Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Xiaomi 18 Fold: Ponsel Lipat Premium Seharga Rp28 Juta?

Xiaomi 18 Fold: Ponsel Lipat Premium Seharga Rp28 Juta?
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Xiaomi 18 Fold: Definisi Baru Ponsel Lipat Premium dari Xiaomi

Xiaomi 18 Fold adalah ponsel lipat premium bergaya “mid-fold” yang diposisikan sebagai perangkat flagship tertinggi Xiaomi, menggabungkan desain lipat layaknya paspor dengan hardware kelas atas dan harga yang diprediksi menembus kelas ultra-premium untuk menantang pemain besar di segmen smartphone lipat dan flagship.

Inti ceritanya sederhana: Xiaomi 18 Fold diperkirakan dibanderol sekitar harga Rp28 juta, menjadikannya salah satu smartphone Xiaomi termahal yang pernah dipasarkan. Dengan angka setinggi ini, Xiaomi terang‑terangan meninggalkan citra “value brand” dan masuk ke ranah ultra‑premium. Perangkat ini bahkan diproyeksikan menjadi ponsel pertama Xiaomi yang melampaui batas harga 10.000 yuan untuk ponsel lipat mereka, dengan laporan yang menyebut model dasar sekitar 12.000 yuan. Untuk sebuah merek yang dulu terkenal karena harga agresif, ini adalah perubahan sikap besar, bukan sekadar kenaikan generasi.

Xiaomi 18 Fold: Ponsel Lipat Premium Seharga Rp28 Juta?

Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Fold: Mid-Fold dengan Tenaga Baru

Jika harga Xiaomi 18 Fold mengejutkan, spesifikasinya menjelaskan mengapa Xiaomi berani melabelinya sebagai perangkat paling premium yang pernah mereka buat. Ponsel lipat premium ini digambarkan mengusung desain “mid-fold” berbentuk paspor: ringkas saat ditutup, namun berubah menjadi layar besar ala tablet mini ketika dibuka. Layar luar disebut berukuran 5,38 inci, sementara layar dalam 7,58 inci, dibalut bingkai datar, sudut membulat simetris, serta modul kamera horizontal yang memberi kesan lebih bersih dan modern.

Di sisi dalam, Xiaomi 18 Fold diperkirakan menjadi perangkat pertama yang ditenagai chipset internal Xiaomi bernama Xring O3. Konfigurasi kameranya juga tidak main‑main: tiga kamera berteknologi Leica dengan sensor utama 200MP berukuran 1/1,56 inci, telefoto periskop 50MP dengan zoom optik 3,5x, dan lensa ultra‑wide 50MP. Baterai 6.000 mAh dengan pengisian kabel 67W dan nirkabel 50W menegaskan bahwa ini bukan sekadar demonstrasi teknologi, tetapi paket lengkap untuk kelas atas.

Harga Rp28 Juta: Strategi Ultra-Premium yang Berani

Prediksi Xiaomi 18 Fold harga sekitar Rp28 juta adalah deklarasi strategi, bukan angka acak. Perangkat ini disebut sebagai bagian dari ambisi Xiaomi memperkuat citra merek di pasar premium dan keluar dari zona lama mereka yang identik dengan harga hemat. Dengan langkah ini, Xiaomi dengan sadar menempatkan 18 Fold sebagai ponsel lipat premium untuk menantang Huawei, Samsung, hingga Apple di segmen smartphone premium.

Secara historis, Xiaomi MIX Fold 4 diluncurkan dengan harga mulai 8.999 yuan untuk varian 12/256GB, angka yang jauh di bawah banderol 12.000 yuan yang kini dikaitkan dengan Xiaomi 18 Fold. Menurut salah satu laporan, “ponsel ini diproyeksikan menjadi perangkat pertama Xiaomi yang melampaui 10.000 yuan.” Kenaikan signifikan ini menandai pergeseran jelas dari strategi ‘harga tembus pasar’ menjadi ‘harga setara atau bahkan lebih tinggi dari kompetitor utama’, sesuatu yang dulu mungkin tidak banyak konsumen bayangkan dari Xiaomi.

Dari Value Brand ke Flagship Sejati: Apa Makna 18 Fold bagi Xiaomi?

Xiaomi 18 Fold bukan sekadar ponsel lipat baru; ia adalah pernyataan bahwa Xiaomi siap bermain penuh di liga flagship atas. Perangkat ini menjadi lompatan besar Xiaomi di pasar foldable premium, memanfaatkan momentum untuk mengangkat citra merek ke kelas lebih prestisius. Kombinasi desain mid-fold yang menyerupai paspor, penggunaan chipset internal Xring O3, serta kolaborasi kamera Leica memperlihatkan bahwa Xiaomi ingin dikenal bukan hanya sebagai merek “value”, tetapi sebagai inovator di kategori paling mahal dan paling eksperimental sekaligus.

Menariknya, Xiaomi 18 Fold juga disebut menjadi produk pertama yang menggabungkan tiga teknologi terbaru Xiaomi sekaligus: Xuanjie O3, HyperOS 4, dan model AI on-device Xiaomi MiMo. Untuk varian tertinggi, Xiaomi bahkan disebut akan memakai memori ChangXin LPDDR6 buatan lokal. Dalam bahasa sederhana, 18 Fold adalah panggung demonstrasi teknologi terbaik Xiaomi saat ini. Pertanyaannya bukan lagi apakah Xiaomi bisa membuat ponsel lipat premium, tetapi apakah konsumen siap menerima Xiaomi sebagai merek dengan harga setinggi ini.

Peluncuran, Bentuk Mid-Fold, dan Arah Berikutnya

Xiaomi tidak sembarangan mengatur momentum kehadiran 18 Fold. Perangkat ini diperkenalkan langsung oleh Lei Jun pada 2 September, lalu diluncurkan pada 7 September sebagai bentuk baru foldable yang mereka sebut “mid-fold”. Berbeda dari foldable besar yang memanjang saat ditutup, Xiaomi 18 Fold mengusung bentuk yang lebih mendekati paspor sehingga tetap cukup ringkas digunakan dengan satu tangan, namun menawarkan pengalaman layaknya tablet mini ketika dibuka.

Desain unik ini menjadi cara Xiaomi membedakan dirinya di pasar ponsel lipat premium yang semakin sesak. Dengan menempatkan 18 Fold sebagai puncak portofolio mereka dan menempelkan label harga sekitar Rp28 juta, Xiaomi mengirim sinyal bahwa mereka siap berada di meja yang sama dengan brand yang selama ini mendominasi segmen flagship. Apakah strategi ini akan mengubah persepsi publik terhadap Xiaomi, atau justru memicu perdebatan soal nilai dan harga, itulah yang akan ditentukan oleh respons pasar setelah 18 Fold beredar lebih luas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!