Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ahmed Jamend dan Stepforward: Dua Api Baru di Skena Rock

Ahmed Jamend dan Stepforward: Dua Api Baru di Skena Rock
Minat|Musik Rock

Gelombang Baru Rock Lokal: Dari Sumbar ke Jakarta

Gelombang baru musisi rock Indonesia baru adalah munculnya generasi dan pelaku lama yang sama-sama merilis karya segar, seperti single rock tanah air dan video musik baru, yang menggabungkan energi klasik dengan gagasan modern, memperluas jangkauan dari skena bawah tanah daerah hingga panggung nasional, serta menegaskan bahwa musik keras masih relevan sebagai medium ekspresi dan perlawanan sosial di era digital. Di tengah anggapan bahwa rock mulai tersisih oleh genre lain, kemunculan single perdana Ahmed Jamend Crazyman dan video musik Stepforward Jakarta hardcore menunjukkan hal sebaliknya: rock tidak mati, ia berevolusi. Dua rilis ini bukan sekadar tambahan katalog, melainkan pernyataan sikap bahwa pelaku rock lokal siap mengisi ruang budaya yang sering dianggap sudah penuh oleh pop dan musik arus utama.

Ahmed Jamend: Rock ’n’ Roll Mentah dari Sumatera Barat

Ahmed Jamend, band rock ’n’ roll asal Sumatera Barat, akhirnya keluar dari zona bawah tanah dengan merilis single perdana berjudul "Crazyman". Sejak terbentuk pada 2015, mereka memilih jalan lambat: mematangkan kemampuan, menguji diri dari panggung ke panggung, dan merajut identitas musikal sebelum berani merekam karya resmi. Pilihan ini terasa pada karakter lagu yang mengusung formula rock ’n’ roll klasik dengan sentuhan modern, distorsi gitar tebal, drum dinamis, dan bas yang mantap. "Crazyman" terdengar seperti ringkasan perjalanan panjang band: mentah, lugas, tanpa banyak kompromi. Dai Muharram menyebut lagu ini sebagai "luapan energi dan refleksi perjalanan kami" serta langkah awal menuju karya-karya lain yang sudah disiapkan untuk pendengar musik rock. Ini bukan debut tergesa-gesa, melainkan deklarasi bahwa api rock Sumbar layak diperhitungkan di tingkat nasional.

Ahmed Jamend dan Stepforward: Dua Api Baru di Skena Rock

Stepforward: Hardcore Tiga Dekade yang Tak Pernah Mati

Di ujung lain spektrum musik keras, Stepforward Jakarta hardcore menorehkan babak baru setelah tiga dekade malang melintang di kancah musik keras. Band beranggotakan Jill van Diest, Fajar Arifan, Junas Mirardiarsyah, dan Roma Sophiaan ini untuk pertama kalinya merilis video musik resmi lewat lagu "Camkan Memarku". Single tersebut diambil dari EP "Tak Pernah Mati" yang dirilis pada 30 Agustus 2026, judul yang terasa seperti manifesto keberlanjutan mereka. Di balik musik agresif, Stepforward memuat pesan perlawanan terhadap kekerasan seksual, KDRT, dan budaya victim blaming. Lirik yang ditulis Jill lahir dari keresahan terhadap perempuan yang masih dipersalahkan ketika mengalami kekerasan, alih-alih dilindungi. Kolaborasi dengan Arian13 dari Seringai menambah bobot historis: hardcore ’90-an bertemu generasi baru, menunjukkan bahwa musik keras tetap menjadi ruang artikulasi amarah dan solidaritas.

Momentum Baru bagi Musisi Rock Lokal

Jika "Crazyman" adalah titik awal Ahmed Jamend memperkenalkan arah musikal mereka kepada publik, peluncuran single tersebut juga membuka jalan bagi karya-karya berikutnya yang telah dipersiapkan untuk para pencinta musik rock. Band ini jelas tidak berhenti pada satu rilisan; mereka memanfaatkan digital streaming platform untuk keluar dari batas geografis Sumbar dan ikut menguatkan eksistensi musik independen daerah di tingkat nasional. Di sisi lain, langkah Stepforward merilis video musik resmi setelah 30 tahun bukan sekadar nostalgia. Mereka memanfaatkan medium visual untuk menguatkan pesan sosial yang selama ini ada dalam lagu-lagu mereka, sekaligus menyambungkan diri dengan generasi penonton yang tumbuh bersama YouTube dan layanan streaming. Dua gerak ini memperlihatkan pola yang sama: musisi rock lokal yang sadar bahwa relevansi hari ini menuntut keberanian berekspresi sekaligus kecerdasan memanfaatkan kanal digital.

Kesimpulan: Rock Lokal Masih Punya Sesuatu untuk Dikatakan

Ahmed Jamend dan Stepforward datang dari latar berbeda, tetapi keduanya menunjukkan bahwa musisi rock Indonesia baru tidak lahir di ruang hampa. Ahmed Jamend membawa energi rock ’n’ roll Sumbar yang mentah dan lugas ke ranah rekaman resmi, menandai keseriusan mereka menembus skena nasional. Stepforward, sebaliknya, membuktikan bahwa band veteran pun bisa menemukan bentuk baru ekspresi melalui video musik yang sarat pesan perlawanan terhadap kekerasan seksual dan victim blaming. Ketika satu pihak menyalakan api dari daerah dan pihak lain menjaga bara hardcore yang "tak pernah mati", ekosistem rock lokal mendapat suplai energi segar dan perspektif kritis. Kesimpulannya sederhana: selama masih ada band yang berani merilis karya dengan sikap, rock tidak akan kehabisan relevansi. Yang dibutuhkan sekarang adalah pendengar yang siap mendengarkan, bukan sekadar bernostalgia.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!