Perawatan diri yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari
Kelas makeup warga adalah kegiatan belajar bersama yang mengenalkan perlindungan kulit dan keterampilan merias diri agar peserta dapat merawat penampilan secara mandiri dalam keseharian. Nilai kelas semacam ini terletak pada hal-hal yang langsung bisa dipraktikkan, bukan pada tuntutan untuk memiliki banyak produk. Di Desa Piyanggang, mahasiswa GIAT 17 Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengedukasi ibu-ibu PKK tentang penggunaan sunscreen dan dasar makeup. Kegiatan di Balai Desa Piyanggang, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB dan diikuti 25 peserta. Sunscreen dibahas sebagai perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet, sementara demonstrasi rias dasar memberi peserta gambaran tahapan makeup. Perpaduan ini terasa relevan: perawatan kulit dan riasan bukan dua topik terpisah, melainkan bagian dari rutinitas yang bisa dipelajari dengan cara sederhana.
Edukasi sunscreen yang membuka ruang bertanya
Edukasi sunscreen akan lebih berguna ketika tidak berhenti pada anjuran untuk mengoleskan tabir surya. Di Piyanggang, sesi tanya jawab memberi peserta kesempatan menghubungkan materi dengan kebiasaan mereka sendiri. Bu Ulfa bertanya tentang cara melakukan pengaplikasian ulang sunscreen, sedangkan Bu Sri ingin tahu cara memilih warna makeup yang sesuai dengan kulit. Pertanyaan-pertanyaan itu memperlihatkan kebutuhan yang praktis: peserta ingin memahami bagaimana memakai produk dengan tepat dan memilih riasan yang terasa cocok. Setelah penjelasan mengenai perlindungan dari sinar UV, mahasiswa mendemonstrasikan basic makeup secara langsung kepada salah satu peserta. Dengan melihat tahapan rias, ibu-ibu PKK dapat mempelajari keterampilan dasar makeup, bukan hanya mendengar teori. Format demonstrasi dan diskusi seperti ini membuat beauty class komunitas lebih dekat dengan rutinitas nyata, sekaligus memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan hal yang masih membingungkan.
Beauty class di Sempulur: belajar praktik sekaligus memilih produk
Warga Desa Sempulur juga mengikuti kelas makeup warga yang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 26 Oktober 2026. Kegiatan di Balai Desa Sempulur, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, terlaksana melalui kolaborasi tim KKN dengan Viva Cosmetics dan dihadiri puluhan ibu-ibu PKK serta remaja putri. Sebelum praktik, peserta mendapat materi tentang cara memilih skincare dan kosmetik yang aman serta sesuai jenis kulit, termasuk pentingnya bersikap kritis terhadap kandungan berbahaya dan produk tanpa izin edar. Instruktur kemudian memandu persiapan kulit menggunakan pembersih dan penyegar wajah, dilanjutkan dengan alas bedak, pensil alis, dan perona pipi. Tips memilih warna riasan sesuai tone kulit turut melengkapi sesi. Susunan ini menjadikan beauty class komunitas lebih dari latihan berdandan: peserta belajar mempertimbangkan keamanan produk sekaligus memperoleh keterampilan merias diri secara praktis dan mandiri.
Kedua kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran kecantikan paling bermanfaat ketika berangkat dari kebutuhan sehari-hari. Perlindungan kulit, pemilihan produk yang aman, dan latihan rias dasar memberi warga bekal yang dapat dicoba sendiri setelah acara selesai. Di Sempulur, penyelenggara juga berharap pelatihan mendukung rasa percaya diri dan membuka peluang usaha MUA lokal. Sementara itu, kegiatan di Piyanggang menempatkan pemahaman perlindungan kulit dan keterampilan makeup sebagai bagian dari kebiasaan merawat diri. Kesimpulannya, kelas makeup warga bukan semata-mata soal penampilan; ketika materi sunscreen dan praktik dasar disampaikan secara dekat serta memberi ruang bertanya, warga mendapat pengetahuan yang lebih mudah diterapkan dalam rutinitas.







