Setahun terakhir beranda aku dipenuhi nostalgia 2016, dan satu item yang paling sering muncul ulang adalah choker. Bukan versi plastik tipis yang dulu bikin leher gatal, tapi choker buatan brand lokal dengan bahan yang jauh lebih masuk akal untuk dipakai harian. Yang bikin aku senang, tren ini tidak datang sebagai barang impor mahal, karena justru UMKM Indonesia yang paling cepat menangkapnya.
Choker velvet adalah wajah paling ikonik dari era itu. vileohandicraft merilis Bold Velvet Choker warna merah dengan rantai extender silver, dan di Tokopedia choker velvet Lotus Flower dari Vileo Handicraft tercantum Rp15.950. Harga segitu untuk sepotong nostalgia terasa sangat wajar. Tapi justru di luar velvet, choker lokal sekarang punya tiga arah bahan yang menarik untuk dibahas satu per satu.
Choker kerang, versi paling santai dari tren ini
firasat.oseanik jadi nama yang paling konsisten di gelombang ini. Model tunggal berupa satu kerang cowrie pada tali lilin berwarna, sementara rekșaning dan kinanti merangkai kerang utuh dengan manik batu dan bintang laut kecil. Semua memakai tali serut yang bisa disesuaikan, jadi tidak ada drama salah ukuran saat belanja online. Di Shopee, kalung kerang mereka tercantum Rp19.550 dari harga normal Rp38.750. Oktober ini mereka juga membuka opsi bundling kalung sekaligus gelang dengan harga yang lebih terjangkau.
Kalung kerang cocok untuk kamu yang ingin aksesori tanpa logam sama sekali di kulit. Pada model tali murni, kontak logam benar-benar nol, jadi aman untuk kulit yang gampang bereaksi. Soal styling, kalung kerang paling enak dipasangkan dengan kemeja linen atau dress katun polos, biarkan dia jadi satu-satunya aksen di leher. Palka Art Craft juga membawa gelang dan kalung kerang handmade ke rak toko mereka, jadi pilihan gaya pantai ini tidak cuma datang dari satu dua toko.

Choker mutiara dan manik, ternyata ramah hijab
Yang bikin aku berhenti scroll adalah postingan chikigo.id akhir September lalu. Choker mutiara dan manik warna-warni mereka dipakai di luar blouse oleh pemakai hijab, dan hasilnya manis tanpa terlihat berusaha keras. Karena duduk di atas kain, choker model ini memang paling aman untuk hijabers yang tetap ingin aksen di garis leher. Choker mutiara juga paling gampang diajak kompromi, karena warnanya netral ke hampir semua warna baju.
Pilihan harganya lebar sekali. Anne Pearl Choker muncul di daftar Shopee bertanda Pilih Lokal dengan harga Rp25.000, Senada Victory Handmade menawarkan choker mutiara 8 mm seharga Rp7.500 pada harga promo dari Rp15.000, dan Arafa Collection punya kalung mutiara mulai Rp19.000. Kalau suka yang benar-benar handmade, banyak pembuat kecil seperti wildflower_reena yang menerima pesanan choker mutiara dengan liontin pilihan, dari ekor paus sampai matahari kecil.

Choker rantai stainless dan titanium, buat yang takut karat
Ini bagian yang paling menjawab keluhan pembaca aku soal aksesori murah. Velour Jewels dari Jakarta Barat punya Marina Twist Chain Choker berbahan stainless steel dengan klaim anti karat, plus Ioana Gold Pearl Choker Necklace Set berbahan steel lapis emas 18K seharga Rp184.900 di Tokopedia. Ark.co asal Magelang merilis BOUJEE, semi choker titanium stainless yang diklaim anti karat dan hipoalergenik, jadi kandidat bagus untuk kulit sensitif. Di ujung yang lebih premium ada Dear Me dengan Logan Choker stainless steel Rp400.000 dan rating 4,8 dari 50 penilaian di Shopee.
Gaya chainmail juga ikut naik daun. wear.liora jadi nama lokal yang sering disebut untuk aksesori chainmail, sementara pakai.batu dari Solo membawa choker stainless steel handmade ke pop up market mereka. Anyaman ring kecil seperti ini terasa padat di tangan, dan justru itu tanda bahan stainless sungguhan, bukan logam berlapis tipis yang warnanya mengelupas setahun kemudian. Untuk leher sensitif, titanium dan stainless tetap pilihan paling aman karena tidak meninggalkan bekas hijau di kulit.

Panjang rantai dan cara pakai yang bikin choker terlihat mahal
Patokan aku sederhana. Choker duduk manis di kisaran 30 sampai 35 cm, dan rantai 35 cm akan berhenti tepat di pangkal leher, sama seperti patokan panjang kalung yang dulu aku bahas. Kalau leher kamu lebih berisi atau suka kesan longgar, cari model dengan extender 3 sampai 5 cm, atau pilih tali serut seperti punya firasat. Untuk styling, choker paling bersinar di leher yang terbuka, misalnya atasan off shoulder, sabrina, atau kemeja dengan dua kancing teratas dibuka. Kalau berhijab, tiru cara chikigo dengan memakainya di luar blouse polos, lalu tambahkan rantai 45 cm biar ada lapisan kedua yang jatuh di dada.
Tren choker kali ini terasa beda karena bahan dan harganya akhirnya masuk akal untuk pasar kita, dari belasan ribu sampai ratusan ribu saja. Dulu choker identik dengan barang sekali musim, sekarang satu piece bisa ikut kamu bertahun-tahun. Jadi kalau laci kamu masih menyimpan choker lama, mungkin sekarang waktu yang tepat untuk memakainya lagi, atau sekalian mengganti dengan versi lokal yang tidak bikin waswas karat.






