit dibantah. Gubernur Andi Sudirman menggambarkan, satu kali lelang untuk proyek bernilai Rp500 miliar dinilai jauh lebih hemat dibandingkan sepuluh kali lelang untuk paket masing-masing Rp50 miliar. Penghematan bukan hanya pada biaya administrasi tender, tetapi juga pada mobilisasi dan demobilisasi alat berat yang kerap membengkak jika proyek dipecah terlalu kecil. Di sisi lain, paket besar membuka pintu bagi kontraktor berskala nasional dengan standar pengerjaan lebih tinggi, tanpa mengorbankan pembangunan daerah karena pemerintah tetap mewajibkan kandungan lokal 40 persen agar pengusaha dan pekerja lokal terlibat aktif. Inilah kombinasi menarik: kualitas nasional, tetapi tetap menumbuhkan ekosistem usaha lokal di sekitar proyek infrastruktur Sulawesi Selatan.

Kualitas Jalan, Irigasi, dan Rumah Sakit: Manfaat Nyata bagi Warga

Skema multiyears Sulsel tidak berhenti pada angka Rp3,7 triliun, tetapi diarahkan langsung ke kebutuhan paling nyata: jalan dan irigasi serta rumah sakit. Pemerintah menjadikan Lintas Harian Rata-rata (LHR) sebagai kompas prioritas, sehingga ruas yang paling banyak dilalui masyarakat dipilih terlebih dahulu. Pendekatan ini lebih jujur secara sosial; anggaran tidak terjebak proyek prestise di titik sepi, melainkan memperbaiki alur logistik, akses kerja, dan perjalanan harian warga. Untuk layanan kesehatan, gubernur menegaskan rumah sakit memerlukan jangka waktu tahun jamak agar bangunan fisik dan fasilitas pendukung siap secara bersamaan. Jika gedung selesai tapi sarana pendukung tertunda, fungsi pelayanan akan timpang. Dengan multiyears, desain, konstruksi, dan pengadaan peralatan bisa dirangkai dalam satu rencana yang konsisten, sehingga warga tidak hanya mendapatkan gedung baru, tetapi layanan yang benar-benar berfungsi.

Pemerataan Pembangunan Daerah dan Dampak Ekonomi Regional

Kritik klasik terhadap pembangunan daerah adalah soal keadilan distribusi. Skema multiyears Sulsel mencoba menjawabnya dengan kombinasi prioritas lalu lintas dan pembagian regional meliputi 24 kabupaten/kota. Proyek paket jalan dan irigasi dibagi per wilayah—Selatan, Bosowasi Timur, Tengah, hingga Utara—agar semua kawasan kewenangan provinsi tersentuh secara sistematis. Dari sisi ekonomi regional, pendekatan ini menarik: koridor-koridor utama diperkuat, tetapi rantai pasok di wilayah penyangga juga diperbaiki. Pemerintah mengklaim multiyears membuat arus kas lebih terukur dan mengurangi risiko gagal bayar kepada kontraktor. Itu penting untuk menciptakan iklim usaha yang stabil di sektor konstruksi dan pertanian yang bergantung pada irigasi. Ketika jaringan jalan dan irigasi membaik serentak di banyak titik, efeknya bukan hanya pada percepatan proyek, tetapi pada penurunan biaya logistik dan peningkatan produktivitas ekonomi lokal.

Tahap Kedua Multiyears: Konsistensi Jadi Ujian Sesungguhnya

Keberhasilan tahap pertama multiyears dengan anggaran Rp3,7 triliun untuk pembangunan jalan, irigasi, dan rumah sakit regional kini berhadapan dengan ujian lanjutan: konsistensi tahap kedua. Gubernur mengonfirmasi bahwa kesepakatan Multi-Years Project tahap kedua telah ditandatangani untuk memastikan pembangunan yang dimulai bisa tuntas dan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat. Pernyataan penutupnya tegas: "InsyaAllah, kita sudah menandatangani tahap kedua untuk memastikan Sulsel terus maju dan pembangunan yang kita mulai dapat tuntas dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat." Di titik ini, skema multiyears bukan lagi eksperimen, melainkan komitmen jangka panjang. Tantangannya adalah menjaga disiplin perencanaan, transparansi pelaksanaan, dan keberanian mempertahankan prioritas ekonomi regional di tengah dinamika politik dan fiskal. Jika konsistensi terjaga, multiyears bisa menjadi contoh bagaimana infrastruktur Sulawesi Selatan dipakai sebagai mesin pembangunan ekonomi, bukan sekadar deretan proyek beton.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!